Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_49


__ADS_3

"Ara gak mau Mi ,Mami udah janji kan gak ada lagi yang nama nya jodoh-jodohan "bantah Ara.


"iya Mami tahu Ra,Mami ingat kok sama janji itu. Tapi ini kan hanya tentang janji yang pernah Mami dan Tante Amara buat semasa kuliah.Kasian Tante Amara sekarang lagi sakit sayang"jelas Mami Ara.


"Tapi Ara gak mau Mi harus penuhi janji kalian masa itu.lagian Mami ada-ada aja sih, masak buat janji tentang perjodohan anak sementara kalian aja waktu itu belum lulus kuliah. Itu cuma bualan aja Mi, candaan aja, jadi udah ya gak udah di bahas lagi" pinta Ara dan pergi meninggalkan Mami nya.


"Ara tunggu dulu"teriak Mami.


Ara terus berjalan dan masuk ke lift tanpa menggubris Mami nya. Sementara itu Leo yang tampak cemburu juga mengikuti Ara.


"Leo, kamu kenapa...? "tanya Ara saat masuk ke kamar.


"gak kenapa-kenapa"jawab Leo.


"jangan bohong, pasti kamu kesal kan dengan ucapan Mami tadi. Aku aja kesal "ucap Ara.


"ya iya lah, baru aja tadi kita bahas kalau orang tua kamu pasti akan suruh kamu nikah ,dan benar kan udah di jodohin aja.Bahkan perjodohan itu udah ada saat orang tua kamu belum nikah. Amazing banget gak tu"ucap Leo pula.


"iya tapi gak mungkin juga kan aku di suruh nikah sama orang yang udah koma selama hampir tiga tahun ,bahkan dokter aja gak bisa pastiin kapan dia bangun. Jangan-jangan emang udah gak bisa bangun lagi" ucap Ara kesal.


"jadi apa yang akan kamu jawab ke Mami kamu tentang perjodohan ini..?"tanya Leo.


"ya aku gak mau lah Leo, aku menolak"jawab Ara.


"ya bagus dong" ucap Leo.


"iya terus, kami cemburu ya... ? hayo... "ledek Ara.


"apaan sih sayang, jelas lah aku gak rela"ucap Leo manyum.


"sayang kamu tenang aja, aku Arabella Caitlin cuma milik nya Leo seorang, milik pria tampan dari dunia lain"ucap Ara tersenyum.


"beneran...? "tanya Leo.


"iya beneran lah sayang"jawab Ara tersenyum manis.


Leo membalas senyuman manis dari Ara tersebut.


...


"Sar ,kamu yakin malam ini mau tidur di sini buat jagain aku...? "tanya Nadia.


"iya lah yakin"jawab Sarah.


"tapi di Rumah Sakit ini gak enak, kamu juga kan besok harus kerja"ucap Nadia.

__ADS_1


"Nadia, aku besok udah ngajuin cuti, jadi kamu tenang aja ya.Sebenar nya Ara juga pengen banget nemenin kamu tapi hari ini dia udah gak masuk kerja, dan tugas nya udah numpuk buat di kerjain besok"jelas Sarah.


"iya tadi Ara juga udah ngomong gitu sama aku, makasih ya Sar kamu udah repot-repot kesini jagain aku"ucap Nadia.


"iya sama-sama Nad" jawab Sarah.


"oya, aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu...?"tanya Nadia.


"boleh dong, tanya aja"jawab Sarah.


"tapi janji ya jangan marah"pinta Nadia.


"jadi penasaran, iya janji "ucap Sarah.


"gimana perasaan kamu sama Bryan sekarang, kamu masih marah dan benci banget ya sama dia...? "tanya Nadia.


"hua....." sarah pura-pura menguap dan menutup mulut dengan telapak tangan nya.


"Sarah,maaf ya.Kalau kamu gak mau jawab sekarang gak apa kok"ucap Nadia.


"udah malam ni, kamu harus istirahat agar cepat pulih dan besok bisa pulang. Aku juga udah ngantuk banget"ucap Sarah mengalihkan pembicaraan.


"iya deh, good night"ucap Nadia dan memejamkan mata.


"maafin aku ya Nad, aku belum bisa bahas Bryan sekarang.Rasa nya masih terlalu sakit untuk di bahas."gumam Sarah dalam hati dan memejamkan mata nya.


"maafin aku Sar,aku tahu kok pasti hati kamu terasa sakit banget saat mendengar nama Bryan. Maka nya kamu lebih memilih untuk tidak membahas nya " gumam Nadia pula dalam hati.


Hingga Nadia dan Sarah tidur terlelap.


...


"Ara kamu udah baikan...? kalau kamu masih kurang enak badan harus nya kamu tetap di rumah dulu untuk istirahat sampai kamu benar-benar sehat "tanya Pak Haris saat berpapasan dengan Ara.


"saya udah baikan kok Pak, lagian banyak tugas yang sudah menunggu saya Pak"jawab Ara tersenyum.


"ya sudah kalau begitu, semangat Ara"ucap Pak Haris.


"terima kasih Pak, saya permisi dulu"ucap Ara pula dan pamit pergi dari hadapan Pak Haris.


Ara dan Pak Haris akan selalu bersikap formal di depan karyawan lain, karena Ara masih belum mau orang lain tahu bahwa dia dan Pak Haris sudah saling mengenal jauh dari sebelum Ara magang, apa lagi Ara adalah anak Pak Jackson salah satu pemilik saham di perusahaan Pak Haris.


Ara duduk di meja kerja nya, sebelum memulai kerjaan tidak lupa Ara menikmati secangkir kopi susu terlebih dahulu yang sudah menjadi kebiasaan nya setiap pagi.


"hufft.... semangat Ara" ucap Ara menyemangati diri nya.

__ADS_1


"semangat sayang"ucap Leo yang selalu ada di samping Ara kecuali ada kesibukan lain.


Ara tersenyum dan mengangguk lalu mulai bekerja.Sementara itu Leo duduk tidak jauh dari tempat duduk Ara hingga siang hari tiba menunjukkan pukul 11 siang.


tok.. tok.. tok... seseorang mengetuk pintu ruang kerja Ara.


"masuk" ucap Ara.


"supraise.... "ucap seseorang itu saat masuk ke dalam.


"Nadia..? "teriak Ara dan menghampiri Nadia lalu memeluk nya.


"Ara.... aku kangen"ucap Nadia.


"hmmm aku juga kangen, kok udah pulang gak bilang sih, padahal aku mau jenguk kamu entar sore"kata Ara yang keliatan kesal.


"jadi kamu gak senang ni aku dah pulang...?"tanya Nadia manyun.


"ya ampun jangan manyun gitu dong, sini duduk dulu" pinta Ara yang membawa Nadia duduk di tempat duduk Leo dan memberi isyarat Leo untuk beranjak dari tempat duduk nya.


"hmmmm iya iya" ucap Leo kesal.


"ada Leo ya...? "tanya Nadia.


"iya"jawab Ara mengangguk.


"Leo maafin aku ya"ucap Nadia.


"iya ,gak papa kok udah biasa selalu di nomor dua kan kalau kalau lagi ada kalian, nomor tiga malahan kalau ada Sarah juga"ungkap Leo.


"apaan sih sayang"ucap Ara.


"Leo ngomong apa Ra..? "tanya Nadia.


"kata nya udah biasa di dua kan bahkan di tiga kan kalau ada kalian, kamu dan Sarah maksud nya "jawab Ara.


"heheheh sory"ucap Nadia.


"udah gak papa, kamu ada apa kesini. Siapa yang antar dan kapan pulang dari rumah sakit.. ?"tanya Ara.


"duh banyak banget pertanyaan nya udah seperti wartawan aja "ucap Nadia.


"udah mirip wartawan belum..? ha.. ha..ha" tanya Ara dan tertawa.


***

__ADS_1


__ADS_2