Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-290


__ADS_3

"Sabar Ka, lo nggak boleh juga kali gegabah. Serahkan aja lah semuanya sama Polisi, ya minimal penjara 20 tahun udah kapok lah mereka," kata Rio.


"Orang jahat kayak mereka nggak akan pernah kapok kalau nggak benar-benar di kasih hukuman yang berat," kata Bryan.


"Penjara 20 tahun itu berat lah Bro, 1 tahun aja udah nggak bisa kebayang gue, apalagi 20 tahun," kata Rio.


"Ya nggak usah lo bayangin kali Bro, lo jalanin aja kayak hubungan percintaan," kata Bryan.


"Ya gak usah dikaitkan dengan hubungan percintaan juga lah," bantah Rio.


"Itu cuma ibaratnya aja Yo," kata Bryan.


"Ya udahlah, mendingan sekarang kita ke dalam aja liat keadaan Leo," ajak Arka.


"Oke," jawab Rio, begitupun juga dengan yang lainnya yang ikut menyetujui.


Kini mereka semua pun masuk ke dalam ruang rawat inap Leo.


"Yo, gimana keadaan lo? Udah baikan?" Tanya Rio.


"Kayak gini lah seperti yang kalian liat, alhamdulillah udah baikan gue," jawab Leo.


"Syukurlah, jadi acara pernikahan tetap lanjut kan?" Tanya Bryan.


"Ya jadilah, masa iya gue nunda hari bahagia gue sama Ara," jawab Leo.


"Iya juga ya, lagian kalau nggak jadi batal deh kita semua makan enak," celetuk Rio.


"Yaelah Yo, masih ngirit aja lo," ledek Bryan.


"Apa salahnya juga kali hidup hemat" hardik Rio.


"Iya, terserah lo aja," kata Bryan yang membuat semua orang yang ada di situ pun tertawa.


"Gimana kasus pencarian Tama dan Karina?" Tanya Sarah.


"Masih belum diketahui dimana mereka, tapi tenang aja mereka juga nggak akan bisa kabur kemana-mana," jawab Rio.


"Memangnya kenapa?" Tanya Sarah.

__ADS_1


"Karena semua akses perjalanan seperti bandara, stasiun, terminal, sudah diblokir untuk mereka. Polisi juga bertebaran dimana-mana mencari keberadaan mereka berdua," terang Rio.


"Oh … Bagus lah kalau gitu," ucap Sarah.


"Pokoknya mereka berdua itu harus ketangkap," kata Ara.


"Ara, Leo kalian berdua tenang aja ya. Kita pasti bakalan nemuin mereka kok. Selain polisi yang bertebaran dimana-mana, anak buah orang tua kalian juga ikut mencari keberadaan mereka," kata Arka.


"Iya Ka, kita berdua percaya kok sama kalian. Makasih banyak ya kalian semua udah bantuin menguak kasus ini. Lagian kita berdua sekarang juga mau fokus sama kesembuhan Leo dulu," kata Ara.


"Benar kata Ara, aku harus cepat pulih untuk melanjutkan pernikahan kami yang udah tinggal dua hari lagi," kata Leo.


"Enggak kerasa ya, tinggal dua hari lagi loh Kak Ara dan Kak Leo nikah," kata Aria.


"Iya Ar, makanya kita mau fokus sama kesembuhan nya Leo dulu," kata Ara.


"Enggak papa, kalian tetap fokus aja sama urusan kesembuhan Leo dulu dan hari pernikahan kalian. Biar aku yang urus semuanya, lagian ini semua terjadi kan gara-gara kalian belain aku," kata Arka.


"Udahlah Ka, nggak usah dibahas lagi masalah itu. Udah sepantasnya Tama mendapatkan pelajaran, karena selain apa yang dilakukan dia sama kamu dan Sherin, dia juga udah curang dan udah dicurigai para investor, dianya aja yang gak sadar diri," kata Leo.


"Ya udah pokoknya kalian semua tenang aja ya, Tama dan Karina itu nggak bisa lari kemana-mana, jadi udah pasti dalam waktu dekat ini dia bakalan ketangkap. Yah kalau nggak, dia pasti bakalan buat rusuh lagi," kata Bryan.


"Iya benar," sahut Beni.


...


"Halo Seno," ucap Amira.


"Halo Mir, lagi sibuk nggak?" Tanya Seno.


"Lumayan sibuk, aku lagi banyak kerjaan banget, dikejar deadline. Kan kamu tau sendiri Mbak Ara lagi cuti mau nikah, terus sekarang juga lagi sibuk jagain Kak Leo di rumah sakit," jawab Amira.


"Oh … yang semangat ya Mir. Oh ya, kalau hari ini kamu pulangnya nggak kemalaman mau nggak kita jenguk Kak Leo," ajak Seno.


"Hari ini ya, kayaknya sih aku pulang agak telat karena ada berkas yang harus selesai hari ini juga. Tapi nggak sampai malam sih, gimana boleh nggak?" Kata Amira.


"Boleh, kamu bawa motor?" Tanya Seno.


"Bawa lah," jawab Amira.

__ADS_1


"Kalau gitu, gimana kalau motor kamu ditinggal aja dulu di perusahaan. Biar aku yang jemput kamu nanti," tawar Seno. "Ya biar lebih enak aja kan barengan, daripada aku bawa mobil terus kamu bawa motor," ujarnya.


"Boleh," jawab Amira tanpa berpikir lagi.


Entah kenapa saat itu Seno merasakan sangat senang karena tidak ada penolakan sama sekali dari Amira, ia pun sangat bersemangat dan ingin cepat-cepat pulang agar bisa bertemu dengan Amira.


"Ya udah Mir, kalau gitu ntar kabarin aja ya kalau udah pulang. Kalau aku sih pulang seperti biasa, cuma sambil nungguin kamu pulang ntar aku balik aja dulu," kata Seno. "Oh ya, kamu udah makan?" Tanyanya.


"Udah, tadi aku sempetin makan kok, karena takut juga kan kalau nantinya penyakit magh aku malah kambuh," kata Amira.


"Gitu dong, kerja boleh tapi jangan sampai lupa makan," kata Seno.


"Iya, iya. Kamu sendiri udah makan?" Tanya Amira pula.


"Cie … yang perhatian sama aku," goda Seno.


"Apaan sih, kan kamu juga yang duluan perhatiin aku, nggak papa dong kalau aku nanya balik," kata Amira.


"Iya, iya, aku cuma bercanda kok. Aku juga udah makan tadi," kata Seno.


"Sen, aku mau lanjutin kerjaan aku dulu ya biar bisa cepat pulang hari ini," kata Amira.


"Ya udah lanjutin aja Mir, nanti aku jemput kamu ya. See you," ucap Seno.


"Iya see you, bye ...," ucap Amira pula.


"Bye …," balas Seno.


Lalu panggilan telpon berakhir.


...


Beberapa mobil Polisi beserta Arka, Rio, Beni, dan juga Bryan saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah villa di tengah hutan yang mereka curigai itu adalah tempat persembunyian buronan mereka. Mereka mendapatkan informasi dari salah satu warga yang kebetulan tinggal tidak jauh dari tempat tersebut. Setelah memarkirkan mobil agak jauh dari lokasi, langsung saja para Polisi dan juga Arka beserta sahabatnya turun mengendap-ngendap untuk menghampiri villa mewah yang ada di tengah hutan itu.


"Aku nggak nyangka banget kalau di tengah-tengah hutan kayak gini ada villa," kata Rio.


"Ya aku juga, kayaknya ini villa milik keluarga Tama," kata Bryan.


"Ya udah, mendingan sekarang kita langsung masuk aja," ajak Arka yang terlihatlah sudah tak sabar.

__ADS_1


"Ka, jangan dulu. Biar Polisi aja duluan," cegah Beni yang membuat langkah Arka terhenti.


...****************...


__ADS_2