Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_201


__ADS_3

"hati-hati ya sayang, ingat jangan centil-centil sama sekretaris kamu itu"pesan Ara saat tiba di Perusahaan-nya bekerja.


"iya sayang, gak akan aku kasih celah buat cewek lain karena cuma kamu yang ada di hati kau, only you"ucap Leo tersenyum.


"oke aku percaya, kalau gitu aku masuk dulu ya"ucap Ara.


"ya sayang, aku juga mau langsung jalan"jawab Leo.


"oke, da....."Ara melambaikan tangan tanda perpisahan.


"da... sayang"balas Leo lalu menjalankan mobilnya berlalu dari pandangan mata Ara.


Setibanya di Perusahaan...


Saat yang bersamaan,Karina juga baru tiba dan melihat Leo di parkiran mobil. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Karina segera melangkahkan kaki menghampiri Leo sehingga mereka tampak bersama berjalan memasuki Perusahaan.


"Pak jangan lupa nanti siang kita ada meeting di luar sama Pak Toni dari perusahaan Jaya Group"ucap Karina mengingatkan.


"Karina ini masih pagi, lagi pula kita belum masuk, apa tidak bisa kamu memberitahunya saat saya sudah berada di dalam kantor"bentak Leo.


"maaf Pak saya hanya sekedar mengingatkan"ucap Karina.


"iya saya ingat, terimakasih"ucap Leo singkat lalu berjalan lebih cepat meninggalkan Karina.


"pagi-pagi udah ngerusak mood bahagia orang aja, kamu pikir aku gak tau itu cuma modus kamu aja buat dekat-dekat sama aku, aku gak akan biarkan itu terjadi Karina"gumam Leo.


"mau sampai kapan kamu cuek sama aku Leo, liat aja nanti aku pastikan kamu akan jadi milik aku lagi apapun itu caranya"gumam Karina pula.


...


"aku benar-benar minta maaf ya soal Mama, kamu gak perlu mikirin itu, aku gak mau itu jadi beban pikiran kamu"ucap Cinta.


"aku gak papa kok, jika memang itu syaratnya untuk menikah dengan kamu,pasti akan aku usahakan"jawab Beni.


"enggak, gak perlu. Aku gak nyangka Mama masih aja mata duitan seperti dulu, padahal suami nya yang sekarang itu kaya dan punya perusahaan di luar Negeri, apa dia gak puas sampai harus minta uang sama calon suami anaknya sendiri,bahkan dia gak peduli aku lagi hamil"ucap Cinta yang merasa sangat kecewa.


"sayang, kamu jangan ngomong gitu, bagaimanapun juga itu Mama kamu"ucap Beni.


"dia itu cuma wanita yang melahirkan aku Ben, tapi gak pernah sedikitpun Mama memperlakukan aku seperti seorang anak, selalu sibuk dengan dunia-nya sendiri, wajar aja Papa gak tahan sama sikap Mama dan pergi ninggalin kita Ben"cerita Cinta tentang masa lalu-nya yang kelam.


"udah sayang, gak usah di terusin"larang Beni lalu menarik tubuh cinta ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"kalau kita bisa menikah tanpa restu kedua orang tua kamu, kita juga bisa menikah tanpa restu Mama aku, aku cuma butuh Kakek karena aku gak tau keberadaan Papa aku ada dimana"ucap Cinta.


"kamu yakin...?"tanya Beni sambil menatap wajah Cinta.


"aku yakin Ben, aku juga gak perlu kok pesta mewah seperti yang di minta Mama aku, aku mau kita nikahnya sederhana aja, cukup undang orang-orang terdekat kita"jawab Cinta meyakinkan.


Dari sorotan matanya terlihat jelas bahwa Cinta sangat serius dengan ucapannya.


"terus gimana kalau Mama kamu gak datang di pernikahan kita...?"tanya Beni lagi.


"aku gak peduli Ben, aku cuma butuh Kakek"jawab Cinta.


"ya udah kalau itu mau kamu, sore ini kita ke Bandung dan bicara lagi sama Kakek untuk mempersiapkan acara pernikahan kita"ajak Beni.


"kamu serius..?"tanya Cinta.


"serius sayang, lagi pula aku udah ambil cuti 2 hari ,jadi kita bisa nginap di Bandung malam ini"jawab Beni.


"makasih ya sayang"ucap Cinta melebarkan senyum-nya.


"sama-sama sayang"jawab Beni juga membalas senyuman kekasih-nya itu.


...


"Leo cuma teman biasa, bukan Leo yang gue peduliin tapi Ara, gue tau Ara bahagia sama Leo, jadi gak akan gue biarin loe sampai ngerusak hubungan mereka"jawab Arka.


Rolan menatap Arka dengan kebingungan, dari sorotan mata dan gaya bicara Arka, terlihat jelas bahwa Arka memang sangat peduli kepada Ara.


"loe suka juga kan sama Ara...?"tebak Rolan.


"Ara itu cinta pertama gue yang dulu pernah gue ceritain sama loe"ungkap Arka.


"yang loe bilang temen loe dari jaman sekolah itu...?"tanya Rolan.


"iya itu Ara, tapi sayangnya saat gue kembali dan bertemu Ara lagi ,dia sudah mempunyai tambatan hati, jadi sama sekali gak ada kesempatan buat gue"terang Arka sedikit menunjukkan wajah kecewa.


"Ara tau loe pernah suka sama dia...?"tanya Rolan yang semakin penasaran.


"mau tau aja loe, yang penting gue ingatin sama loe jangan sampai loe ngerusak hubungan mereka atau gue gak akan segan buat habisin loe"ancam Arka.


"wuih takut"ucap Rolan meledek.

__ADS_1


"terserah loe aja, gue cabut dulu ya"ucap Arka sembari menyambar kunci mobil dan jaket yang ia letakkan di sofa.


"hati-hati ya Ka, besok loe gak perlu lah datang buat cek kondisi gue, segitu perhatiannya loe sama gue"teriak Rolan.


"cih kalau bukan karena Tante dan Ara yang minta tolong, gue juga males banget"gerutu Arka.


Arka melangkahkan kaki keluar dari rumah Beni menuju ke mobilnya.


...


Dari kejauhan Ara melihat seorang wanita menghampiri Leo yang sedang berada di parkiran mobil.


"Pak Leo sepertinya ban mobil Bapak kempes deh"ucap Karina sambil menunjuk ban depan mobil Alex pada sebelah kiri, sementara mereka sedang berada di sebelah kanan mobil.


Leo mengerutkan kening saat melihat ternyata yang Cinta katakan benar bahwa ban mobil-nya kempes.


"mata kamu jeli banget ya, saat kita sedang berada di sebelah kanan mobil bahkan masih di belakang tapi kamu udah tau kalau ban depan sebelah kiri bocor.


"iya aku liat seperti ada yang salah aja tadi sama mobil kamu Leo, ternyata benar"ucap Karina gugup.


"oh... liat seperti ada yang salah"Leo mengulangi perkataan Karina sambil tersenyum mencibir.


"iya Yo"jawab Karina.


"kenapa kamu panggil saya pakai nama....?tadi masih sopan pakai Bapak"tanya Leo.


"ya ampun Yo kaku banget,ini tuh udh di luar kantor"kata Karina sembari memegang lengan Leo.


"jangan pegang-pegang"larang Leo lalu melepaskan tangan Karina serta menjauhinya.


"maaf ya Yo,sekarang kamu pulang bareng aku aja gimana...?"tawar Karina.


"gak perlu"bantah Ara yang berjalan menghampiri mereka.


"hai sayang... "sapa Leo tersenyum.


"hai juga sayang... "balas Ara juga tersenyum.


Seketika wajah Karina berubah memerah karena menahan amarahnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2