Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_209


__ADS_3

"Cinta, ka-kamu kok balik lagi?" tanya bu lily terbata-bata.


"Mama cari ini?" Tanya Cinta sambil menunjukkan dua lembar tiket yang ada di tangannya.


Bu Lily terkejut karena ternyata yang ia cari ada di tangan Cinta, pantas saja ia tidak menemukan apapun di dalam kamar mereka, pikirnya.


"Maksud kamu apa Sayang?" Tanya bu Lily.


"Mama mau tiket ini kan? Jangan Mama kira aku diam aja karena gak tau ya rencana Mama, mungkin Beni bisa ketipu sama sandiwara Mama tapi aku gak," kata Cinta.


"Ya kamu benar, Mama memang ada tujuan lain, jangan harap ya kamu bisa bahagia dengan Beni selama Mama masih hidup," kata bu Lily.


"Terserah Mama," kata Cinta lalu meraih ponselnya yang tertinggal di atas meja rias dan segera pergi lagi menyusul kakek Broto dan Beni yang menunggunya di warung tidak jauh dari rumah.


...


"Baiklah, jadi saya putuskan mulai hari ini Arabella Caitlin telah resmi menjadi CEO di perusahaan ini," kata pak Haris saat Rapat.


Plok.. Plok.. Plok.. Suara tepuk tangan meriah terdengar, satu persatu ucapan pun berdatangan menghampiri Ara.


"Ara selamat ya, Om harap kamu bisa membuat Perusahaan ini lebih maju lagi," ucap pak Haris.


"Terima kasih banyak ya Om, mudah-mudahan Ara gak kecewain Om nantinya," ucap Ara.


"Om percaya sama kamu Ra," kata pak Haris.


"Terima kasih Om," ucap Ara lagi.


"Oh iya kamu bisa langsung kemas barang-barang kamu ke ruangan kamu yang sekarang sebelum pulang, minta bantu sama OB ya. Lalu kamu bilang juga ke Tari, dia bisa pindahkan barang-barangnya hari ini setelah kamu selesai," kata pak Haris.


"Iya Om," jawab Ara.


Setelah itu Ara pun langsung pergi menemui Tari yang telah menggantikan posisinya sebagai Manager Keuangan.


"Tari..." Panggil Ara.


"Ara.... Makasih ya, berkat kamu aku jadi naik jabatan dan selamat buat kamu udah jadi CEO sekarang," kata Tari.


"Sama-sama Tar, aku milih kamu juga karena kualitas kerja kamu selama ini, mudah-mudahan kita bisa ya menjaga kepercayaan pak Haris yang udah di berikan kepada kita dan selamat juga buat kamu," kata Ara.


"Iya Ra," jawab Tari lalu memeluk Ara karena terharu.


"Hari ini pulang kerja telat gak apa kan?" Tanya Ara.


"Langsung lembur ya?" Tanya Tari pula.


"Ha.. Ha.. Ha.. Ya gak lah Tar, kita pindahin barang-barang ke ruangan kita yang baru dong, entar di bantuin sama OB," jawab Ara.


"Oh... Kalau itu sih pulang malam juga aku mau Ra," kata Tari.


"Hm ya udah yuk," ajak Ara.

__ADS_1


"Yuk," jawab Tari.


Tidak lupa Ara memberi kabar kepada bu Maria dan Leo bahwa ia akan pulang terlambat hari ini.


...


Malam harinya...


"Cheers.........."


"Selamat buat Ara atas kenaikan jabatan sebagai CEO," ucap Sarah mewakili para sahabatnya yang hadir.


Ara dan Leo juga para sahabatnya yaitu Sarah, Bryan, Rio, Arka dan Sherin berkumpul di sebuah cafe untuk merayakan kenaikan jabatan yang Ara peroleh.


"Makasih ya semuanya, seharusnya gak perlu lah sampai kayak gini," kata Ara.


"Iya sama-sama Ra, jadi kapan dong party?" Tanya Rio.


"Iya Ra, jangan lupa ya info," sambung Arka.


"Soal party entar aja dulu, sebagai CEO baru pasti Ara sibuk karena banyak kerjaan, mending sekarang kalian pesan makan sepuasnya, di bungkus juga boleh, aku semua yang bayar," kata Leo.


"Seriusan loe Yo...?" Tanya Rio.


"Iya lah serius," jawab Leo.


"Wah harus pesan yang banyak nih, lumayan pengiritan," kata Rio semangat.


"Segitu ngiritnya loe Rio, gara-gara mau nikahin calon Dokter ya?" Ledek Bryan.


"Udah deh jangan berantem, nih pesan makannya," kata Sarah sembari memberikan buku menu kepada Bryan.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Arka kepada Sherin.


"Jangan malu-malu Sher, pesan aja ya," kata Ara.


"Iya Ra, makasih ya," jawab Sherin.


Meskipun Sherin sudah sering di ajak ngumpul bersama Ara dan sahabatnya, akan tetapi tetap saja Sherin masih suka merasa canggung dan lebih memilih untuk diam. Karena yang selama ini akrab dengan Sherin adalah Nadia yang kini berada di Amerika.


"Berarti sekarang kamu sama Leo sama dong Ra," kata Sarah.


"Sama apanya...?" Tanya Ara.


"Sama-sama CEO maksudnya," jawab Sarah.


"Oh... Iya dong," kata Ara.


"Gak sabar liat kalian bertemu untuk bekerja sama," kata Sarah.


"Itu gak seru Sayang, serunya itu mereka berdua menjadi pesaing merebutkan sebuah tender," kata Bryan.

__ADS_1


"Kalau kayak gitu, paling Leo ngalah buat Ara," kata Arka.


"Siapa bilang, ya gak lah. Kalau soal kerjaan harus sportif lah, bersaing ya tetap bersaing," bantah Leo.


"Nah aku juga setuju, lebih baik aku kalah dari pada harus menang tapi karena ada yang ngalah buat aku, kesannya aku kayak gak mampu gitu, padahal sebenarnya aku bisa," sambung Ara.


"Sependapat kita Sayang," kata Leo.


"Plok.. Plok.. Plok... Kalian benar-benar pasangan yang luar biasa," tepuk tangan Rio dan memuji.


"Ah bisa aja kamu Yo, tapi makasih banyak loh," ucap Ara tersenyum.


"Iya Ra, sama-sama," jawab Rio tersenyum.


"Sayang, jangan lama-lama dong senyum sama Rio," kata Leo.


"Ya ampun Yo gitu aja cemburu loe," kata Arka.


"Biarlah, jomblo tau apa sih loe," kata Leo.


"Ha.. Ha.. Ha.." Gelak tawa terdengar.


...


"Cinta..." Teriak bu Lily pada pagi hari.


"Kamu itu kenapa pagi-pagi ribut sekali?" tanya kakek Broto.


"Aku cari Cinta Pa, kemana dia? Beni juga mana?" Tanya bu Lily.


Kakek Broto tersenyum.


"Papa ngapain senyum-senyum?" Tanya bu Lily penuh curiga.


"Percuma kamu teriak-teriak, tidak akan ada jawabannya," kata kakek Broto yang membuat bu Lily semakin curiga.


"Maksud Papa...?" Tanya bu Lily.


"Beni dan Cinta sudah berangkat ke Jakarta tadi Subuh, dan sekarang sudah dalam perjalanan menuju Perancis," jawab Kakek Broto.


"Apa...? Ah sialan, kenapa aku bisa bangun kesiangan gini sih," batin bu Lily.


"Kamu sih kenapa siang sekali bangunnya, ini sudah jam 10 Lily," Kata kakek Broto tersenyum puas.


FLASHBACK ON...


"Kek, aku gak mau besok gagal berangkat, kita gak tau kan apa rencana mama besok?" Kata Cinta setelah menceritakan kepada kakek Broto bahwa ia memergoki bu Lily di kamarnya.


"Kamu tenang saja Neng, itu tidak akan terjadi," kata kakek Broto.


"Apa yang harus aku lakuin Kek?" Tanya Cinta.

__ADS_1


"Besok selepas subuh, kamu dan Beni langsung saja pergi ke Jakarta dan pergi ke Paris. Soal mama kamu, biar menjadi urusan kakek," kata kakek Broto yang sudah mempunyai rencana.


...****************...


__ADS_2