
"barangkali Nadia ada cerita ke kamu kalau ada salah sama dia Ra"ucap Rio.
"Nadia gak ada cerita apa-apa soal kamu atau hubungan kalian ke aku Yo, bahkan kalau aku chat tanya kabar jawabannya baik dan sama kayak yang kamu bilang tadi, mau cepat-cepat udahan alasannya mau istirahat, bahkan Sarah udah bahas ini juga ke aku"ungkap Ara.
"nah tu kan, Nadia kenapa ya Ra...?"tanya Rio.
"ya kita coba pikir positif aja, kan kita tau kondisi Nadia akhir-akhir ini lagi gak stabil, mungkin lagi butuh istirahat yang cukup"jawab Ara.
"Ra, kamu itu sahabatnya Nadia, kamu peduli gak sih sama Nadia. Masak iya kamu gak ngerasa ada yang aneh sama Nadia malah bisa berpikiran enteng kayak gitu"ucap Rio dagan suara meninggi.
"Rio maksud kamu apa, kamu ngomong dengan nada tinggi terus kamu bilang aku gak peduli sama Nadia, asal kamu tau ya dari awal soal penyakit Nadia aja aku ngerasa ada yang di sembunyiin dari kita, tapi aku mencoba gak berpikir aneh-aneh karena emang gak mau Nadia kenapa-kenapa, kalau Nadia bilang mau istirahat apa salahnya kita hormati keputusannya"ucap Nadia.
"tapi kita harus cari tau dong Ra, gak diam aja kayak gini"ucap Rio.
"kenapa kamu gak cari tau sendiri ke rumahnya....?"tanya Ara.
"udah Ra, rumahnya kosong dan saat aku telpon katanya dia lagi di luar ke rumah saudara nya,padahal baru berapa jam yang lalu bilangnya mau istirahat.Aku tanya dimana alamat rumah Tante nya, Nadia langsung pura-pura kehilangan signal dan matiin telpon aku gitu aja, ini bukan Nadia banget Ra"ucap Rio.
"iya kamu benar, itu bukan Nadia banget, pasti ada sesuatu"ucap Ara.
"iya Ra, maaf Ra aku udah emosi tadi dan malah nuduh kamu yang enggak-enggak"ucap Rio.
"iya gak apa kok Yo, aku juga ngerti"jawab Ara.
...
"Papi, baru sampai ya Pi...?"tanya Leo yang melihat Pak Ardi di rumah.
"kamu ini Papi nya baru pulang bukannya di samperin,salam dulu"ucap Mami Leo.
"iya ini kan sekalian Mi"terang Leo.
Leo menghampiri Pak Ardi dan duduk di sampingnya.
"iya Papi baru sampai, kira-kira 2 jam yang lalu lah, kamu dari rumah Ara...?"jawab Papi Leo dan bertanya.
"iya Pi,kemana lagi kalau gak kesana"jawab Leo.
"ya bagus dong, bagaimana kondisinya Ara...?"tanya Papi Leo.
"udah baikan kok Pi, besok kita mau jalan. Gak ada kerjaan kan Pi..?"jawab Leo dan bertanya balik.
__ADS_1
"syukur lah, tidak dong,tapi hari senin kerjaan kamu menumpuk, jadi besok tidak boleh kecapekan"ucap Papi Leo.
"iya apa lagi Ara itu juga baru sembuh, jadi kamu harus jaga juga kondisi nya Ara"sambung Mami Ara.
"siap Bos, ya udah Leo ke kamar dulu ya Mi, Pi, mau mandi dulu,gerah"ucap Leo.
"ya sudah sana,tapi nanti makan malam bareng ya"ucap Mami Leo.
"iya Mi"jawab Leo.
Lalu Leo berjalan menuju ke kamarnya.Setibanya di kamar, Leo mengirim pesan watshap untuk Ara.
"sayang, aku udah sampai rumah nih, kira-kira 5 menit yang lalu lah, cuma tadi aku ngobrol bentar sama nyokap Bokap makanya baru WA kamu, aku mandi dulu ya sayang"isi pesan wathsap dari Leo.
Setelah itu, Leo meletakkan ponsel nya di atas kasur dan segera menuju ke kamar mandi.
...
"Besok operasi Nadia sudah bisa di lakukan, kamu doakan ya semoga operasi berjalan lancar dan kita berdua selamat"ucap Dokter Herman.
"iya Herman, aku akan doakan yang terbaik untuk kalian.Tapi apa ini tidak pengaruh sama kerjaan kamu nantinya karena kamu hanya punya 1 ginjal"ucap Bu Jasmine.
"Jasmine aku tidak peduli, sekarang buat aku itu yang terpenting adalah keselamatan Nadia, bahkan aku rela menukarkan nyawa aku buat Nadia"terang Dokter Herman.
"untuk apa kamu berterima kasih sama aku, Nadia anak aku juga, bukankah sudah seharusnya aku melakukan ini"ucap Dokter Herman.
"iya, semoga istri dan anak kamu juga tidak akan marah kalau tahu kamu melakukan ini semua untuk anak pertama kamu"ucap Bu Jasmine.
"Jasmine, kamu salah paham. Aku.... "ucapan Dokter Herman terpotong karena tiba-tiba Arka datang menghampiri mereka.
"Tante, Dokter Herman, maaf Arka ganggu.Nadia nyariin Tante"ucap Arka.
"oh iya Arka terima kasih ya, Tante akan segera ke sana"ucap Bu Jasmine.
"iya Tante"jawab Arka.
"Dokter saya permisi dulu"ucap Bu Jasmine.
"permisi Dokter"ucap Arka pula.
"iya silahkan"ucap Dokter Herman.
__ADS_1
Lalu Bu Jasmine dan Arka berjalan bersama menghampiri Nadia ke ruang rawatnya.
...
Malam hari, Ara, Leo dan Rio berkumpul di rumah Sarah.
"tuh kan aku udah bilang ada yang gak beres sama Nadia akhir-akhir ini"ucap Sarah.
"iya dari awal kan aku juga udah bilang kalau Nadia nyembunyiin sesuatu tentang penyakitnya ke kita, tapi kalian pada gak percaya sama aku, termasuk kamu juga sayang (menunjuk Leo)"ucap Ara.
"bukan gak percaya, aku cuma gak mau kamu berpikiran yang macam-macam"terang Leo.
"aku kenal Nadia jauh sebelum kalian kenal Nadia, aku tau kalau Nadia lagi menghindar dari aku bahkan kalian semua berarti ada sesuatu"ungkap Rio.
"tapi apa...? bahkan kita sekarang gak tau mau temuin Nadia dimana, yang tau soal Nadia sekarang ya cuma Nadia dan Mama nya"ucap Ara.
"apa mungkin ada orang yang lain yang tau selain kita, Arka mungkin"ucap Bryan.
"sayang, gak mungkin lah Arka tau"bantah Sarah.
"iya Rio yang tunangannya aja gak tau, masak iya Arka tau"bantah Leo pula.
"tau ada-ada aja loe"sambung Rio.
"eits tunggu dulu, menurut aku apa yang di bilang Bryan itu juga masuk akal"ucap Ara.
"maksud nya gimana Ra...?"tanya Rio.
"bisa aja kan Arka gak sengaja tau jadi Nadia minta ke Arka untuk merahasiakan ke kita"ucap Ara.
"tapi kenapa harus di rahasiakan ke kita Ra, apa lagi aku tunangannya, kalian sahabatnya, bukan orang lain"ucap Rio.
"udah jelas Yo alasannya karena Nadia gak mau kita khawatir"terang Ara.
"masuk akal, itu juga maksud aku tadi. Ara kamu memang is the best"ucap Bryan.
"tapi ini semua baru asumsi aku aja, kita harus cari tau kebenarannya"ucap Ara.
"ya udah kita telpon Arka aja sekarang"ucap Leo.
"Arka awas aja kalau sampai ini semua benar"gumam Rio dengan wajah amarahnya.
__ADS_1
***