Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_204


__ADS_3

"Dasar mata duitan, demi harta rela menghancurkan anaknya sendiri," gumam Rolan sembari tersenyum smirk.


"Door........" Joe tiba-tiba datang mengejutkan Rolan.


"Sialan loe," kata Rolan.


"Kenapa loe, gue perhatikan senyum-senyum?" tanya Joe.


"Mau tau aja loe, lama banget sih loe baru datang," kata Rolan.


"Iya sory, loe sih mendadak banget tiba-tiba ngajak nongkrong sore-sore di cafe," kata Rolan. "oh iya, bukannya loe bilang hari ini cewek yang loe hamilin itu nikah ya, kenapa loe gak datang?" Tanyanya.


"gak di undang," jawab Rolan.


"Ha.. ha.. ha.." Tawa joe. "Tapi wajar sih ya, mau ngapain juga dia undang orang yang gak mau tanggung jawab.


"Diam loe! Loe aja yang belum tau beritanya, palingan bentar lagi juga viral," kata Rolan sambil tersenyum smirk seperti yang di lihat Rolan tadi.


"Wait... wait! Jangan bilang loe udah berbuat sesuatu hanya karena loe gak di undang," kata Joe yang merasa curiga.


"Ya, loe benar," jawab Rolan.


"Ya Tuhan, kali ini apa lagi Rolan? Loe gak mau tanggung jawab, terus sekarang dia udah nikah sama orang lain yang mau terima dia apa adanya, harusnya loe itu bersyukur dan berterimakasih sama laki-laki itu," kata Joe.


"Gue gak terima karena dia seolah menganggap gue sampah di buang gitu aja, setelah gue mau tanggung jawab, dia malah nolak dan hina-hina gue, terus dengan bangga memamerkan laki-laki yang mau menikahi dia," kata Rolan.


"Hai, loe itu kenapa? Sakit hati? atau cemburu? Bukannya loe memang dari awal gak menginginkan cewek itu kan?" kata Joe penuh tanya.


"Gue gak cemburu, paling gak dia hargailah niat baik gue, tolak baik-baik, bukannya malah menghina gue depan umum. Terus itu apa coba, nikah tapi gue gak di undang, padahal gua kan sepupu Arka, yang lain juga udah kenal sama gue," kata Rolan mengungkapkan kekesalannya.


"Kayak bocah loe, gak habis pikir gue sama jalan pikiran loe," kata Joe.


...


Setelah menggunakan serangkaian skincare malam, Ara berniat akan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya yang sudah ia rindukan sejak tadi. Akan tetapi tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya, sehingga Ara mengurungkan niatnya itu dan dengan malas melangkahkan kaki untuk membuka pintu.


"Mami? Ada apa Mi?" Tanya Ara.


"Sayang, ada teman kamu tuh di bawah, katanya sudah bilang sama kamu kalau dia mau datang," kata mami Ara.

__ADS_1


"Siapa Mi? Cowok atau cewek?" Tanya Ara. "Kayaknya Ara gak punya janji sama siapa-siapa deh, Ara juga udah capek banget pengen istirahat," kata Ara lagi.


"Cowok, tapi Mami juga tidak tahu dia siapa, mendingan kamu temui saja dulu, siapa tahu ada hal penting yang mau di sampaikan," kata mami Ara.


"Ya udah deh, Yok Mi kita ke bawah," kata Ara.


Lalu Bu Maria dan Ara bersama-sama melewati lift turun ke lantai bawah.


"Mana Mi orangnya...?" Tanya Ara saat mereka sudah sampai di bawah.


"Ada di luar, sudah Mami suruh masuk tapi dianya tidak mau, katanya nunggu di luar dulu sampai kamu samperin," jawab mami Ara.


"Ya udah deh, Ara samperin dulu ya Mi," kata Ara.


"Diajak masuk saja ya sayang, tidak baik kalau di lihat tetangga," kata mami Ara.


"Iya Mi," jawab Ara.


Ara melihat ada seorang pria asing di depan rumah, akan tetapi pria itu membelakanginya, sehingga Ara tidak tahu siapa pria itu.


"Siapa ya..?" Tanya Ara.


"Rolan, mau ngapain ke sini malam-malam...?" Tanya Ara. "Soalnya aku capek banget mau tidur."


"Oh gitu, maaf ya, aku kira masih jam 8 kamu belum mau tidur, makanya aku mampir, ya niatnya mau main aja sih," kata Rolan.


"Gak papa, tapi aku juga mau minta maaf sama kamu, boleh gak mainnya next time aja, soalnya aku beneran mau istirahat, capek banget seharian ini menghabiskan waktu di acara pernikahan Cinta dan Beni, besok juga harus kerja," kata Ara.


"Ya gak apa kok Ra, tapi terima ini ya, martabak manis keju melimpah," kata Rolan sembari memberikan sekotak martabak kepada Ara. "Aku gak tau kamu masih suka atau gak."


"Makasih ya," ucap Ara menerima martabak tersebut, karena Ara juga tidak tega jika harus menolak, toh martabak itu nanti bisa dikasihkan ke Bibi, pikirnya.


"Sama-sama Ra, kalau gitu aku pulang dulu ya" kata Rolan.


"Iya hati-hati," kata Ara.


Rolan mengangguk dan melambaikan tangannya, "bye Ra..."


"Bye..." Balas Ara juga melambaikan tangannya.

__ADS_1


...


"Hai sayang, kamu lagi apa?" Tanya Rio lewat telfon.


"Lagi siap-siap nih mau ke kampus," jawab Nadia. "Kamu sendiri lagi apa sayang?" Tanyanya pulak.


"Lagi baring sambil mikirin kamu, loh kok kuliahnya malam-malam?" Kata Rio.


"Malam apanya? Di sini itu sekarang jam 9 pagi sayang, kamu lupa ya aku lagi di Amerika, beda 11 jam loh sama Indonesia," kata Nadia.


"Oh iya, aku lupa sayang, aku ingatnya kamu selalu ada didekat aku," kata Rio.


"Ehm so sweat. Oh ya, gimana tadi pernikahan Beni dan Cinta? Dia seneng gak sama kado yang kita kasih? Maaf ya waktu kamu vc aku lagi tidur," kata Cinta.


"Iya sayang gak papa kok. Alhamdulillah sih mereka udah sah jadi suami istri sekarang, mereka seneng banget sama kadonya dan mereka juga titip salam balik ke kamu, tapi...." Kata Rio tidak menyelesaikan ucapannya itu.


"Tapi apa...?" Tanya Nadia.


"Tadi sempat ada masalah dikit sayang, semua itu gara-gara mamanya sendiri," jawab Rio lalu menceritakan kejadian tadi di pesta kepada Nadia.


"Kasian banget ya Cinta, mudah-mudahan dia kuat" Kata Nadia.


"Iya sayang, memang kasian banget. Kena mental gak tuh punya orang tua yang sifatnya gak kayak orang tua kandung, udah kayak Ibu tiri yang kejam," kata Rio.


"hust.... Jangan ngomong sembarangan gitu ah, gitu-gitu tetap aja orang tua Cinta, meskipun apa yang dilakukannya benar-benar salah," kata Nadia.


"Habisnya aku kesel banget sayang, hoam....." Kata Rio dan menguap karena mulai mengantuk.


"Nah kamu udah ngantuk banget kan pasti, seharian ini kamu ada di lokasi pesta dan ikut andil di sana. Sekarang kamu tidur gih!" Kata Nadia. "Aku juga mau berangkat ke kampus."


"Iya udah deh, aku tidur dulu ya. Kamu hati-hati ya ke kampusnya," kata Rio.


"Ya sayang, selamat tidur ya," kata Nadia.


"I love you," ungkap Rio.


"I love you too," balas Nadia.


Tut.. tut.. tut.. Panggilan telfon berakhir.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2