Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_233


__ADS_3

Seno masih terus tersenyum melihat Ara yang wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


"Duh ... gimana dong ini," gumam Ara, masih tidak tahu harus bersikap seperti apa saat bertemu dengan pak Haris nantinya.


"Kak Ara, hei Kak!" Panggil Seno. "Kak Ara kenapa jadi heboh sendiri gitu sih. Tenang aja Kak, Om Haris sama sekali gak ada masalah kok, justru Om Haris kan yang minta Kakak untuk beristirahat tadi."


"Tetap aja malu dan gak enak Sen, saya takut om Haris beranggapan kalau saya gak profesional, mentang-mentang mau resign malah menunjukkan sikap buruk.


"Kalau menurut aku ya, sikap Kakak sama sekali gak buruk, memang salah ya kalau dalam bekerja sesekali kita akan merasa ngantuk, lelah, masih bisa di maklumi Kak, apa lagi untuk seorang Ara yang selalu disiplin dan bertanggung jawab atas kerjaannya. Jadi bisa di simpulkan bahwa hari ini Kakak benar tidak sengaja kan melakukannya," kata Seno.


"Makasih ya Sen udah percaya sama saya. Makasih juga karena kamu udah bantuin saya presentasi langsung depan om Haris," ucap Ara sembari mengulas senyum manisnya untuk Seno.


"Sama-sama Kak," jawab Seno juga membalas senyuman dari Ara. "Kak, mau makan bareng gak di kantin?" Tanyanya.


"Boleh," jawab Ara begitu saja. Ara yang biasanya menolak ajakan Seno, kini tampa basa-basi langsung menyetujuinya.


Seno tampak senang, terlihat dari senyumannya yang yang sumringah. Lalu mereka berdua bersama-sama pergi ke kantin.


"Seneng banget, ada apa Sen...?" Tanya Ara, terlihat jelas dari wajah Seno yang terus saja mengulas senyum tipis, Ara bisa melihat jika suasana hati Seno saat ini sedang sangat baik.


"Kak Ara tau aja, tapi seharusnya Kakak gak perlu nanya lagi apa alasan aku bisa sesenang ini, udah jelas karena Kak Ara," jawab Seno.


"Karena aku? (menunjuk dirinya), gimana bisa?" Tanya Ara menatap Seno dengan bingung.


"Bisalah Kak, Kak Ara yang biasanya selalu nolak kalau aku ajak ke kantin, bahkan selalu menghindar, kini dengan cepat langsung menyetujui ajakan aku," jelas Seno.


Ara tertegun, ia menatap pria yang ada di depannya saat ini, bagaimana bisa hanya dengan menerima ajakannya sudah membuatnya begitu bahagia. Ara jadi merasa sedikit bersalah terhadapnya, meskipun Seno pernah mengungkapkan bahwa dia mencintai Ara, akan tetapi dia tidak pernah sedikitpun melakukan hal-hal konyol untuk merusak hubungan Ara dan Leo seperti yang dilakukan oleh Karina dan Rolan. Malahan sikapnya terhadap Ara selama ini sangat baik, perhatian meskipun Ara tidak pernah meresponnya.


...


"Surprise !" Teriak Leo yang tiba-tiba ada di parkiran mobil perusahaan Ara bekerja, tapi entah kenapa kali ini ia tidak suka melihat kedatangan calon suaminya, terlihat dari ekspresi wajahnya yang datar dan tampak biasa saja.

__ADS_1


"Sayang, kamu ngapain ada di sini? Kenapa gak kabarin aku dulu?" Tanya Ara dengan wajah datarnya.


"Kejutan mau jemput kamu lah Sayang, kenapa? Kamu kayak keliatan gak suka gitu," kata Leo.


"Hm ... bukannya gak seneng, tapi aku ngantuk banget hari ini dan pengen cepat pulang ke rumah terus tidur," kata Ara.


"Beneran hanya karena itu ...?" Tanya Leo, ia tahu ada sesuatu yang Ara yang sembunyikan darinya saat ini. Tapi ia lebih memilih diam dari pada harus memancing amarah Ara saat ini.


"Iya Sayang, beneran kok," jawab Ara.


"Hm ... Ya udah, kalau gitu kamu pulang gih! Hati-hati ya Sayang," ucap Leo.


"Ya udah, yuk kita pulang," ajak Ara.


"Kamu duluan aja, aku naik taksi nanti," jawab Leo.


Ara mengerutkan keningnya, ia yakin saat ini Leo sedang salah paham dengan maksudnya.


"Iya, itu karena awalnya aku gak tau kalau kamu mau langsung pulang istirahat. Salah aku juga sih gak bilang ke kamu dulu tadi," jawab Leo. "Maaf ya Sayang, aku yakin pasti kamu kecapean, kurang istirahat, semua gara-gara aku kan yang ajak kamu pergi sampai larut malam," ucapnya.


Ara melihat tatapan sendu dari Sang pujaan hati, sama sekali tidak terbesit dalam hatinya ingin membuat Leo merasa bersalah apalagi berniat menghindarinya, tapi kali ini tubuh dan otaknya benar-benar lelah dan minta untuk segara diistirahatkan.


"Nih, sekarang aku antar kamu dulu pulang, setelah itu aku akan langsung pulang ke rumah kok," kata Ara sembari memberikan kunci mobil kepada Leo.


"Gak usah Sayang, rumah kita juga gak searah," tolak Leo.


"Bukannya udah biasa aku antar kamu, gak ada masalah tuh," ujar Ara.


"Iya Sayang, tapi biasanya kan kamu gak lagi capek, kita bisa makan atau jalan dulu baru kita pulang. Sekarang ini aku benar-benar kasian sama kondisi kamu," kata Leo, dapat dilihat jika Ara memang sedang lelah.


"Justru karena aku lagi capek, sekarang ini aku butuh yang nyetirin sampai ke rumah. Kalau kamu gak mau ya udah aku minta Seno aja ya yang nyetirin, aku yakin kok dia gak akan nolak," kata Ara.

__ADS_1


"Eh? Jangan dong Sayang, yuk kita pulang," ajak Leo. Entah Ara serius atau hanya main-main dengan ucapannya, yang jelas ia sangat tidak rela jika calon istrinya pulang bersama pria lain.


"Makasih Sayang," ucap Ara saat Leo membukakan pintu mobil untuknya, Leo hanya mengangguk dan mengulas senyum tipisnya.


Segera Leo menyalakan mobil dan menjalankannya.


"Sayang, boleh gak aku tidur dulu bentar. Mata aku benar-benar udah gak kuat, ngantuk banget," kata Ara.


"Ya boleh dong Sayang, kamu tidur aja," jawab Leo.


Ara mulai memejamkan matanya dan terlelap hingga mereka tiba di rumah Ara.


Setibanya di rumah Ara...


"Kasian kamu Sayang, ternyata kamu benar-benar kecapean banget. Untung aja kamu gak nyetir mobil sendiri, bisa bahaya banget. Maafin aku ya Sayang, ini semua juga gara-gara aku," gumam Leo sembari menatap wajah cantik dan mengelus rambut Ara dengan penuh kasih sayang.


"Sayang ... " panggil Leo lirih.


"Ehm ..." jawab Ara dan menggeliat.


"Kita udah sampai," kata Leo.


"Maaf ya aku tidurnya nyenyak banget, kalau gitu aku langsung pulang ya Sayang," ucap Ara.


Leo tersenyum menatap Ara yang sepenuhnya belum sadar, "Sayang, ini di rumah kamu. Aku yang mau langsung pulang biar kamu bisa lanjutin istirahat di rumah," kata Leo.


"Hah, rumah aku? Kok gak ke rumah kamu dulu sih," protes Ara.


"Gak papa Sayang, yang penting aku udah pastiin kamu sampai di rumah dengan selamat," kata Leo.


"Terus kamu pulang naik apa? Atau kamu bawa mobil aku aja ya," kata Ara yang masih mengantuk, membuat Leo gemas melihatnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2