
Ara mengerutkan keningnya masih tidak percaya dengan ucapan tunangannya itu.
"kenapa malah bengong ,nih pakai terus naik"ucap Leo sembari memberikan helm kepada Ara.
Ara tetap terdiam mematung.
"sini sayang"Leo menarik tangan Ara lalu memakaikan Ara helm tersebut.
"ini kamu serius sayang...?"tanya Ara.
"serius sayang, bukannya kamu pernah bilang ya mau mengelilingi kota Jakarta tanpa macet bareng aku"ucap Leo mengingatkan.
Flashback on...
"duh kenapa macet gini sih"protes Ara.
"yah namanya juga Jakarta, sabar dong sayang"ucap Leo.
"tapi kita bisa telat nontonnya sayang"protes Ara lagi.
"ya ampun kan masih ada jam tayang lain, kita pasti tetap bisa nonton hari ini kok"ucap Leo.
Brum.. brum.. brum..brum... sekumpulan gank motor menyalip begitu saja di samping mobil dan mengambil posisi paling depan.
"coba aja naik motor, pasti kita gak akan kena macet panjang kayak gini"ucap Ara berandai-andai.
"memangnya kamu mau naik motor...?"tanya Leo.
"mau lah, tapi sayangnya aku gak bisa bawa motor ,cuma bisa bawa sepeda aja waktu kecil, setelah beranjak remaja di ajarin bawa mobil ,karena emang gak ada motor di rumah"jelas Ara.
"kalau aku bisa ajak kamu naik motor, kamu mau kemana...?"tanya Leo.
"hm.. aku mau kita keliling kota Jakarta, menikmati semilir angin tanpa macet"jawab Ara.
"ya udah suatu saat aku ajak kamu naik motor ya"ucap Leo.
"emangnya kamu bisa, di rumah kamu juga gak ada motor"gumam Ara.
Leo hanya tersenyum mendengar gumaman Ara.
Flashback off...
"ya udah yuk naik"ajak Leo setelah selesai memakaikan Ara helm.
"yuk"jawab Ara dan langsung saja naik ke motor Leo.
Leo melajukan motornya di tengah semilirnya angin, Ara yang baru pertama kali di gonceng naik motor oleh Leo sangat menikmatinya,Ara memeluk erat pinggul Leo sambil sesekali bersorak dan melambaikan tangannya ke atas.
"ha... "sorak Ara.
"hu... "sorak Leo pula.
__ADS_1
"ha.. ha.. ha.. "tawa mereka berdua.
"sayang kamu seneng gak...?"teriak Leo, karena berbicara pelan di motor tidak akan terdengar akibat angin yang berlawanan dan bisingnya suara motor.
"apa...?aku gak denger"tanya Ara yang berteriak juga.
"kamu seneng gak...?"Leo mengulangi pertanyaannya.
"seneng...... "teriak Ara kencang, ia tak peduli ada beberapa pengendara yang memperhatikan karena teriakan mereka, Ara memang seperti anak kecil yang kegirangan mendapat permen dan coklat dari orang tuanya.
Leo merasa sangat bahagia melihat Ara bahagia karena dirinya nya, akan tetapi Leo tahu setelah ini pasti akan ada pertanyaan-pertanyaan dari Ara yang harus ia jawab seperti ini motor siapa...? dan bla bla lainnya, yang terpenting saat ini ia bisa melihat Ara tertawa bahagia merupakan kebahagiaan terbesar untuknya.
...
"Arka..... "panggil Sherin membuyarkan lamunan Arka.
"cantik"gumam Arka.
"ha kamu ngomong apa..?"tanya Sherin karena tidak mendengarnya.
Arka terpesona melihat kecantikan Sherin malam ini, berbeda dari hari lainnya,Sherin tampak anggun menggunakan dress di atas lutut berwarna pink muda dan wedges serta rambutnya yang di buat bergelombang membuat wanita tersebut tampil seksi, rasanya seperti mereka mau kencan padahal Beni meminta tolong kepada Arka dan Sherin untuk menemaninya dan Cinta fitting baju pengantin.
"Arka.... "panggil Sherin lagi.
"eh iya Sherin ayo masuk mobil"ajak Arka lalu membukakan pintu mobil untuk Sherin.
Sherin jadi salah tingkah dan malu sendiri karena di perhatikan oleh Arka, sampai untuk memasang sabuk pengaman saja rasanya tidak bisa karena gugup.
dug..dug..dug..jantung Sherin terasa berdetak lebih cepat saat wajah Arka sangat dekat dengan wajahnya,terlebih lagi saat mata mereka saling bertemu dan bertatapan.
"ehm udah siap"ucap Arka lalu menjauh dari Sherin karena tidak ingin terperangkap lebih dalam lagi terpesona oleh kecantikan sherin.
"makasih Ka"ucap Sherin.
"ehm"jawab Arka singkat lalu melajukan mobil.
Setibanya di butik Anyelir...
"akhirnya datang juga kalian"ucap Beni saat Arka dan Sherin menghampirinya.
"iya lah demi sahabat gue yang mendadak banget kabarin mau nikahnya"jawab Arka
"he..he..he.. sorry deh Ka"ucap Beni.
"Ben,Cinta mana...?"tanya Sherin tiba-tiba.
"lagi cobain gaun pengantin,entar juga ke sini kok"jawab Beni.
"oh..iya Ben"ucap Sherin.
"gimana Ka perkembangan hubungan kalian...?"tanya Beni sembari melirik Sherin.
__ADS_1
"hubungan apa, kita gak ada apa-apa kok"jawab Arka.
Sementara itu Sherin hanya terdiam pura-pura tidak mendengar ucapan Arka dan Beni.
"ya ampun Ka, cantik loh ini, takut keburu di sambar orang duluan"bisik Beni.
"apaan sih loe"tepis Arka.
Cinta keluar dengan anggunnya mengunakan gaun bernuansa putih, Beni sangat terkagum melihat keindahan di depannya sehingga sulit untuk berkedip.
"gimana Ben bagus gak...?"tanya Cinta.
"woy malah bengong lagi, calon istri loe nanyain loe tuh"ucap Arka mengguncang tubuh Beni sehingga Beni tersadar dari lamunannya.
Beni melangkahkan kaki mendekati Cinta.
"kamu cantik banget, jadi gak sabar mau nikah"puji Beni.
"makasih sayang, kamu juga tampan dengan setelan jas ini"ucap Cinta lalu memuji Beni juga.
Alah gombal banget sih loe berdua"ucap Arka.
"syirik bilang loe, makanya cepetan nikah juga sama Sherin"ucap Beni.
Sherin terkejut mendengar namanya di bawa-bawa dan wajahnya memerah karena malu, sementara Arka pura-pura tidak mendengar ucapan sahabatnya itu.
...
"ini sayang"Leo memberikan sebotol minuman dingin untuk Ara.
Mereka duduk di sebuah pusat taman bermain, di situ sangat ramai para orang tua yang membawa anak-anak karena adanya permainan seperti ayunan, prosotan dan yang lainya, ada juga pasangan muda mudi seperti Ara dan Leo yang hanya sekedar duduk menikmati cemilan yang di jual oleh pedagang kaki lima.
"sayang makasih ya aku happy banget malam ini"ucap Ara.
"sama-sama, ngeliat kamu happy buat aku juga happy sayang"ungkap Leo.
"oh ya kamu belum cerita ini motor siapa...? kenapa bilang dia temen kamu...?"tanya Ara, seperti dugaan Leo, pertanyaan ini pasti akan datang padanya.
"itu motor aku sayang, namanya Maco. Dia yang selalu menemani aku dari aku SMA sampai kuliah"terang Leo.
"apa, marco....? ha.. ha.. ha.. (tertawa) ,kamu ada-ada aja sih sayang"ucap Ara.
"kenapa kamu tertawa, aku serius"ucap Leo.
"hm.. iya.. iya... jaman kuliah ya, berarti jaman pacaran sama Irene kamu pakai motor ini ya...?"tanya Ara.
"enggak"jawab Leo cepat.
"kok gitu, kan waktu kuliah kamu pacaran sama Irene"ucap Ara.
"kamu wanita pertama yang aku boncengin naik motor ini"ungkap Leo.
__ADS_1
...****************...