
"maaf Buk" ucap Ara.
"kamu ini kenapa...? saya perhatikan hari ini kamu sangat tidak fokus, kalau ada masalah jangan kamu bawa-bawa ke kantor " ucap Bu Jeni.
"maaf buk, saya hanya sedikit kurang enak badan hari ini" jawab Ara.
" ya sudah kamu perbaiki ini secepatnya agar kamu bisa pulang cepat dan istirahat, saya mau besok pagi laporan yang baru harus sudah ada di meja kerja saya" ucap Bu jeni lagi.
"tapi bukan nya besok hari Sabtu dan Kantor libur Buk ? " tanya Ara.
"kerjain aja dan jangan banyak tanya" perintah bu jeni.
"baik Buk" jawab Ara.
Waktu sudah menunjukkan pukul jam 6 sore, Ara yang belum siap akan kerjaan nya itu memutuskan untuk lembur di kantor . Ara sangat berhati-hati dan tetap fokus agar laporan yang baru untuk Ibu Jeni cepat selesai dan tidak ada kesalahan lagi.
Tepat jam 9 malam Ara sudah selesai dengan kerjaan nya ,ia bersiap-siap pulang ke rumah dan tiba-tiba lampu dalam ruangan Ara bekerja padam.Ara merasa ketakutan dan menghidupkan lampu senter nya.
sekilas Ara melihat ada bayangan yang lewat di depan mata nya, Ara berusaha mencoba tenang dan berjalan perlahan keluar dari ruang kerja menuruni tangga dan....
"akhhhh......... " teriak Ara saat Leo tiba-tiba muncul di depan mata nya.
"hei.. Ara, aku Leo" ucap Leo memberitahu.
Ara membuka mata nya dan melihat, benar saja itu adalah Leo.
"Leo ,kamu itu buat kaget aja deh.Kirain hantu" ucap Ara.
"aku memang hantu sayang, hantu penjaga hati kamu" ucap Leo.
"iya iya aku lupa kalau kamu hantu" kata Ara kesal.
"udah jangan ngambek-ngambek, yuk aku temenin kamu pulang.
Ara dan Leo pulang ke rumah dengan Taxi online yang di pesan oleh Ara.
Setibanya di rumah, Mami menunggu Ara di ruang tamu .
"sayang, kamu pulang sama siapa...? kok gak sama Rio...? " tanya Mami Ara.
"Ara bisa pulang sendiri kok Mi" jawab Ara.
"kalau Mami tau kamu pulang selarut ini, Mami suruh Rio jemput kamu tadi, lagian Rio gimana sih masak dia gak tau kalau kamu belum pulang, terus kalau tau kenapa gak jemput...? " ucap Mami.
"udah lah Mi, Ara capek banget mau langsung ke kamar ya " pamit Ara.
"pasti berantem lagi kan kalian...?" tanya Mami Ara.
"udah lah Mi gak usah kepo" ucap Ara.
__ADS_1
"sayang kamu gak makan dulu...? " tanya Mami lagi.
"udah Mi " jawab Ara dan bergegas masuk lift menuju kamar nya dan di ikuti oleh Leo.
...
"kamu tunggu dulu ya aku mau mandi, setelah ini kita bicara " ucap Ara.
"em" jawab Leo mengangguk.
Selesai mandi, Ara dan Leo berbicara duduk di sofa kamar.
"Leo maafin aku ya atas kejadian tadi pagi,aku benar-benar gak nyangka kalau Rio akan berbuat seperti tadi,aku sungguh gak tau ,aku kira beneran kamu.Untung nya kamu segera datang kalau tidak,aku gak tau apa yang udah terjadi,maafin aku ya" ucap Ara menundukkan kepala.
"Ara, hei kamu gak usah merasa bersalah gitu. Aku percaya kok sama kamu, memang Rio nya aja yang brengsek udah memanfaatkan keadaan karena ambisi nya untuk memiliki kamu" ucap Leo pula.
"iya, aku beneran kecewa banget sama Rio,bilang nya ikhlas,tapi nyata nya apa" ungkap Ara kesal.
"udah ya gak usah di bahas lagi soal tadi pagi, aku udah gak mau lagi masuk ke dalam tubuh Rio, aku lebih nyaman jadi diri aku sendiri" ucap Leo.
"iya, aku juga gak mau kalau kamu ada di dalam tubuh dia lagi" ucap Ara pula.
Ara dan Leo tersenyum dan mencoba bersentuhan, dan alhasil mereka bisa berpelukan.
"begini langsung lebih baik kan" ucap Ara.
"iya bahagia banget rasa nya" ungkap Leo.
"pokok nya kita gak perlu bantuan Rio lagi, pertunangan aku dan Rio juga gak akan pernah terjadi lagi" ucap Ara.
"em" jawab Leo mengangguk.
Mereka berdua tersenyum bahagia dan akhirnya tertidur.
...
"Pagi sayang, hari libur kamu mau kemana....? " tanya Mami yang melihat Ara baru turun dengan pakaian rapi.
"ada janji sama temen kantor Mi" jawab Ara.
"oh... oh iya sayang entar malam keluarga Rio mau datang ke rumah buat ngebahas pertunangan kalian lagi, kebetulan Papa Rio dan Papi kamu hari ini juga pulang dari Malaysia, kamu ada waktu kan...? " ucap Mami Ara.
"ada kok Mi, ada yang mau Ara omongin juga sekalian " jawab Ara.
"mau ngomong apa sayang....?" tanya Mami.
"entar malam aja ya Mi biar sekalian " jawab Ara.
"em iya deh" ucap Mami.
__ADS_1
"Ara pergi dulu ya Mi, udah di tungguin" pamit Ara, lalu mencium tangan dan pipi Mami nya tersebut.
"Hati-hati ya sayang, ingat jangan pulang kesorean" ucap Mami lagi.
"iya Mami " jawab Ara dan keluar dari rumah.
...
Malam hari telah tiba, tepat jam 8 malam seperti yang sudah di janjikan, keluarga Rio telah tiba di rumah Ara.
Orang tua Ara menyambut kedatangan mereka, sementara Ara masih duduk terdiam di kamar nya bersama Leo.
"sayang kamu udah beneran yakin kan sama keputusan kamu...?" tanya Leo.
"iya 100 % yakin, bagaimana pun masalah ini gak boleh berlarut-larut dalam kebohongan " jawab Ara.
"iya udah entar aku boleh ya temenin kamu, duduk di samping kamu" pinta Leo.
"iya boleh lah sayang" jawab Ara tersenyum.
tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu kamar Ara.
Ara membuka pintu dan Rio yang ada di hadapan nya.
"Ara, Leo.... Ara kamu udah di tungguin di bawah" ucap Rio.
"iya kamu duluan aja, entar aku sama Leo nyusul" ucap Ara.
Rio meninggalkan Ara dan Leo, tidak lama kemudian Ara dan leo juga turun ke lantai bawah.
Di saat semua berkumpul, Leo ikut duduk di kursi kosong tepat di samping Ara.
"Loh Rio kamu duduk nya samping Ara aja " perintah Mami Ara.
Rio hendak pindah duduk di samping Ara, tetapi Ara menolak nya karena ada Leo dan Rio tahu akan hal itu.
"gak perlu ,kamu duduk aja di situ" ucap Ara sinis dan membuat semua keheranan.
"Ara gak boleh gitu dong" ucap Mami Ara.
Ara tidak menggubris Mami nya dan malah mengalihkan topik pembicaraan.
"Maaf Om tante kata Mami ada yang mau di bahas ya, soal apa...? " tanya Ara.
"oh iya ini soal pertunangan kamu sama Rio yang sempat tertunda" jawab Papa Rio.
"Tapi sebenar nya ada yang mau Ara sampaikan juga kepada semua yang ada disini...? " ucap Ara.
"apa Ra....?" tanya Mami Ara dan semua menatap Ara keheranan.
__ADS_1
"Maaf Ara gak bisa lanjutin bertunangan sama Rio karena Ara gak pernah Cinta sama Rio " jelas Ara.
***