
"kamu serius sayang...?"tanya Mami Rolan.
"iya Mi, Mami tau kan masalah aku apa. Ini semua gara-gara chef itu tiba-tiba pergi gitu aja karena dapat tawaran di luar Negeri"jawab Rolan.
"hm....boleh saja sih kalau Bu Jasmine setuju"ucap Mami Rolan.
"ya udah kalau gitu aku boleh gak minta alamat rumahnya Bu Jasmine Mi"pinta Rolan.
"Mami tidak tahu"Mami Rolan menggelengkan kepalanya.
"kontaknya...?"tanya Rolan.
"tidak tahu juga"jawab Mami Rolan dan menggeleng lagi.
"Mami harus tolong Rolan ya besok pagi kalau Bu Jasmine udah datang, bangunin Rolan ya. Rolan mau ngomong langsung"pinta Rolan.
"iya sayang, besok Mami pasti bangunin kamu"jawab Bu Tania.
"makasih ya Mi selalu dukung Rolan"ucap Rolan.
"iya sama-sama"jawab Mami Rolan.
Keesokan hari...
"ada apa Mas...? saya sedikit terkejut waktu Ibu Bilang Mas Rolan mau bicara sama saya"tanya Bu Jasmine.
"oh iya gini Bu, Ibu mau gak jadi chef di restaurannya Rolan...?"tanya Rolan.
"ini serius Mas, jadi chef...?"tanya Bu Jasmine tidak percaya.
"serius, Ibu mau...?"jawab Rolan dan bertanya lagi.
"Ibu gak nyangka aja,menjadi chef itu adalah impian Ibu dari kecil, sayang nya tidak ada yang mendukung dan tidak ada biaya juga untuk memulai bisnis sendiri"ungkap Bu Jasmine.
"benarkah, jadi Ibu gak boleh dong nolak tawaran saya"ucap Rolan.
"tapi kenapa harus saya...?"tanya Bu Jasmine.
"chef saya yang lama pergi gitu aja Bu setelah dapat tawaran kerja di luar negeri, dan saya udah rasa semua masakan Ibu enak-enak, jadi saya rasa Ibu memang pantas menjadi chef saya yang baru,Ibu mau ya"terang Rolan.
"iya Ibu mau, tapi bagaimana dengan kerjaan Ibu di sini...?"Bu Jasmine bingung.
"tidak usah khawatir Bu Jasmine, dengan Ibu menyetujui menjadi Chef di restauran Rolan,itu sama sekali tidak menjadi masalah Bu, di sini masih ada Bi Jum yang bisa sambil masak, saya juga kadang masih sempat masak kok Bu"ucap Bu Tania yang tiba-tiba muncul.
"baiklah Bu terima kasih banyak, kalau begitu saya setuju, terima kasih banyak Bu Tania Mas Rolan"ucap Bu Jasmine.
__ADS_1
"sama-sama Bu"jawab Bu Tania.
"iya sama-sama Bu Jasmine"jawab Rolan pula.
"syukurlah, paling tidak walaupun jujur ke Nadia kalau aku di pecat tapi aku punya kerjaan baru"gumam Bu Jasmine dalam hati dan tersenyum.
...
Sementara Nadia dan Sherin ada di rumah sakit setelah mendengar kabar dari Dokter Andre bahwa kondisi Dokter Herman kembali kritis dan di pindahkan ke ruang ICU.
"Papa... Papa kenapa Pa, bangun Pa"teriak Nadia dan menangis dari balik kaca jendela ICU.
Saat ini belum ada yang di perbolehkan masuk karena Dokter Herman masih di periksa oleh Dokter Andre.
"Papa.... "panggil Nadia.
"Nadia kamu harus sabar ya, harus kuat, kita doakan yan terbaik untuk Papa kamu ya"ucap Sherin.
Tidak lama kemudian Dokter Andre keluar dan menemui Nadia.
"Nadia, Dokter Herman ingin bertemu dengan kamu"ucap Dokter Andre.
"terimakasih banyak Dok"ucap Nadia.
"Pa"panggil Nadia.
"Nadia kamu udah datang Nak"ucap Dokter Herman.
Nadia mendekat lalu memegang tangan Papa nya.
"ini Nadia Pa, Papa kenapa bisa kayak gini sih...?"tanya Nadia.
"Papa tidak kenapa-kenapa kok sayang,Nadia terima kasih ya kamu sudah selalu menemani hari-hari terakhir Papa, kalau terjadi apa-apa sama Papa setidaknya Papa bisa pergi dengan tenang"ucap Papa Nadia terbata-bata.
"Papa ngomong apa sih Pa, Papa pasti baik-baik aja kok"ucap Nadia mulai menangis.
"jangan nangis sayang,Nadia harus selalu tersenyum ya. Nadia harus janji sama Papa harus jaga Mama dengan baik, jangan tinggalkan Mama seperti Papa dulu tinggalkan kalian"ucap Dokter Herman lagi dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"Pa udah ya, sekarang Papa istirahat biar cepat sembuh, Nadia gak akan ganggu waktu istirahat Papa"ucap Nadia.
Nadia hendak pergi,akan tetapi Dokter Herman menarik tangan Nadia.
"sa.. yang maaf untuk semua kesalahan Papa ya"ucap Papa Nadia.
"Pa, gak ada yang perlu di maafkan lagi.Papa coba liat di sana ada Mama, ada Om Boby, mereka doain Papa supaya cepat sembuh"ucap Nadia menunjuk ke arah kaca.
__ADS_1
Dokter Herman tersenyum manis melihat ke arah Pak Boby dan Bu Jasmine seakan senyum itu adalah senyum terakhirnya.
"Papa liat kan, jadi udah ya jangan ngomong macam-macam lagi, Papa istirahat sekarang, Nadia mau Papa cepat sembuh"ucap Nadia.
Dokter Herman tersenyum dan perlahan menutup matanya sehingga membuat Nadia panik.
"Pa.. Papa.. Papa kenapa Pa, bangun Pa"Nadia menggunjang tubuh Dokter Herman.
Dokter Andre dan Suster segera masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat kondisi Dokter Herman.Sementara Nadia menunggu di luar dengan menangis yang tiada henti.
"sayang kamu berdoa yang terbaik untuk Papa kamu ya"ucap Bu Jasmine.
Akan tetapi takdir tidak bisa di elak, apa yang sudah Tuhan tuliskan tidak bisa di ubah oleh siapapun sehingga manusia hanya bisa pasrah dan ikhlas menjalaninya.
Dokter keluar dari ruang ICU memberitahu bahwa nyawa Dokter Herman sudah tidak dapat tertolong lagi, betapa sakit dan hancurnya hati Nadia saat itu, ia segera berlari menghampiri jasad Papa nya.
"Pa.. Papa bangun Pa, gak lucu bercanda nya, Papa..... "panggil Nadia dengan isak tangisnya.
"sayang, yang sabar"ucap Mama Nadia berusaha menenangkan Nadia.
Bu Jasmine juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya,harapannya untuk membina kembali keluar kecilnya telah sirna.
"maafkan aku Mas, kenapa kamu harus pergi di saat aku dan Nadia butuh kamu"gumam Bu Jasmine dalam hati.
"Herman, maafkan aku"gumam Pak Boby dalam hati.
"Papa.... bangun Pa, Nadia mohon, Papa lupa ya Papa janji kan mau ikut Nadia pulang, Papa juga janji katanya mau liat Nadia lanjutin kuliah s2 kedokteran,bangun Pa....... "ucap Nadia dengan deraian air mata.
"Bu Jasmine ada yang mau saya sampaikan"ucap Dokter Andre.
"Suster Sherin titip Nadia ya"ucap Bu Jasmine.
"iya Bu"jawab Sherin.
"Pa... Nadia gak sanggup Pa, kita baru aja ketemu, kenapa harus pisah lagi Pa, Pa Nadia mohon bangun Pa, Papa..... "ucap Nadia lirih.
"Nadia kamu harus kuat, Papa kamu udah gak sakit lagi, memang nya kamu tega liat Papa kamu hidup tapi terus ngerasain sakit, gak kan"ucap Sherin.
"Papa pasti sembuh Sher"ucap Nadia.
"Bu, Nadia harus segera melakukan operasi transplantasi ginjal yang kedua hari ini juga"ucap Dokter Andre.
Bu Jasmine terkejut mendengar ucapan Dokter Andre.
***
__ADS_1