
Beni melajukan mobilnya menuju ke salah satu restauran hotpot terenak di Jakarta.
"ye..... "Cinta bersorak sambil menepuk tangan seperti anak kecil saat melihat makanan yang ia pesan sudah datang.
Beni hanya senyum-senyum gemas melihat tingkah laku kekasihnya itu.
"eit's gak boleh terlalu banyak pakai cabe"larang Beni saat melihat Cinta akan memasukkan bubuk cabe dan potongan cabe yang banyak ke dalam kuah hotpot.
"ehm... tapi aku pengen"rengek Cinta.
"jangan banyak-banyak sayang, kasian dedek dalam perutnya"ucap Beni.
"ya udah dikit aja deh"jawab Cinta menyetujui meskipun ia memuncungkan mulutnya.
Lagi-lagi Beni tersenyum melihat tingkah laku Cinta yang menggemaskan.
Setelah makan malam bersama, Beni mengantar Cinta pulang ke rumahnya terlebih dahulu baru ia pulang ke rumah.
...
tok.. tok.. tok... Bu Maria mengetuk pintu kamar Ara.
"sayang.... "panggil Mami Ara.
"iya Mi"jawab Ara lalu membuka pintu.
"kamu ini baru bangun ya, sudah jam 8 loh ini"ucap Mami Ara.
"sekali-sekali pas weekend doang gak papa kali Mi, whoa......... "ucap Ara lalu menguap.
"liat tuh masih ngantuk lagi, kamu cuci muka dulu sana biar segar, ada Rio di bawah" Mami Ara memberi tahu .
"hah, mau ngapain dia Mi pagi-pagi gini..?"tanya Ara yang tadinya masih mengantuk kini matanya telah membulat sempurna.
"tidak tahu tuh"jawab Mami Ara.
"hm... ya udah suruh tunggu aja deh Mi, Ara mau mandi dulu"ucap Ara.
"oke"jawab Mami Ara lalu keluar dari kamar Ara.
Setengah jam kemudian Ara turun ke bawah menggunakan lift lalu menghampiri Rio dan Maminya yang sedang mengobrol santai di halaman belakang.
"Eh itu Ara nya sudah turun"ucap Mami Ara kepada Rio saat melihat Ara berjalan menghampiri mereka.
Rio menoleh ke arah Ara dan tersenyum padanya, Ara juga membalas senyuman Rio.
"pagi Ara"sapa Rio.
"pagi juga Rio,ada apa pagi-pagi udah datang ke sini...?"balas Ara dan bertanya.
"hm... Rio kamu ngobrol-ngobrol deh sama Ara, Tante mau ke dalam dulu ya"ucap Mami Ara.
"iya Tante"jawab Rio.
__ADS_1
Lalu Bu Maria masuk ke dalam, sementara Ara duduk di kursi sebrang Rio.
"Ra, kamu baik-baik aja kan, maaf ya aku sama sekali gak liat ponsel waktu kamu telpon, aku baru tau dari Nadia tentang semuanya"ucap Rio.
"gak papa Yo, lagian kalau kamu angkat juga gak akan bisa ngomong sama aku,hp aku langsung mati, yah untungnya Rolan kebetulan lewat dan nolongin aku, jadi aku gak papa kok Yo"jelas Ara.
"iya Ra tapi tetap aja aku ngerasa bersalah banget, kalau waktu itu aku gak lagi sibuk setidaknya aku bisa liat ada panggilan masuk dari kamu, pasti aku langsung cari kamu Ra"ucap Rio.
"udah lah Yo, udah lewat juga kok. Gak usah ngerasa bersalah gitu lah"ucap Ara.
"iya Ra, Nadia juga yang minta aku ke sini langsung buat mastiin keadaan kamu, meskipun aku udah tau keadaan kamu lewat hp tapi tetap aja kepikiran sebelum liat langsung. Syukurlah kamu baik-baik aja Ra"ucap Rio lagi.
"iya Yo, makasih ya. Oh ya gimana kabar Nadia.. ?"tanya Ara.
"baik, tapi ya gitu lah sibuk banget sama jadwal kuliah, bahkan di saat weekend kayak gini"jawab Rio.
"hm... iya makanya kita jarang komunikasi juga"ungkap Ara.
"tapi gak apa itu semua demi kebaikan Nadia kan, dia mau cepat lulus, cepat lulus cepat balik juga kan ke Indo"ucap Rio.
"nah itu tau, jadi yang sabar aja ya Yo"ucap Ara.
"iya Ra"jawab Rio.
...
"kamu lagi apa sayang....?"tanya Leo lewat telfon.
"lagi nonton drama favorit aku"jawab Ara.
"dracin, ha.. ha.. ha... (tertawa) ,kamu sendiri lagi apa...?"tanya Ara.
"lagi mikirin kamu"jawab Leo menggombal.
"ih gombal"ucap Ara.
"beneran sayang, i miss you"ucap Leo.
"i miss you too"balas Ara.
"entar malam jalan yuk, malam Minggu"ajak Leo.
"kayak anak ABG aja malam Minggu"gumam Ara.
"he..he..he..gak apa dong,mau ya sayang,sekalian ada yang mau aku kenalin ke kamu"ucap Leo.
"siapa...?"tanya Ara.
"ada temen aku,mau ya "jawab Leo dan bertanya ulang.
"ya deh mau"jawab Ara senang.
"hm...gengsi banget mau jawab mau dari tadi"ledek Leo.
__ADS_1
"yeh siapa yang gengsi"ucap Ara malu.
"ya udah nanti malam aku jemput jam 7 ya"ucap Leo.
"oke sayang"jawab Ara.
"ya udah aku mau ketemu temen aku dulu gak apa kan...?"tanya Leo.
"iya gak apa dong,aku juga mau lanjutin nonton kalau gitu"jawab Ara.
"ya udah see you entar malam ya sayang, i love you"ucap Leo.
"iya sayang, i love yoo too"balas Ara.
tut.. tut.. tut... panggilan telfon berakhir.
...
ting..tung.. (suara bel rumah Ara)
Ara yang sedang menunggu Leo di ruang TV langsung saja berlari membukakan pintu karena ia yakin yang datang adalah Leo.
Benar saja setelah membuka pintu,pria tampan dengan setelan kaos pendek dan jaket serta celana levis berdiri tepat di depan mata Ara, sementara Ara mengenakan dress selutut berlengan pendek.
"malam sayang"sapa Leo dan langsung saja mencium kening Ara.
"malam juga sayang"balas Ara dan tersenyum karena mendapat perlakuan manis dari tunangannya itu.
"kamu cantik banget,ini ada bunga yang cantik untuk orang yang sangat cantik"puji Leo serta memberikan setangkai bunga mawar yang sejak tadi ia sembunyikan di belakang badannya.
Lagi-lagi Ara melebarkan senyumnya,jantungnya berdebar seperti pertama kali jatuh cinta,padahal ia dan Leo sudah berpacaran lama bahkan sudah bertunangan,entah kenapa malam ini Leo begitu romantis,Ara menerima bunga dari tangan Leo.
"makasih sayang"ucap Ara.
"sama-sama sayang,Mami mana mau pamit..."tanya Leo.
"lagi pergi,kita langsung jalan aja deh atau kamu mau masuk dulu...?"jawab Ara dan bertanya.
"langsung jalan aja yuk sayang"ajak Leo.
Ara dan Leo berjalan ke depan bergandengan tangan membuat satpam yang melihatnya iri meski sudah sering melihatnya.
"oh ya seperti yang aku bilang di telpon tadi, aku mau kenalin kamu sama temen aku dulu sayang"ucap Leo.
"jadi temen kamu ikut kesini, kenapa gak di ajak masuk ke dalam tadi..?"tanya Ara.
"ada di depan, malu di ajak"jawab Leo tersenyum.
"loh ini motor siapa,motor temen kamu ya, terus mobil kamu mana...?"tanya Ara.
Leo mendekati motor Ninja berwarna hitam itu lalu menaikinya.
"Ini dia temen aku"ucap Leo.
__ADS_1
...****************...