Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_265


__ADS_3

Aria terdiam, dari sikap kakaknya itu ia yakin jika hubungan kakaknya dan sang kekasih sedang ada masalah, tetapi untuk saat ini ia lebih memilih diam dan tidak banyak bertanya, tapi di dalam otaknya ia memikirkan sesuatu.


"Ya udah deh kak, selamat istirahat ya. Aku balik ke kamar dulu," Ucap Aria.


"Ya udah sana! Gangguin aja, Kakak juga mau istirahat tau," hardik Arka.


"Ih kok sewot, dasar," kata Aria, lalu ia keluar dari kamar Arka.


Setibanya di kamar, Aria meraih ponselnya di atas nakas, lalu ia menekan nomor telepon pada WhatsApp dan menghubungi seseorang.


"Halo ke Ara, selamat malam," ucap Aria.


"Iya halo, selamat malam juga. Ini Aria ya?" Tanya Ara, karena nomor yang digunakan bukanlah nomor Aria yang biasa, akan tetapi Ara ingat pemilik suara itu.


"Iya Kak. Kakak tahu aja, masih ingat aja sama suara aku, padahal kan kita jarang komunikasi Kak," kata Aria.


"Ya ingat dong. Kamu ada apa hubungin Kakak malam-malam gini?" Tanya Ara.


"Aku nggak ganggu kan Kak? Aku mau nanya sesuatu deh sama kakak," kata Aria.


"Enggak, kamu nggak ganggu kok. Ngomong aja ada apaan Ar?" Tanya Ara.


Lalu Aria pun menyampaikan maksud dan tujuannya menelpon Ara, Ara tampak kebingungan, tidak tahu harus menjawab apa.


"Ar gini deh, bukannya kakak nggak mau cerita sama kamu, tapi ini kan masalah pribadi ya. cuma kalau kamu emang bener-bener ingin tau apalagi ini masalah Kakak kamu, gimana kalau besok kita ketemu aja langsung. Entar kakak ajak deh sherin sekalian. kamu mau?" Tanya Ara.


"Mau Kak, mau banget dong. Makasih banyak ya Kak Ara, besok kabarin Aria ya ketemu di mana dan jam berapanya," ucap Aria yang begitu antusias.


"Iya sama-sama, biar kamu dengar langsung juga dari Sherin. Mungkin sehabis Kakak pulang dari kantor deh ya, ntar kakak kabarin lagi," kata Ara.


"Iya Kak, aku tunggu ya kabarnya," kata Aria.


"Iya Ar," jawab Ara.

__ADS_1


"Ya udah, kalau gitu aku matiin ya Kak teleponnya. Bye … selamat malam Kak Ara," ucap Aria.


"Iya, selamat malam juga Aria," balas Ara.


Lalu panggilan telepon terputus.


"Yes akhirnya, untung aja aku kepikiran buat nanya langsung sama Kak Ara. Aku yakin pasti ada sesuatu, kalau nggak, nggak mungkin dong Kak Ara ngajakin aku ketemuan, bareng Kak Sherin lagi. Tapi kok Kak Ara tau ya kalau aku lagi ada di Indonesia? Ah palingan juga kak Arka yang cerita, lagian ngapain juga dipikirin. Mendingan sekarang aku tidur dulu deh, capek banget soalnya, kan dari tadi siang baru nyampe aku belum ada istirahat," gumam Aria lalu memejamkan matanya hingga terlelap dan terbangun di pagi hari.


...


Pagi hari, pak Jackson menghampiri istrinya yang Sedang membongkar pakaian di dalam lemari


"Gimana Mi ketemu nggak sama kemeja Papi yang itu?" Tanya Pak Jackson


"Belum Pi, ini juga mami lagi cari," jawab bu Maria. "Atau mungkin ketinggalan kali ya? Dimana gitu pas Papi lagi keluar Negeri atau keluar kota.


"Seingat Papi sih nggak ya, karena kemeja itu kan Mami simpan, katanya kenangan dari sahabat Mami dulu," jawab pak Jackson


"Coba dicari lagi aja nanti Mi," kata Pak Jackson.


"Iya deh Pi, ya udah sekarang kita sarapan aja yuk, takut Ara udah nungguin," ajak Bu Maria.


Benar saja, ketika sampai di ruang makan, Ara telah menunggu kedua orang tuanya itu. Ia sedang sibuk mengoles rotinya dengan selai strawberry.


"Mami, Papi, kok tumben lama banget, Ara udah nungguin loh dari tadi. Abis pada ngapain?" Tanya Ara.


"Kalau Papi kamu sih memang baru siap ya, tapi kalau mami tadi abis cari sesuatu di lemari cuma nggak ketemu," jawab bu Maria.


"Oh gitu, emang lagi cariin apa Mi?" Tanya Ara.


"Cari kemeja Papi kamu yang udah lama hilang. Nggak tahu deh kemana," jawab Bu Maria.


"Kenapa nggak beli baru aja Pi?" Tanya Ara. "Atau kemeja itu penting banget ya buat Papi?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Jelas dong sangat penting, itu kado pernikahan Mami sama Papi kamu dulu dari sahabat Mami di luar kota, yang Mami udah lama banget nggak ketemu bahkan sekarang kontaknya aja Mami nggak tahu, nggak tau dia ada dimana, sehat atau sakit? Ya Mami selalu berdoa semoga sahabat Mami itu selalu sehat dan kita nantinya bakalan ketemu lagi," jelas bu Maria.


"Oh … jadi selain Tante Tania sahabat Mami yang udah lama nggak ketemu itu, Mami juga punya sahabat lain toh," Ucap Ara.


"Punya, justru ini sahabat Mami dari kecil, udah lama banget kita sahabatan, tapi pas masa SMA dulu, sahabat Mami itu pindah. Mami nggak tau Sekarang dia ada dimana, dulu sih masih sempat surat-suratan, telepon-teleponan, tapi entah kenapa tiba-tiba kontaknya hilang gitu aja dan Mami nggak bisa menemukannya sampai sekarang," jelas Bu Maria yang terlihat sangat sedih.


Karena tidak mau menambah kesedihan Maminya dengan terus bertanya, Ara pun lebih memilih berpamitan untuk pergi ke kantor. Begitu juga dengan Pak Jackson, ia juga pamit kepada istrinya untuk segera pergi bekerja.


...


"Sayang, kita mau ke mana sih?" Tanya Leo.


"Udah kamu ikut aja, aku hari ini janji ketemuan sama Aria dan Sherin," jawab Ara.


"Mau ngapain?" Tanya Leo lagi.


Ara pun menceritakan kepada Leo tujuannya untuk bertemu dengan Sherin dan Aria.


"Emang kenapa dengan hubungan Arka dan Sherin?" Tanya Leo.


"Udah deh jangan banyak nanya, kalau kamu nggak mau ikutan ya udah kamu pulang aja," kata Ara yang kelihatan mulai kesal.


"Iya, iya, jangan ngambek dong. Kan kita janji mau makan bareng, jadi nggak papa deh aku ikut kamu dulu," ucap Leo.


"Nah gitu kek dari tadi. Ya udah yuk jalan, takut Aria dan Sherin udah ada di sana, aku malah belum datang," kata Ara.


"Ya nggak apa-apa dong, kan yang mau bicara juga mereka berdua," kata Leo.


"Tapi sayang, aku yang merencanakan pertemuan ini, masa iya aku nggak ada sih. Ya ntar kalau mereka lagi ngomong, aku nggak ada di situ juga nggak apa-apa, yang penting aku ada di situ dulu dong," kata Ara.


"Iya Sayang, ya udah yuk buruan," ajak Leo.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2