
"Ra, aku serius"ucap Cinta.
"maksudnya kamu sekarang ngerasa kalau kamu hamil...?"tanya Ara.
"iya Ra, karena aku juga searching di google ciri-ciri wanita hamil semuanya sama persis"terang Cinta.
"kamu udah tes...?"Ara bertanya sembari memegang pundak Cinta
Cinta tertunduk dan menggeleng kepalanya.
"Ta yang tenang ya, aku yakin perkiraan kamu pasti salah, kamu mungkin hanya masuk angin biasa"ucap Ara menenangkan Cinta.
"Ra, kamu tunggu ya"pinta Cinta.
Cinta mengeluarkan Testpack dari dalam tas nya dan menunjukkan kepada Ara.Ara mengangguk menyetujuinya.
Lima menit berlalu akan tetapi Cinta belum juga keluar dari toilet, Ara yang merasa khawatir mencoba untuk menanyakan hal itu kepada Cinta.
"Ta hasilnya gimana...?"tanya Ara.
Bukan jawaban yang Ara dengar, melainkan tangisan dari Cinta.
hiks.. hiks.. hiks..
"Cinta, Cinta kenapa kamu nangis, buka pintunya Cinta"panggil Ara sembari mengetuk pintu toilet.
Cinta membuka pintu toilet, lalu ia keluar dan memberikan hasil testpack kepada Ara.
"positif....?"mata Ara terbuka lebar tidak mempercayai apa yang ia lihat.
"iya Ra, masa depan aku benar-benar hancur"ucap Cinta lirih.
"Cinta, jangan ngomong gitu ya. Kita akan cari solusinya sama-sama"ucap Ara lalu memeluk Cinta.
"Ara, Cinta kenapa kalian lama banget...?"tanya Sarah yang menyusul bersama Nadia.
"iya ,kita khawatir jadi nyusul kalian kesini"sambung Nadia.
"Cinta kamu kenapa...?"tanya Sarah yang melihat Cinta menangis.
Ara melirik Cinta pertanda menanyakan apakah Ara boleh memberitahu soal testpack yang Ara simpan saat melihat Sarah dan Nadia datang. Cinta mengangguk, lalu Ara pun menunjukkan testpack tersebut.
"ini apa....?"tanya Sarah.
"itu testpack lah Sar"jawab Nadia.
"iya tau, punya siapa....?"tanya Sarah lagi.
hiks.. hiks.. hiks... tiba-tiba tangis Cinta bertambah.
__ADS_1
"hust.... Cinta jangan kenceng-kenceng nangisnya, entar yang lain pada liat sini"ucap Nadia.
"gak bisa di biarin Rolan harus tanggung jawab"ucap Sarah dan hendak pergi.
"Sar jangan, tanya dulu apa mau nya Cinta"ucap Ara.
"please jangan kasih tau dulu ini ke cowok-cowok apa lagi sampai Beni tau,aku belum siap"pinta Cinta.
Ara dan yang lainnya mengangguk menyetujui permintaan Cinta.
...
"sayang kamu lagi kerjain apa...?"tanya Mami Leo dan membawakan segelas susu untuk anaknya itu .
Leo sedang sibuk mengerjakan sesuatu, ia terfokus pada laptop nya sehingga tidak menyadari ada Mami nya yang masuk ke dalam kamar.
"Dika masih ada kerjaan dikit Mi"jawab Leo.
"jangan tidur larut malam ya sayang, kesehatan kamu jauh lebih penting"ucap Mami Leo.
"iya Mami sayang"jawab Leo.
"Sayang boleh Mami tanya sesuatu sama kamu...?"tanya Mami Leo.
"tanya aja Mi"jawab Leo.
"umur kamu dan Ara kan sudah tidak muda lagi ya,kalian juga tunangan sudah satu tahun, apa kalian pernah bahas masalah menikah...?"tanya Mami Leo.
"Mi, untuk saat ini kita berdua masih sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, jadi belum ada bahas masalah pernikahan"jawab Leo.
"kapan kalian tidak sibuk lagi, Mami lihat semakin sibuk saja karena tanggung jawab yang di berikan kepada kalian semakin besar"ucap Mami Leo.
"Mi, Ara punya impian mau bangun perusahaan sendiri sebelum ia menikah"terang Leo.
"tapi kapan sayang,kenapa sih Ara harus susah-susah kerja mati-matian di perusahaan orang lain, terus mau bangun Perusahaan dengan jerih payahnya sendiri, padahal Papi Ara itu punya Perusahaan dimana-mana, Ara tinggal pilih saja mau yang mana, kalau Ara mau perusahaan sendiri, Mami rasa Pak Jackson juga tidak keberatan"ucap Mami Ara.
"itu bedanya Ara dengan wanita-wanita lain Mi, Ara itu mandiri, dia gak mau ketergantungan dengan orang lain meskipun keluarganya sendiri"ucap Leo.
"tapi hubungan kalian kan yang tergantung"ucap Mami Leo.
"Mi udahlah,Dika juga belum mau kok nikah sekarang"ungkap Leo.
"Ya sudah semua terserah kalian saja, mungkin kamu mau lihat Mami sudah tidak bernyawa dulu baru akan menikah"ucap Mami Leo.
"Mami jangan ngomong macam-macam dong"pinta Leo.
"Mami hanya mau melihat kamu dan Ara menikah sebelum Mami pergi sayang, kamu juga tahu kan bagaimana kondisi kesehatan Mami saat ini,Mami mau punya cucu"ungkap Mami Leo.
Leo paling tidak bisa menolak permintaan wanita yang telah melahirkannya itu, apa lagi dia bisa melihat bagaimana wajah iba Mami nya di saat menginginkan anak satu-satunya menikah dan punya anak.
__ADS_1
"ya udah besok Dika omongin ya sama Ara,sekarang Mami istirahat"ucap Leo.
"benar ya, janji"ucap Mami Leo.
"iya janji Mi"ucap Leo.
"ya sudah kamu jangan tidur larut malam ya, Mami mau tidur dulu"ucap Mami Leo lalu keluar dari kamar Leo dan kembali ke kamarnya.
...
"Ara, sayang bangun pindah ke kamar gih"Bu Maria membangunkan Ara yang tertidur di ruang TV.
"Mi udah pagi ya...?"tanya Ara.
"belum sayang, kamu pindah ke kamar ya, katanya temenin Mami nonton, malah TV yang nonton kamu tuh"ucap Mami Ara.
"he.. he.. he.. maaf Mi film nya bikin ngantuk sih"ucap Ara.
"ya sudah sana ke kamar, atau mau tidur sama Mami...?"tanya Mami Ara.
"Ara ke kamar aja ya Mi"ucap Ara lalu pindah ke kamarnya.
Sebelum kembali memejamkan mata, Ara melihat ada pesan watshap di ponselnya dari Leo.
Keesokan hari Leo menemui Ara pada saat jam istirahat siang.
"kamu mau ngomong apa sayang sampai harus sekarang banget...?"tanya Ara.
"iya aku mau ngomong serius sama kamu, kamu sayang sama aku...?"tanya Leo.
"sayang"jawab Ara.
"cinta...?"tanya Leo.
"pertanyaan apa sih ini, ya cinta lah"jawab Ara.
"kamu mau nikah sama aku..?"tanya Leo lagi.
"sayang kamu kenapa sih...?"tanya Ara balik.
"jawab aja"pinta Leo.
"ya mau, emang kenapa...?"jawab Ara dan bertanya.
"aku mau bulan depan kita nikah"ucap Leo.
"hah... aku gak salah dengar, kita udah pernah loh bahas ini, kenapa jadi mendadak gini, kamu pikir nikah itu buat main-main"ucap Ara.
Ara syok mendengar Leo yang tiba-tiba mengajaknya menikah bulan depan, ia tidak peduli jika sekarang orang di sekeliling memperhatikan mereka.
__ADS_1
"terus kapan kamu mau nikah sama aku...? tunggu kamu berhasil mendirikan Perusahaan, aku bisa kok bantu kamu, yang penting kita nikah dulu, kamu masih bisa kok wujudkan semua impian kamu meskipun kita udah nikah, aku gak akan menghalangi cita-cita kamu Ra"ucap Leo.
...****************...