
Nadia masuk ke ruang IGD menemui Bryan.
"Mas gimana keadaan nya sekarang..? " tanya Nadia kepada Bryan.
"kamu yang bawa saya kesini? " tanya Bryan pula.
"iya" jawab Nadia singkat.
"saya kan udah bilang saya gak kenapa-napa Mbak, tapi saya mau bilang makasih sama Mbak karena udah nolongin saya" ucap Bryan.
"iya Mas, tapi ini udah kewajiban saya,Mas seperti ini karena nolongin ambil tas saya dari pencopet" ucap Nadia.
"itu juga udah kewajiban saya Mbak, masa iya saya biarin ada pencopet kabur gitu aja" ucap bryan pula.
"permisi, Pak Bryan saya akan pindahkan Bapak ke ruang rawat inap sekarang" ucap Perawat yang masuk ke ruang IGD.
"iya Mas" jawab Bryan.
"Bryan.....? "gumam Nadia.
Nadia merasa tidak asing dengan nama yg di sebut oleh perawat tersebut.Nadia mengikuti perawat yang membawa Bryan ke ruang rawat inap.
"Mbak, terima kasih udah nolong saya .Saya udah hubungin orang tua saya, jadi Mbak udah boleh pulang" ucap Bryan.
"tapi paling gak saya tunggu Orang tua Mas dulu datang baru saya Pulang" ucap Nadia pula.
"gak perlu Mbak, di sini juga ada perawat dan dokter" bantah Bryan.
"hm... ya udah ini ada kartu nama saya, kalau ada apa-apa sama Mas, tolong kasih tau ke saya" pinta Nadia.
"baik Mbak" jawab Bryan.
"saya permisi dulu" pamit Nadia.
Bryan mengangguk.
...
"Pagi Mam,Pi" sapa Ara.
"pagi sayang"balas Papi dan Mami Ara.
"sarapan yuk sayang" ajak Mami.
Ara pun sarapan bersama kedua orang tua nya.
"Mi tadi malam gak jadi jenguk anak nya Tante Amara ya..? "tanya Ara.
"jadi dong " jawab Mami.
"kok gak ajak aku..? "tanya Ara lagi.
"bukan nya gak ajak kamu, tapi kamu nya udah tidur pulas, jadi Mami kamu gak tega mau bangunin" jawab Papi.
"masak..? memang nya iya Mi..? " tanya Ara kepada Mami nya .
Mami hanya mengangguk sambil terus mengunyah roti selai nya.
__ADS_1
"maaf deh, Ara ketiduran lanjut deh sampai Pagi tidur nya" ucap Ara.
"ya udah Papi pergi dulu ya Mi,sayang" pamit Papi Ara kepada Istri dan anak nya.
"Ara juga Mi mau kerja dulu" pamit Ara pula.
"iya hati-hati ya sayang-sayang nya Mami" ucap Mami.
Setelah berpamitan, bersalaman dan juga cipika cipiki, Ara dan Pak Jackson pergi ke Perusahaan tempat mereka bekerja dengan mengendarai mobil masing-masing.
...
"Ara.. " panggil Nadia.
"Nadia, ngapain kesini...? "tanya Ara.
"mau nyamperin kamu lah"jawab Nadia.
"iya aku tau, tapi ada apa? "tanya Ara lagi.
"ada yang mau aku bicarain sama kamu" jawab Nadia.
"ini baru jam 10. Tunggu sampai aku istirahat, aku masih ada kerjaan ,entar aku bisa di omelin sama Bu Jeni .kamu enak bisa keluar masuk Kantor ini karena pada tau kamu itu siapa" ucap Ara.
"ya itu kan salah kamu sendiri nutupin identitas, iya deh, aku tunggu di kantin ya " ucap Nadia.
"iya aku hanya mau disini mereka memandang aku karena.... " ucapan Ara terputus.
"melihat dari kemampuan bukan karena kedudukan, ya ya paham" lanjut Nadia.
"siap Bos" jawab Nadia dan pergi meninggalkan Ara.
"Ara kerjaan kamu sudah siap ?" tanya Bu Jeni tiba-tiba.
"Loh Bu Jeni" ucap Ara.
"kaget, saya dari tadi perhatiin kamu ya. Jangan mentang-mentang Pak Haris suka sama kerjaan kamu, terus kamu juga teman nya Mbak Nadia, kamu bisa suka-suka kamu ya ngobrol di jam kerja" omel Bu Jeni.
"Maaf Buk, ini kerjaan sedikit lagi siap kok" ucap Ara dengan santai.
Bu Jeni yang selalu di hadapi Ara dengan santai itu pun segera pergi meninggalkan Ara karena kesal.
" ada apaan..? "tanya Ara kepada Nadia saat di kantin.
"kamu itu dr semalem susah banget di hubungin kemana aja sih..? " tanya Nadia.
"hehe sory deh, sibuk sama Leo mumpung weekend, Mami Papi juga gak di rumah jadi lupa sama hp gak di cas" jawab Ara nyengir.
"kebiasaan deh" ucap Nadia kesal.
"maaf, cerita sekarang ada apa...? "tanya Ara.
Nadia mulai menceritakan kejadian yang ia alami bersama Bryan .
"nama nya itu Bryan" ucap Nadia.
"kebetulan aja kali, yang nama nya Bryan di dunia ini kan banyak" terang Ara.
__ADS_1
"iya juga sih aku udah sempat berpikir gitu juga, coba aja waktu itu Sarah ikutan liat pasti udah terungkap itu Bryan mantan suami nya atau bukan" ucap Nadia lagi.
"jadi kamu gak kerja hari ini...? "tanya Ara.
"aku cuti Ra,gak bakalan konsen kepikiran sama tu cowok, khawatir gimana keadaan nya" ungkap Nadia.
"Nadia tu cowok gak akan kenapa-napa ,lagian ini bukan kesalahan kamu 100% kok. Kamu udah bawa dia ke rumah sakit ,udah bayar juga biaya pengobatan nya, itu udah cukup kok"ucap Ara.
"iya sih, tapi tetap aja kepikiran" ucap Nadia.
" jangan-jangan jatuh Cinta ya sama tu cowok" ledek Nadia.
"Ara. .apaan sih, ya gak lah Ra " ucap Nadia.
"terus kenapa khawatir banget coba ...?"tanya Ara.
"Nama nya juga tanggung jawab ya harus benar-benar tau sampai kondisi nya pulih lah ,eh mau gak entar pulang kerja temenin aku liat, siapa tau Bryan masih di Rs" ajak Nadia.
"em... mau gak ya...?" ucap Ara.
"ayo dong, aku juga ajak Sarah kok, biar kita bertiga barengan, ya.. ya.. ya.. "pinta Nadia.
"iya deh iya, paling gak tega nolak nya, sekarang aku mau kerja lagi, tungguin ya" jawab Ara.
"makasih ya beb, aku tunggu" ucap Nadia.
Sepulang nya dari kantor, Ara dan Nadia pergi ke rumah sakit, sementara itu Sarah sudah menunggu mereka di depan rumah sakit.
"Lama banget nyampe nya"ucap Sarah saat Ara dan Nadia baru tiba.
"sory, tadi ada kerjaan tambahan dikit dari Bu Jeni"ucap Ara.
"perawan tua itu buat ulah terus deh sama kamu" ucap Sarah.
"hust udah, gak papa kok udah biasa" jelas Ara.
"kamu luar biasa" kata Sarah kepada Nadia dan mengacungkan dua jempol nya.
"udah yuk masuk" ajak Nadia.
Mereka bertiga masuk ke dalam Rumah sakit. Nadia menemui resepsionis terlebih dahulu untuk menanyakan Bryan masih ada atau tidak.
"yuk guys, pasien masih ada di ruangan yang sama kata nya sih besok baru boleh pulang" ucap Nadia.
tok.. tok.. tok.. Nadia mengetuk pintu ruang rawat inap Bryan dan masuk ke dalam, Bryan sedang sendiri karena Ibu nya baru saja pulang karena ada urusan.
"Mbak Nadia" gumam Bryan.
"loh kok kamu tau nama aku, tapi panggil Nadia aja ya gak usah Mbak" ucap Nadia.
"dari kartu nama kamu, terus kamu ngapain kesini Nadia....? "tanya Bryan.
"mau jenguk kamu, aku juga bawa temen yang mau jenguk kamu" ucap Nadia.
Ara dan Sarah membuka pintu dan melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar Bryan.
***
__ADS_1