
Sherin dan Nadia tersenyum.
"terima kasih ya Bu atas kepercayaan nya"ucap Suster Sherin.
"iya sama-sama, sudah jelas kan Sus yang saya jelaskan kemaren"ucap Bu Jasmine.
"iya Bu sudah paham"jawab Suster Sherin.
"ya sudah Nadia sayang Mama pergi kerja dulu ya, kamu jangan lupa sarapan dan baik-baik sama Suster Sherin"ucap Mama Nadia.
"iya Ma, hati-hati ya"pesan Nadia.
"iya sayang"jawab Bu Jasmine lalu mencium kening anaknya itu.
"saya pergi dulu ya Sus, titip anak saya"pamit Bu Jasmine.
"baik Bu"jawab Suster Sherin tersenyum.
"bye Ma"ucap Nadia melambaikan tangan.
"bye sayang"balas Bu Jasmine dan berlalu.
"Non Nadia mau sarapan sekarang..?"tanya Suster Sherin.
"hm.. boleh, Sus boleh gak jangan panggil Non,panggil Nadia aja"jawab Nadia dan meminta.
"oke baik Nadia, saya ambilin dulu ya bubur nya"ucap Suster Sherin.
"oke Sus"jawab Nadia.
Tidak berapa lama kemudian, Suster Sherin kembali ke kamar Nadia dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu.
"silahkan di makan dan di minum Nadia, atau mau saya suapin"tawar Suster Sherin.
"jangan dong,aku bisa sendiri kok. Makasih ya"ucap Nadia.
"iya sama-sama"jawab Suster.
"Suster udah sarapan...?"tanya Nadia.
Suster Sherin mengangguk mengiyakan.
"oh iya udah kalau gitu"ucap Nadia.
"Nad, umur kamu kalau gak salah 26 tahun kan ya Bu Jasmine bilang"ucap Suster Sherin.
"iya benar"kalau Suster..?
"saya 27 tahun"jawab Suster Sherin.
"oh ya benar-benar masih di bilang seumuran, udah nikah...?"tanya Nadia.
__ADS_1
"belum"jawab Suster Sherin sembari menyembunyikan kesedihan di wajahnya.
"gak papa belum ketemu aja jodohnya, aku juga belum nikah kok"ucap Nadia memecah suasana.
"Nad kamu kan tadi minta saya jangan panggil Non, kalau gitu saya juga minta kamu jangan panggil saya Suster ya, panggil Sherin aja"pinta Suster Sherin.
"oke, gak usah pakai saya juga ngomong nya, kaku banget"ucap Nadia.
"ha.. ha.. ha.."tawa Nadia dan Sherin.
Nadia dan sherin saling bercerita dan bercanda bahagia, menurut Nadia Sherin adalah teman yang asyik begitu juga sebaliknya.
...
"tumben kamu gak sibuk dan bisa ajak aku makan siang di luar kayak gini"ucap Ara.
"hm.. iya lagi gak banyak kerjaan, jadi 2 jam cukup lah untuk kita santai makan dan ngobrol"jawab Leo.
"oh.."gumam Ara.
"ist sayang kamu kayak nya gak senang banget ya makan siang bareng aku"ucap Leo.
"idih siapa bilang, asal ngomong aja deh kamu"bantah Ara.
"terus emang nya kamu senang..?"tanya Leo.
"ya senang lah sayang, apa lagi uang aku juga jadinya irit kan karena kamu traktir ,ha.. ha.. ha"jawab Ara tertawa.
"aku bercanda sayang"ucap Ara.
"oh ya ngomong-ngomong ini pertama kali nya kan kita ke restauran itu setelah 1 bulan opening"ucap Leo.
"iya abis nya dari awal opening ramai terus, aku dengar makanan di sini enak-enak sayang"ucap Ara.
"permisi"ucap seorang waiter yang mengantarkan makanan buat Ara dan Leo.
"makasih ya Mas"ucap Leo.
Ara memperhatikan wajah waiter itu seperti ia pernah melihatnya sebelumnya.Karena sadar Ara memandangnya, waiter itu sontak memandang Ara dan mengenali Ara.
"Ara"gumam waiter itu dalam hati.
"Rolan"gumam Ara pelan dan tidak terdengar oleh siapa pun.
Leo menatap Ara dan waiter yang saling berpandangan dan mengenali itu.Dalam hati ia sangat cemburu ada lelaki lain yang menatap tunangan nya tanpa berkedip.
"Mas kalau udah gak ada keperluan bisa pergi"ucap Leo.
"oh iya permisi Mas, Mbak"ucap waiter lalu pergi dari hadapan mereka.
Ara dan Rolan saling kenal akan tetapi memilih untuk tidak saling menyapa karena masa lalu mereka yang tidak baik, akan tetapi dari kejauhan Rolan mencuri-curi pandang untuk melihat Ara.
__ADS_1
"Ara, aku pikir kita tidak akan pernah ketemu lagi"gumam Rolan dalam hati.
"sayang, kamu kenal sama waiter tadi...?"tanya Leo.
"ehm enggak kok sayang, tadi nya aku pikir kenal, tapi ternyata aku salah orang"jawab Ara.
"oh ya,tapi kenapa waiter tadi juga memandang kamu seperti kalian saling mengenal"ucap Leo.
"masak sih,gak lah sayang, kamu salah mengartikannya aja"bantah Ara mengelak.
"ya udah deh yuk makan sayang"ajak Leo.
Ara mengangguk lalu menyantap makanannya pelan.
Leo memperhatikan Ara yang menjadi diam tidak seperti biasanya, meski Leo tahu ada yang mengganggu pikiran tunangan nya itu, Leo memilih untuk tidak bertanya saat ini karena tidak mau merusak suasana makan nya bersama Ara.
Setelah selesai makan siang bersama, Leo mengantar Ara terlebih dahulu, lalu Leo kembali ke Perusahaannya.
...
"kamu itu apa-apaan Rolan,kamu Daddy kuliahkan jauh-jauh ke luar Negeri dan pulang untuk mengurus Perusaan Daddy,tapi kamu malah pulang membuka restauran yang tidak jelas seperti itu, lebih memalukan lagi kamu malah ikut terjun langsung menjadi waiter, kamu mau buat malu Daddy"teriak Pak Hernandes.
Pak Hernandes adalah Direktur Pemilik salah satu perusahaan Batu bara terbesar di Jakarta dan mempunyai beberapa cabang di Indonesia dan juga luar Negeri, kekayaan nya hampir setara dengan Pak Jackson.
"kenapa kamu diam saja...?"tanya Pak Hernandes geram.
"udah siap marah-marahnya...?"tanya Rolan.
"anak kurang ajar tidak tahu diri"bentak Pak Hernandes.
Plak.. sebuah tamparan mendarat di pipi tampan Rolan.
"Stop...."teriak Bu Tania Mami nya Rolan.
Bu Tania melangkahkan kaki menghampiri anak dan suami nya itu.
"cukup Mas, kamu mau sampai kapan bersikap seperti itu sama anak kamu sendiri"ucap Mami Rolan.
"jangan ikut campur kamu"bentak Daddy Rolan.
Dengan wajah penuh amarah dan sambil memegangi pipi nya yang sakit akibat tamparan,Rolan bergegas berjalan keluar rumah tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Hatinya juga terasa sakit jika mendengar Kedua orang tuanya bertengkar karena dirinya, akan tetapi dia juga tidak bisa membela Mami nya.
"mau kemana kamu"teriak Pak Hernandes dan hendak mengejar Rolan.
Tapi Bu Tania mencegah menarik tangan suami nya dengan sekuat tenaga.
"sudah Mas, harusnya kamu itu bisa bicara baik-baik dengan Rolan, kamu kan yang meminta dia kembali ,tapi malah kamu yang bersikap membuat dia tidak betah ada di rumah"ucap Bu Tania.
"ini akibat dari kamu yang terlalu memanjakannya"ucap Pak Hernandes lalu meninggalkan istrinya itu.
Sementara Rolan pergi ke salah satu club malam untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
***