Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_82


__ADS_3

Tiba-tiba Leo melepaskan ciuman nya dan mendorong pelan tubuh Ara.


"Ara kamu ngapain tiba-tiba cium aku kayak tadi..? "tanya Leo.


"memang kenapa, gak usah munafik deh.Kamu juga menikmati nya, bukti nya kamu balas ciuman aku dan aku yakin kamu pasti ingat sesuatu kan"ucap Ara.


Ara sangat malu, akan tetapi dia hanya berpura-pura melawan agar Leo tidak mengetahui rasa malu nya itu.


"udah lah kita pulang aja yuk udah mau malam, gak perlu lah kemping-kemping, next time aja"ajak Leo.


"Leo asal kamu tau tempat ini sempat di tutup karena aku dan Nadia, dan sekarang udah di buka lagi, aku seneng bisa kesini lagi sama kamu walau kamu belum ingat siapa aku"ungkap Ara.


"kenapa dengan kamu dan Nadia...?"tanya Leo.


Ara menceritakan semua nya nya sampai akhir nya ia dan Nadia bisa menjadi sahabat. Tanpa sengaja Ara menjatuhkan air mata nya.


Leo mendekati Ara, menyeka air mata Ara dengan jari nya lalu memeluk nya. Ara merasa sangat bahagia berada di pelukan hangat Leo.


"Leo akhir nya aku bisa ngerasain pelukan hangat kamu lagi dan ini asli di dunia nyata bukan dunia lain"gumam Ara dalam hati.


"gimana kalau keadaan aku udah lebih baik kita kemping dan nginap di sini..? "ajak Leo.


"kamu serius..?"tanya Ara.


"iya aku serius"jawab Leo dan melepas pelukan nya.


"ya udah sekarang kita pulang aja yuk"ajak Ara.


Ara dan Leo pulang ke rumah dan mereka sudah tiba di rumahnya masing-masing.


Dalam kamar nya Leo selalu terbayang ciuman yang ia lakukan bersama Ara di bukit, Leo tersenyum bahagia sambil memegang bibir nya. Sama hal nya dengan Ara, meski Ara merasa konyol telah berani mencium Leo terlebih dahulu di dunia nyata, tetapi ia bahagia dan tersenyum sambil memegang bibir mungil nya.


...


"jadi ini ada apa ngajakin kita ketemuan di cafe di saat jam istirahat, gak bisa di tunda sepulang kerja dan gak bisa juga di omongin lewat telpon...? "tanya Sarah.


"ini penting banget dan kalian harus dengar langsung dari mulut aku"jawab Ara .


"apaan sih...?"tanya Nadia.


"oke jadi gini.... "Ara menceritakan kepada kedua sahabat nya apa yang terjadi antara diri nya dan Leo waktu itu.


"hah demi apa...?"teriak Sarah .


"Ara.... so sweat banget"teriak Nadia pula.

__ADS_1


"hust..bisa pelan dikit gak sih,jangan teriak-teriak depan umum dong malu tau"ucap Ara.


"iya sorry, aku sebahagia itu Ara"ungkap Sarah.


"Iya maaf Ra, kita syok bahagia dengar nya"ucap Nadia pula.


"kenapa jadi kalian yang paling bahagia..? "tanya Ara.


"ya jelas lah Ra, sahabat kita bahagia pasti kita ikut bahagia juga"jawab Nadia.


"yes i'm very happy. Ini itu perkembangan yang luar biasa Ra. Sumpah aku gak nyangka banget deh kamu bisa punya pemikiran seperti itu"ucap Sarah.


"iya aku juga heran, kenapa tiba-tiba terlewat aja gitu di pikiran aku saat kita berdua tatap-tatapan, gak tahan aja liat bibir nya, aku kangen saat dimana kita berdua saling mesra-mesraan"terang Ara.


"wah.. jujur kamu hebat banget sih, salut"ungkap Sarah mengangkat kedua jempol nya.


"hm... Ara aku jadi iri deh"ucap Nadia.


"udah ah malu tau di bahas terus. Makan yuk bentar lagi udah jam masuk kerja dan kamu gak perlu iri Nadia, aku yakin kok hubungan kamu dan Rio nanti nya akan di berikan kemudahan"ucap Ara.


"iya bener, bukti nya sekarang aja kamu masih tu di bolehin kerja di tempat yang sama dengan Rio"sambung Sarah.


"iya, tapi aku yakin nyokap pasti punya rencana lain"ucap Nadia.


"udah.. udah.. yuk makan"ajak Ara.


...


"iya Buk sama-sama"jawab Pak Jakson.


"tidak repot sama sekali Mar, malahan aku mau minta maaf sama kamu, sudah 1 minggu lebih Leo sadar dan sudah pulang ke rumah pula, aku baru sempat jenguk, kebetulan suami aku lagi di rumah jadi sekalian kita datang"ucap Bu Maria.


"ya ampun itu bukan masalah, aku juga tau kok gimana sibuk nya kamu. Mari kita liat Dika"ajak Bu Amara.


tok.. tok.. tok..


"sayang, ini ada orang tua nya Ara mau jenguk kamu"ucap Bu Amara sambil mengetuk pintu kamar Leo .


"iya Mi masuk aja"jawab Leo.


Bu Amara dan kedua orang tua Ara masuk ke kamar Leo.


"halo Om, Tante"sapa Leo.


"halo Dika, Tante senang deh bisa lihat kamu sehat"ucap Bu Amara.

__ADS_1


"makasih tante"jawab Dika.


"kami berdua orang tua nya Ara, kemarin Om pernah jenguk kamu sekali di rumah sakit. Dan Om senang sekarang kamu sudah pulih cepat pulih total ya Dika"ucap Pak Jakson..


"iya Om terima kasih banyak ya"ucap Dika.


"iya sama-sama"jawab Pak Jakson.


"pantes aja Ara anak nya baik,ternyata orang tua nya juga baik banget, care lagi"gumam Leo dalam hati.


...


"kamu ngapain datang ke kantor ini...? "tanya Nadia.


"Mama kamu yang suruh aku jemput kamu"jawab Arka.


"gak perlu, aku udah ada yang anterin pulang"ucap Nadia.


"siapa, Rio...? "tanya Arka.


"iya, Rio itu pacar aku. Kamu dengar ya Arya"ucapan Nadia terpotong.


"Arka"terang Arka.


"what ever lah, aku cuma mau kamu tau sekuat apa pun usaha Mama buat jodohin kita dan sekuat apa pun kamu berusaha buat dekatin aku dan mengambil hati aku, itu gak akan mempan, aku sama kamu itu gak akan pernah terjadi. Aku udah punya Rio, dari dulu sampai sekarang dan masa yang akan datang aku cuma mau sama Rio"terang Nadia.


"ngomong apaan sih, bawel banget"ucap Arka.


"what....? dari tadi aku ngomong panjang lebar kamu gak dengerin...? "tanya Nadia.


"enggak"jawab Arka spontan.


"ih... nyebelin banget"teriak Nadia.


"udah jangan marah-marah entar cantik nya ilang. Sekarang kita pulang aja yuk"ajak Arka.


"gak usah ngegombal, gak mempan"ucap Nadia.


"ya kita liat aja nanti"ucap Arka.


"gak akan pernah terjadi"ucap Nadia lagi.


tit.. tit.. bunyi klakson mobil Rio tepat di depan Nadia dan Arka.


"bye"ucap Nadia jutek meninggalkan Arka dan msuk ke dalam mobil Rio.

__ADS_1


"sombong banget, loe kira gue mau apa kalau gak karena terpaksa, ogah banget gue ladenin cewek tulalit kayak loe"gerutu Arka.


***


__ADS_2