
"tolong dong Ara,please"pinta Frans memohon.
"aku gak yakin dan gak janji akan berhasil, tapi akan aku usahain yang penting setiap ada petunjuk kamu harus kasih tau ke aku"ucap Ara.
"iya Ra pasti"jawab Frans.
"dan aku juga butuh bantuan orang lain yang bisa ngeliat kamu selain aku"ucap Ara.
"siapa...?"tanya Frans.
"Rio, karena dia juga bisa ngeliat Leo waktu dia masih koma"jawab Ara.
"iya semua terserah kamu aja Ara,aku setuju yang penting kamu mau nolongin aku"ucap Frans.
"iya iya aku tolongin"ucap Ara.
"makasih banyak ya Ra ternyata kamu baik banget.Aku menyesal udah jahat sama kamu selama ini, maafin aku ya "ucap Frans.
"baru tau ya kalau aku baik,ternyata hantu bisa juga minta maaf"ucap Ara.
Akan tetapi Ara sudah tidak melihat Frans lagi di depan mata nya.
"dasar hantu datang dan pergi sesuka hati, jadi kangen Leo yang dulu deh kapan aja bisa datang dan bisa hilang juga sih,bisa berduaan terus walau kadang gak bisa sentuhan. Duh... mikir apa sih Ra, aneh-aneh aja, ingat Leo sekarang udah ada di dunia nyata seperti yang kamu inginkan"gumam Ara.
...
"syukur lah kalian datang kesini, Ibu sudah kangen sekali sama Sarah dan Kayla"ucap Ibu Bryan.
"hm... cuma kangen sama menantu dan cucu nya aja Buk, anak nya gak...?"tanya Bryan.
"tidak tuh"jawab Ibu Bryan.
"iya iya mentang-mentang ada menantu dan cucu nya anak di lupain deh"gerutu Bryan.
"ha.. ha.. ha.. Papa ngambek tu sayang"ucap Sarah kepada Kayla.
"biarin saja Papa nya ngambek,Kayla sama nenek yuk masuk"ajak Ibu Bryan.
"Ibu lagi gak sibuk...?"tanya Sarah.
"tidak kok, hari ini kebetulan ketring Ibu tidak terlalu banyak,sudah selesai dari siang tadi. Maka nya kalian datang Ibu lagi santai"jawab Ibu Bryan.
"berarti harus nya Ibu istirahat dong ya, maaf ya Bu kita ganggu"ucap Sarah.
"Sarah kamu ini bicara apa,kalian sama sekali tidak ganggu Ibu, justru kedatangan kalian itu buat rasa lelah Ibu hilang"ungkap Ibu Bryan.
"iya iya ,kasian ya anak Ibu ini tidak di anggap"teriak Bryan.
Sarah dan Ibu nya hanya tersenyum menanggapi teriakan dari Bryan.
"oh ya kalian menginap kan di sini...?"tanya Ibu Bryan.
__ADS_1
"iya dong Buk, besok kita berdua kan gak kerja"jawab Sarah.
"Sarah boleh Ibu bicara...?"tanya Ibu Bryan.
"iya boleh Buk"jawab Sarah.
"kamu tidak mau di rumah saja jaga Kayla, maksud Ibu selama ini kan kamu sudah kerja mati-matian banting tulang buat anak kamu, bahkan waktu kamu baru nikah juga kerja kan karena anak Ibu yang tidak tahu malu itu, pemalas dan menyusahkan, malah membiarkan istri nya kerja"ucap Ibu Bryan.
Lalu Bryan pun menghampiri Istri dan Ibu nya itu.
"iya Buk aku tau dulu aku memang suami yang gak bertanggung jawab, tapi sekarang aku udah berubah kok"ucap Bryan.
"iya Ibu percaya sama kamu"ungkap Ibu Bryan.
"Sarah masih mau kerja Buk"ungkap Sarah.
"tapi Sarah Kayla itu udah semakin besar dan aktif, dia semakin butuh kamu untuk menemani tumbuh kembang nya, sekarang kan sudah ada Bryan. Biar Bryan yang cari uang dan kamu fokus ke anak juga suami kamu"ucap Ibu Bryan.
"sayang, sejujur nya aku juga mau nya gitu, aku setuju sama Ibu, tapi semua terserah kamu"ucap Bryan.
"iya Buk, sayang, nanti Sarah pikirin dulu ya"ucap Sarah.
...
"uh gak sabar banget deh mau ketemu Leo dan orang tua nya, pokok nya malam ini aku harus tampil cantik, aku kan emang cantik tapi malam ini harus lebih cantik"gumam Ara dalam hati dan tersenyum.
waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, Leo dan keluarga nya juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Ara.
"masak sih Mi...?"tanya Leo malu.
"iya sayang, kamu sangat sempurna.Pasti Ara sangat beruntung bisa jadi pendamping kamu nanti"jawab Mami Leo.
"Leo berharap begitu Mi, tapi Leo juga sangat beruntung bisa jadi pendamping wanita sebaik dan secantik Ara"ungkap Leo.
"iya sayang, Mami tahu. Ara dan kamu adalah pasangan yang sangat cocok. Mami kenal baik dengan Mami nya, mereka adalah keluarga baik-baik"ungkap Mami Leo pula.
"sudah pada siap belum nih...?"tanya Papi Leo yang tiba-tiba muncul.
"Papi, sudah dong"jawab Mami Leo.
"Dika bagaimana, kamu sudah siap..?"tanya Papi Leo.
"sudah, mau berangkat sekarang Pi...?"jawab Leo dan bertanya balik.
"bukan itu maksud Papi, kamu yakin sudah siap buat bertunangan dengan Ara dan kita akan melamar Ara buat jadi istri kamu...?"tanya Papi Leo.
Leo terdiam menatap Papi nya, lalu ia tersenyum.
"Pi,meskipun sekarang ini Dika dag dig dug banget tapi Dika udah yakin Pi, semakin cepat akan semakin baik"jawab Leo.
Bu Amara dan Pak Ardi tersenyum mendengar jawaban dari Leo.
__ADS_1
"itu baru anak Papi"ucap Papi Leo.
"anak Mami juga Pi"ucap Mami Leo.
"iya anak kita Mi, sebaik nya kita jalan saja ya sekarang"ucap Papi Leo.
"iya Pi"jawab Mami Leo.
"oke yuk Pi,Mi"ajak Leo.
Tepat jam 7 malam, Leo dan keluarganya telah tiba di rumah Pak Jackson.
"Selamat malam Ibu ,Bapak Jackson"sapa Bu Amara dan Pak Ardi.
"Selamat malam Bapak dan Ibu Ardi "balas Bu Maria dan Pak Jackson.
"malam Om, Tante"sapa Leo Pula.
"malam Dika"balas kedua orang tua Ara
"ayo mari masuk"ajak Bu Maria.
Leo dan kedua orang tua nya masuk ke dalam rumah Ara dan di persilahkan untuk duduk di ruang keluarga.
Setelah duduk, Leo celingak-celinguk terlihat seperti mencari sesuatu.
"Dika ada apa...?"tanya Papi Ara.
"ini Om, Ara mana ya...?"tanya Dika.
"oh.. jadi ini penyebab nya Mami lihat kamu gelisah"ucap Mami Leo.
"he.. he.. he.. "Leo nyengir.
"sebentar ya Leo biar Ara di panggilkan dulu"ucap Mami Leo.
"iya Tante"jawab Leo.
Tepat saat itu Bik Sri datang membawakan jamuan untuk tamu.
"Bik tolong panggilkan Ara ya"pinta Mami Ara.
"baik Buk"jawab Bik Sri.
"naik lift saja ya Bik biar cepat"perintah Mami Ara.
"iya Buk"jawab Bik Sri lalu bergegas memanggil Ara.
Tidak lama kemudian Ara dan Bik Sri pun telah turun. Saat lift terbuka semua mata memandang ke arah sana, Leo tercengang saat melihat Ara yang keluar dari lift.
***
__ADS_1