Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_159


__ADS_3

tok.. tok.. tok.. (Bryan mengetuk kaca mobil Leo)


Ara dan Leo melepaskan ciuman mereka dan tersenyum.Lalu Ara dan Leo pun keluar dari mobil.


"ngapain sih lama amat keluar dari mobil...?"tanya Bryan.


"mau tau aja loe"ucap Leo.


"Ra, pas banget ya sama-sama nyampe"ucap Sarah.


"iya Sar, yuk masuk"ajak Ara.


"yuk"jawab Ara.


"Ra,tadi malam kamu ngomong apa ke Rio.Rio langsung otw loh ke rumah sakit"ucap Sarah.


"ya bagus dong,emang udah seharusnya kan.Aku cuma ngomong yang seharusnya aja Sar,masak iya udah dewasa mau ngambek-ngambekkan gitu"terang Ara.


"iya sih bener"jawab Sarah.


Saat mereka tiba di ruang rawat inap Nadia ,di sana sedang ada beberapa teman kerja Nadia yang sedang menjenguk.


"ramai Ra"ucap Sarah.


"kita tunggu aja gak sih di luar dulu"ucap Ara.


"iya sebaiknya kita duduk aja dulu di sini, gak boleh juga kan ramai-ramai jenguk"sambung Leo.


"ya udah yuk duduk dulu"ajak Bryan.


"loh Ara, Sarah, Leo, Bryan, kalian ngapain...? kok tidak masuk..?"tanya Bu Jasmine yang baru saja keluar dari ruang rawat inap Nadia.


"gak apa Tante kita tunggu aja dulu di sini, biar gantian"jawab Ara.


"iya Tante, kan gak boleh juga terlalu ramai masuk ke dalam, jadi kita gantian aja"sambung Sarah.


"oh gitu, iya itu ada teman-teman kantor nya Nadia, mereka juga bilang tidak bisa lama-lama.Ya sudah kalau begitu Tante tinggal dulu ya ada urusan"terang Bu Jasmine.


"iya Tante"jawab Ara dan yang lain.


...


"mau ngapain lagi sih ke sini...? gak bosan ya..? Kak Arka itu gak ada di rumah, lagian kalau di rumah pun dia gak bakalan mau ketemu Kakak, Kakak mau di usir untuk ke sekian kalinya dari rumah ini...?"tanya Aria.


"siapa yang cari Arka,aku cari kamu kok"terang Cinta.


"cari aku...?mau ngapain...? dengar ya Kak Cinta aku sama Kakak gak ada urusan apa pun, apa lagi kalau Kakak minta bantu soal Kak Arka, maaf aku gak bisa"ucap Aria.


Aria hendak menutup pintu rumah, akan tetapi Cinta mencegahnya.


"gimana kalau aku yang bantu kamu buat dekat sama Rio"ucap Cinta tersenyum.


Aria terdiam lalu keluar dari rumahnya menghampiri Cinta.


"maksud kamu apa...?"tanya Aria.


"maksud aku, aku tau kamu suka kan sama Rio, aku bisa liat kok ekspresi kamu saat ada Rio, dan gimana kamu menatap Rio"jawab Cinta.

__ADS_1


"gak usah sok tau, lagian apa yang mau kamu lakuin. Kak Rio itu udah punya tunangan, kamu pikir aku mau jadi orang ketiga yang ngerusak hubungan mereka"ucap Aria.


"masak, kamu yakin gak butuh pertolongan aku...?"tanya Cinta.


"Gak, pergi kamu dari sini"usir Aria lalu menutup pintu.


"Aria kalau kamu berubah pikiran dan butuh bantuan aku, hubungin aku segera ya, aku siap kok bantu kamu"teriak Cinta.


"dasar cewek stres"gumam Aria.


"siapa sayang...?"tanya Pak Boby tiba-tiba.


"biasa cewek stres Pa"jawab Aria.


"siapa...?"tanya Pak Boby.


Pak Boby yang penasaran akan maksud Aria, langsung saja melihat dari jendela dan melihat Cinta yang akan segera pergi dari rumahnya.


"dia lagi"ucap Pak Boby.


"siapa lagi Pa, Papa mau kemana...?"tanya Aria.


"Papa mau keluar sebentar ada urusan, kamu tenang saja di antar supir kok"jawab Pak Boby.


"oh.. gitu, ya udah hati-hati ya Pa. ingat jangan kecapean"pesan Aria.


"iya sayang"jawab Pak Boby.


"ya udah Pa, bye... "ucap Aria.


...


"loh Yah, Bunda kan sudah bilang kita ketemu saja di rumah sakit, biar Bunda naik taxi"ucap Bu Risa.


"tidak apa-apa kok Bun,lagian lebih aman kalau Bunda itu sama Ayah dari pada naik taxi"ucap Pak Haris.


"Ayah ada-ada saja, padahal Bunda juga sudah sering kemana-mana naik taxi"ucap Bu Risa.


"itu karena Bunda tidak mau pakai supir dan tidak mau juga Ayah belikan mobil"gerutu Pak Haris.


"hm.. tidak perlu Yah, ya sudah kita langsung jalan saja ya yah ke rumah sakit"ucap Bu Risa.


"iya Bun"jawab Pak Haris.


Setibanya di rumah sakit, Pak Haris dan Bu Risa langsung menuju ke ruang rawat inap Nadia.


"selamat sore semua nya"sapa Bu Risa.


"sore juga Tante Risa, Om Haris"balas Ara.


"sore Om, Tante"balas Sarah dan yang lainnya.


"wah ramai sekali ya di sini, lagi pada ngumpul ya"ucap Bu Risa.


"iya Tan, pulang kerja kita langsung ke sini"terang Ara .


"Om Tante"tegur Leo.

__ADS_1


"Leo apa kabar kamu...?"tanya Pak Haris.


"baik Om"jawab Leo.


"oh iya Om dengar kamu sekarang sudah bergabung lagi dengan Perusahaan orang tua kamu ya...?"tanya Pak Haris.


"iya Om"jawab Leo.


"Leo kamu pasti bisa sukses seperti Papi kamu"ucap Pak Haris.


"terima kasih Om"ucap Leo.


Sementara itu Bu Risa sedang melihat keadaan Nadia dan berbincang dengan Bu Jasmine dan Nadia.


"Nadia, kamu harus cepat sembuh ya"ucap Bu Risa.


"iya Tante, Nadia pasti cepat sembuh kok, makasih ya Tante dan Om udah jenguk Nadia.


"iya sama-sama sayang, Mbak Jasmine bisa ngomong sebentar di luar"ucap Bu Risa.


Bu Jasmine mengangguk menyetujui permintaan Bu Risa.


"Ara, sarah titip Nadia dulu ya"ucap Bu Jasmine.


"iya Tan"jawab Ara.


"Ra, aku sama Bryan pulang duluan gak papa ya, susternya Kayla kasian mau pulang"ucap Sarah.


"iya gak papa dong ,duluan aja"jawab Ara.


"Om kita pulang duluan ya"pamit Bryan kepada Pak Haris.


"oh iya, hati-hati ya"ucap Pak Haris.


"iya Om"jawab Bryan.


"Nad, aku pulang dulu ya. Mudah-mudahan kamu cepat keluar ya dari sini dan jangan pernah ke sini lagi"ucap Sarah.


"iya Sarah aku juga mau nya gitu. Thank's ya,hati-hati pulangnya"ucap Nadia.


"duluan ya bro"pamit Bryan kepada Rio dan Leo.


"oke hati-hati"ucap Leo.


"hati-hati bro"ucap Rio pula.


Setelah berpamitan dengan semuanya, Sarah dan Bryan pergi meninggalkan rumah sakit.


...


"Mbak jadi Dokter Herman yang sudah donorin ginjal buat Nadia...?"tanya Bu Risa.


"iya Sa siapa lagi yang ginjalnya cocok dengan Nadia"jawab Bu Risa.


"jadi karena itu Mbak kasih tahu ke Dokter Herman kalau Nadia itu anaknya, tapi kenapa Mbak belum kasih tau Nadia kalau Dokter Herman itu Ayah kandungnya...?"tanya Bu Risa.


***

__ADS_1


__ADS_2