
"Ben... Beni... Beni... "panggil Cinta.
"i.. iya, kenapa...?"tanya Beni terkejut.
"kamu ya yang bawa aku ke sini...? "tanya Cinta lagi.
"iya, aku yang bawa kamu kesini dan sekarang kita pulang ya"jawab Beni.
"Arka benar-benar marah Ben, padahal aku pingsan dan sampai di bawa ke rs gini karena dia juga kan.Dia sama sekali udah gak peduli sama aku"ucap Cinta sedih.
"udah lah Cinta kamu jangan sedih ya,yang penting ada aku yang selalu peduli sama kamu"ucap Beni.
"please Ben kita ke rumah Arka dulu ya minta maaf dan jelasin semua nya"pinta Cinta.
"enggak, bahkan dia aja gak peduli sama kamu sekarang. Pasti Arka lagi emosi dan marah banget, tunggu keadaan nya mulai membaik aja ya.Kamu juga harus istirahat,jadi ayo kita pulang sekarang"ajak Beni.
Cinta merasa sedih dan menuruti Beni untuk pulang.Beni menuntun Cinta berjalan menuju mobil nya.
...
"Selamat bekerja sama Pak Arka, salam buat Pak Boby"ucap Pak Jackson.
"baik Pak terima kasih banyak dan saya pamit duluan ya Pak"ucap Arka dan meninggalkan Pak Jakcson di restaurant setelah mereka rapat.
Saat keluar dari restaurant, tidak sengaja Arka tertabrak seorang wanita yang sedang menelpon dan akan masuk ke dalam restaurant tersebut.
"ma.. maaf"ucap Ara yang terburu-buru.
"kamu gimana.... "Arka tidak jadi meneruskan ucapan nya karena melihat sosok yang ia kenal.
"Ara.... kamu Ara kan...? "tanya Arka.
"Arka...ah senang nya bisa ketemu lagi"teriak Ara dan mereka berpelukan.
"Apa kabar Ra, kenapa buru-buru banget sih Ra sampai nabrak gitu..?"tanya Arka.
"aku baik, kamu juga baik kan..? aku di sini mau ketemu Papi aku, kebetulan aku abis meeting dekat daerah sini dan Papi juga maka nya kita mau makan siang bareng.Kamu abis makan siang..?"jawab Ara dan bertanya balik.
"aku juga baik dan aku di sini abis meeting juga sih tapi belum sempat makan"jawab Arka.
"oh gitu ya buru-buru banget atau gimana...? "tanya Ara lagi.
"sebenar nya gak buru-buru juga sih tapi rekan bisnis Papa aku tadi kata nya udah janjian mau makan sama orang yang dia sayang, pasti istri nya kan, aku di ajak makan bareng sih tapi segan Ra jadi mendingan makan di rumah aja"jawab Arka.
"ya udah kalau gitu kamu ikut aku makan bareng Papi aja yuk"ajak Ara.
"tapi Ra gak enak ah ganggu"ucap Ara.
"apaan sih, udah ayok"ajak Ara dan menarik tangan Arka.
__ADS_1
Ara membawa Arka menghampiri Papi nya .
"Papi.... "panggil Ara dan mencium pipi nya.
"sayang sini duduk"perintah Pak Jackson.
"Loh Pak Arka"ucap Pak Jackson.
"Pak Jackson..."ucap Arka pula.
"udah saling kenal...? "tanya Ara menatap kedua nya.
Pak Jackson dan Arka menceritakan semua nya kepada Ara.
"Arka ayo silahkan duduk"perintah Pak Jackson.
"terima kasih Pak"ucap Arka dan duduk.
"ya ampun bisa kebetulan banget ya Pi. Arka ini sahabat Ara dari zaman Tk sampai SMP dan SMA nya Arka pindah ke luar negeri, baru ketemu lagi sekarang"jelas Ara.
"jadi Ara ini anak Bapak..? "tanya Arka.
"panggil Om saja, kamu kan teman nya Ara"pinta Pak Jackson.
"baik Om"jawab Arka.
"Ara juga sayang Papi"ucap Ara.
"ya sudah kita pesan makanan saja ya sekarang"ucap Pak Jackson.
...
"Ara lagi ngapain ya..? baru satu hari gak ketemu aja udah kangen banget sama Ara. Ara emang baik sih, lucu, pinter, walau suka nyebelin, tunggu..tunggu jangan-jangan aku benar-benar udah jatuh cinta sama Ara"gumam Leo.
"tapi gak apa lah, kan Ara emang calon tunangan aku,kita berdua sama-sama setuju dan sekarang tinggal yakinin hati aja bahwa aku benar-benar udah mulai cinta sama Ara. Besok weekend mendingan aku ajak Ara jalan"gumam Leo lagi.
Sementara itu Ara yang ada di dalam kamar nya juga sedang memikirkan Leo.
"kok tiba-tiba kangen Leo ya,oh ya besok kan weekend, kira-kira jadi gak ya kemping di bukit bareng Leo"gumam Ara dalam hati.
"sayang kamu ngelamunin apa sih sampai gak di jawab Mami ketuk pintu"tanya Mami Ara yang masuk ke dalam kamar Ara bersama suami nya.
"Mami, Papi, maaf Ara gak denger"ucap Ara.
"ngelamunin Dika apa Arka, pilihan yang sulit sih dua-dua nya ganteng"ledek Papi Ara.
"ih Papi apaan sih"ucap Ara malu.
"gak usah malu dong sayang"ucap Papi Ara.
__ADS_1
"Arka...? Arka siapa ya...? "tanya Mami Ara.
"itu Mi gebetan Ara zaman sekolah"jawab Papi Ara.
"Papi apaan sih, gak kok Mi itu sahabat nya Ara. Mami kan tau udah beberapa kali dulu Arka antarin Ara kalau pulang sekolah"jawab Ara .
Lalu Ara pun cerita ke Mami nya tentang pertemuan antara ia, Arka dan Papi nya di restaurant tadi siang.
"oh... iya Mami ingat, tapi bukan nya kamu bilang dia ke luar negeri ya...? "tanya Mami Ara.
"ya Mi udah 6 bulan kata nya pulang karena mau nerusin perusahaan orang tua nya" jawab Ara.
"ya..ya.. ya cuma anak Papi yang gak mau nerusin perusahaan orang tua nya"gerutu Papi Ara.
"ah Papi jangan sedih dong, oh ya ada apa kok pada ke kamar Ara...? "tanya Ara.
"oh ya ada yang mau Mami bicarakan sama kamu"ungkap Mami Ara.
"apa Mam...? "tanya Ara.
"kamu benar-benar yakin mau terima perjodohan kamu sama Dika kan, karena pertunangan kalian akan segera di rencanakan"ucap Mami Ara.
"iya Ara serius dan yakin, tapi kalau masalah tunangan jangan buru-buru lah Mi, biar Ara dekat dulu sama Leo dan Leo mau nerima perjodohan ini juga Mi.
Kedua orang tua Ara tersenyum saling berpandangan mendengar jawaban dari Ara.
...
"Nadia ayo bangun....."teriak Bu Jasmine membangunkan Nadia.
"ada apa sih Ma, ini kan weekend jadi gak harus bangun pagi-pagi banget kan"keluh Nadia.
"iya Mama tau ini weekend, tapi ada Arka di depan mau ngajakin kamu joging"ucap Mama Nadia.
"hah... Arka"ucap Nadia terkejut.
"iya, buruan kamu cuci muka dan temui Arka ya"perintah Mama Nadia.
"iya"jawab Nadia singkat.
Lalu Bu Jasmine keluar dari kamar Nadia, Nadia menutupi tubuh nya dengan selimut dan hendak tidur kembali.
"Nadia buruan..... "teriak Mama Nadia.
"iya Ma, huft..... "jawab Nadia.
Nadia bergegas bangun dan ke kamar mandi lalu ia menemui Arka.
***
__ADS_1