Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_69


__ADS_3

"Nadia.. Ara... mari kita ke ruangan nya Dika"ajak Bu Maria.


"i.. iya Tante"jawab Nadia terkejut.


Ara hanya mengangguk, ia dan Nadia saling bertatapan lalu pergi ke kantin dan bukan ke ruang rawat inap Dika.


"Demi apa Ra.... itu beneran anak nya Tante Amara...? "tanya Nadia saat mereka di kantin.


"iya beneran lah, dan aku yakin itu Leo. Beneran Leo kan...? "jawab Ara dan balik bertanya.


"ehm, itu memang Leo"jawab Nadia mengangguk.


"aku seneng banget Nad, ternyata Leo bukan hantu. Dia manusia dan masih hidup, aku gak nyangka banget akhirnya bisa ketemu Leo dan bisa sama-sama Leo di dunia nyata"ungkap Ara kegirangan.


"terus, ngapain kamu ajak aku ke kantin Ra, harus nya kita langsung ke sana temuin Leo"ucap Nadia.


"aku mau siapin diri aku dulu, dan sekarang aku udah yakin"ungkap Nadia.


"oke, sekarang kira kesana"ajak Nadia.


"oke"jawab Ara.


Ara dan Nadia berjalan menuju ke ruang rawat inap Leo.


tok.. tok.. tok.. Ara mengetuk pintu, lalu masuk bersama Nadia.


"loh kalian dari mana aja...? "tanya Mami Ara.


"kita ke toilet dulu tadi Mi"jawab Ara beralasan.


"ya udah sekarang jenguk anak Tante Amara gih"perintah Mami Ara.


Ara dan Nadia berjalan perlahan mendekati Bu Amara dan anak nya.Saat Ara menatap Leo, Leo juga menatap Ara dengan tatapan dingin.


"kenapa Leo tatapan nya dingin gitu ya, gak kayak biasa nya"gumam Ara dalam hati.


"Ra, sapa dong"bisik Nadia.


"Hai.... "sapa Ara kepada Leo.


"hai... "balas Leo dingin lalu mengalihkan pandangan nya.


"Ara maaf ya kamu harus maklum, Dika nya baru sadar ,jadi belum terlalu banyak bicara. Kata dokter banyak yang belum Dika ingat dan kondisi nya belum terlalu stabil"jelas Bu amara.


"gak apa kok Tante"jawab Ara.


"tapi Dokter bilang perlahan kondisi Dika pasti akan membaik, Tante boleh kan minta tolong setiap ada waktu kamu kesini jaga dan rawat Dika, kamu tau sendiri gimana keadaan Tante"pinta Bu Amara.


"iya Tante, mulai entar malam setiap ada waktu luang Ara pasti akan kesini buat jagain Dika, tapi sekarang Ara dan Nadia pamit dulu ya Tante ada keperluan"jawab Ara lalu berpamitan.


"iya terima kasih ya Ara, Nadia hati-hati"ucap Bu Amara.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Bu Maria dan Bu Amara juga Leo, Ara dan Nadia keluar dari ruang rawat inap tersebut.


...


"Bisa-bisa nya kalian ajak aku ke cafe bukan nya ketemuan di Rs aja, aku kan mau ketemu langsung sama leo dan ajak dia berantem langsung"oceh Rio.


"hai ladies, jawab dong..... "pinta Rio karena belum ada jawaban dari Ara dan Nadia.


"diam.... "teriak Nadia dan Ara bersamaan.


Rio pun terdiam mendengar teriakan kedua wanita di hadapan nya.


"oke, kasih tau kalian kenapa diam aja,makanan juga d anggurin. Ada apa...? "tanya Rio.


"sayang, kamu tau gak sih kondisi nya sekarang ini makin sulit buat Ara"ungkap Nadia.


"oh ya, kenapa...? bukan nya Bagus Leo ternyata masih hidup "Rio penasaran.


"masalah nya Leo kayak nya gak kenal sama aku Yo, tatapan nya dingin"jelas Ara.


"owh gitu, iya sih berat. Tapi kamu harus tetap usaha Ra "ucap Rio.


"usaha apa....?"tanya Ara.


"mungkin karena dia kenal nya di saat koma, jadi secara sadar belum bisa mengingat semua nya. Gini aja coba kita tes, sama aku kira-kira Leo kenal gak ya sekarang, soal nya kita kan sama-sama kenal Leo saat dia koma"ucap Rio.


"nah ide bagus tu"puji Nadia.


"sama-sama sayang, muach "balas Nadia.


"kamu juga harus terus dekatin Leo, berusaha mengingatkan kenangan Indah kalian, siapa tau lama kelamaan Leo bisa ingat sama kamu Ra"ucap Rio.


"tapi gimana kalau kondisi nya makin drop...? "tanya Ara khawatir.


"perlahan aja Ra, gak usah buru-buru, gak akan kenapa-napa kok"jawab Rio.


"ya udah tunggu apa lagi, sekarang kita ke sana dong"ajak Ara.


"ke sana mana...? "tanya Nadia polos.


Ara hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan sahabat nya itu.


"ya ke rumah sakit dong sayang"jawab Rio sabar.


"huft...... "Ara membuang nafas dan beranjak bergegas akan pergi ke Rumah sakit.


Rio dan Nadia juga mengikuti Ara.


...


"Kayla sayang, Papa pulang dulu ya"pamit Bryan kepada anak nya.

__ADS_1


"Bryan tunggu dulu, makan siang bareng ya. Aku udah masak soal nya"pinta Sarah.


Bryan tersenyum lalu mendekati Sarah. Semakin Bryan mendekat, Sarah semakin berjalan mundur hingga tubuh Sarah akan menabrak dinding. Akan tetapi saat itu Bryan dengan cepat melindungi kepala Sarah dengan tangan kiri nya sehingga kepala Sarah tidak terhantuk ke dinding.


"Bryan kamu mau ngapain...?"tanya Sarah.


Bryan memegang dagu Sarah dengan senyuman yang membuat jantung Sarah berdebar .Bryan mendekati wajah Sarah dan Sarah hanya bisa pasrah memejamkan mata nya mengharap kecupan manis dari Bryan yang sudah lama ia rindukan.


"kamu sengaja ya nahan aku di sini, tadi pagi sarapan bareng, sekarang makan siang bareng, gak sekalian makan malam bareng sayang"bisik Bryan.


Sarah terkejut dan spontan membuka mata nya lalu mendorong Bryan.


"apa-apaan sih kamu"teriak Sarah.


"gak usah malu gitu dong muka nya"ledek Bryan.


"apaan sih, kalau gak mau kamu bisa pulang"ucap Sarah.


"eh mau dong, siapa bilang gak mau makan bareng sama calon istri"jawab Bryan.


"apaan sih, mantan istri iya"bantah Sarah.


"entar juga jadi istri lagi"bela Bryan.


"emang siapa yang mau...? "tanya Sarah.


"kamu lah"jawab Bryan.


"ke pd-an"gumam Sarah tersenyum.


"ya aku yang ke pd-an, terus jadi makan siang bareng gak ni...? "tanya Bryan.


"jadi, aku siapin dulu ya. Kamu langsung ke meja makan aja"jawab Sarah lalu bergegas ke dapur.


Bryan mengangguk menyetujui nya.Bryan berjalan menuju meja makan sambil melihat sekeliling dan mengingat masa lalu saat ia memperlakukan Sarah dengan tidak baik.


Flasback...


"kamu apaan sih, ganggu aku main aja"bentak Bryan.


"maaf Mas, aku cuma mau ajak kamu makan aja. Aku juga masakin makanan kesukaan kamu"ungkap Sarah.


"ah ganggu aja, makan sendiri aja sana"bentak Bryan lagi lalu pergi meninggalkan Sarah serta membuat nya menangis.


"Bryan..... "panggil Sarah yang melihat Bryan melamun.


"iya Sar"jawab Bryan terkejut.


"kenapa bengong dan berdiri di situ, ayo kesini makan"ajak Sarah.


Bryan tersenyum, lalu menghampiri Sarah ke meja makan.

__ADS_1


***


__ADS_2