Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_88


__ADS_3

"Leo bisa-bisa nya ya kamu ngerjain aku kayak gini, aku panik tau gak waktu kamu telpon dan bilang kamu ngerasain sakit terus telpon terputus gitu aja"oceh Ara.


"iya maaf, aku cuma bercanda. Aku cuma mau kamu datang kesini aja"ucap Leo.


"bercandaan kamu gak lucu tau gak, jam 6 pagi aku harus buru-buru ke rumah kamu, pakai piyama, tanpa cuci muka lagi"oceh Ara lagi.


"iya maaf Ara, tapi tetap cantik kok walaupun kamu pakai piyama dan gak cuci muka"puji Leo.


"udah deh Leo bercanda nya,kata nya kamu mau ngomong, ngomong apa...?"tanya Ara.


"iya aku mau jujur sama perasaan aku, udah gak bisa di tunda lagi, tidur aku juga gak nyenyak karena mikirin ini"ucap Leo.


"jujur apa...? "tanya Ara penasaran.


"Ara,kamu bilang kan kita pacaran, aku mau kita lanjutin hubungan kita, aku yakin setelah kita sering sama-sama aku akan ingat lagi tentang kita sebelum nya, dan jujur sekarang ini meskipun aku belum ingat siapa kamu tapi aku ngerasa sayang sama kamu Ra"ungkap Leo sambil menatap mata dan memegang tangan Ara.


Ara tersenyum bahagia mendengar pengakuan dari Leo.


"kamu serius...? apa itu artinya kamu udah mulai percaya sama perkataan aku...? "tanya Ara.


"aku mencoba percaya Ra, untuk itu bantu aku ya buat ingat lagi semua nya"jawab Leo dan meminta.


"iya aku mau dan aku akan bantu kamu"jawab Ara pula.


"makasih ya Ra"ucap Leo .


"sama-sama"jawab Ara.


"ada satu hal lagi, aku mau menerima perjodohan kita"ungkap Leo.


"oh ya, Bagus dong"ucap Ara tersenyum.


Leo juga tersenyum lalu memeluk Ara, Ara membalas pelukan Leo dengan erat.


...


tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu rumah Sarah.


"iya sebentar"teriak Sarah dan bergegas membuka pintu.


"Hai... "sapa Bryan saat melihat Sarah.


"Bryan, hai ada apa...? yuk masuk"tanya Sarah dan mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"emang gak boleh kangen sama anak dan calon istri...?"tanya Bryan balik.


"malah balik nanya, ya boleh lah tapi tumben pagi-pagi gini, mana gak ngabarin lagi"ucap Sarah.


"tadi aku abis beli sarapan jadi pengen aja sarapan di sini, sekalian mau ajak kamu dan Kayla jalan"jelas Bryan.


"oh gitu, ya udah sarapan langsung aja. Kayla juga udah bangun tapi lagi mandi sama Suster dan aku juga belum mandi nih"ucap Sarah.


"iya aku tau kok, aku kan udah biasa liat kamu belum mandi. Yah walau dulu aku gak pernah memperhatikan kamu,maafin aku ya Sar"ucap Bryan tertunduk.


"udah lah itu hanya masa lalu dan jangan di ingat-ingat lagi, kan kita udah sepakat untuk membuka lembaran baru"ucap Sarah sambil tersenyum dan memegang tangan Bryan.


"iya Sar, aku beruntung banget bisa kenal sama kamu dan ada di hidup kamu"ungkap Bryan tersenyum.


"ya udah buruan yuk kita sarapan terus aku mandi"ajak Sarah.


Lalu Sarah dan Bryan sarapan bersama.


"aku mandi dulu ya terus siap-siap, kamu tunggu aja di sini.Entar aku suruh Suster bawa Kayla kesini buat nemenin kamu"ucap Sarah lagi.


"iya sayang,kita jalan nya bertiga aja kan gak sama suster nya Kayla...? "tanya Bryan.


"ya gak lah, Suster nya Kayla juga mau liburan"jawab Sarah.


Sarah meninggalkan Bryan dan bergegas mandi.


...


"sayang,kamu ngapain sih nekat banget kesini,ini tu weekend dan Mama ada di rumah"ucap Nadia bisik-bisik.


"ya aku tau sayang, justru aku kesini karena mau ketemu sama mama kamu"ungkap Rio.


"hah, kamu udah gila ya. Mending kamu pulang aja ya, please....... "rengek Nadia meminta.


"sayang kamu tenang aja ya, gak akan ada apa-apa kok"ucap Rio sembari membelai rambut Nadia.


"gimana aku mau tenang, aku tau gimana Mama"ucap Nadia panik.


"Rio, ayo silahkan masuk"ucap Mama Nadia yang tiba-tiba keluar.


"iya Tante"jawab Rio dan masuk ke dalam.


"what....? ini ada apa sih"gumam Nadia heran dan ikut masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"silahkan duduk"ucap Bu Jasmine.


"makasih Tante"ucap Rio


"saya tidak perlu basa-basi di depan kamu, saya akan langsung sampaikan niat dan tujuan saya meminta kamu untuk datang kesini"ucap Mama Nadia.


"jadi Mama yang suruh Rio kesini, kenapa sih Ma...? "tanya Nadia.


Mama Nadia melanjutkan ucapan nya tidak menjawab pertanyaan Nadia.


"saya tau akhir-akhir ini kamu masih jalan sama anak saya, kamu antar jemput Nadia ,kamu dan Nadia sama sekali tidak mendengar larangan saya, saya sengaja diam, saya mau tahu sampai kapan dan ternyata semakin lama semakin berani kalian berdua menantang saya"ucap Mama Nadia.


"Ma.. "ucapan Nadia terpotong.


"Mama belum selesai bicara Nadia, ini undangan pertunangan Nadia dan Arka, saya harap kamu bisa datang dan menyaksikan hari bahagia Nadia, mungkin dengan kamu melihat nya langsung kamu akan sadar bahwa Nadia tidak pantas untuk kamu dan jangan pernah mengusik yang bukan milik kamu"ucap Mama Nadia sembari memberikan undangan untuk Rio.


Rio membaca undangan itu, Nadia dengan amarah nya mengambil undangan dari tangan Rio dan merobek nya.


"Mama apa-apaan sih,siapa yang mau tunangan sama Arka, Mama gak bisa giniin Nadia dong Ma"teriak Nadia.


"Nadia udah, gak usah marah-marah sama Mama kamu"ucap Rio.


"ini keputusan yang sudah di sepakati dua belah pihak keluarga, minggu depan kamu dan Arka akan langsung bertunangan, dan kamu Rio silahkan sekarang kamu pulang"ucap Mama Nadia.


"iya Tante saya akan pulang sekarang, tapi Satu hal yang harus tante tau bahwa saya akan memperjuangkan orang yang saya cintai yaitu Nadia. Saya pastikan pertunangan antara Nadia dan Arka tidak akan pernah terjadi"ucap Rio.


"heh siapa kamu...? kamu tidak ada hak bicara seperti itu"bentak Mama Nadia.


"saya pamit"ucap Rio lalu pergi meninggalkan Nadia dan Bu Jasmine.


"Rio tunggu..."teriak Nadia mengejar Rio.


Rio terus berjalan hingga ia berhenti di depan rumah Nadia.


"Rio aku gak mau tunangan sama orang lain selain kamu"ucap Nadia.


Rio menatap Nadia dan memeluk nya.


"Aku janji sama kamu, pertunangan kamu dengan Arka gak akan pernah terjadi. selagi kita sama-sama berjuang, kita pasti bisa bersatu nanti nya"ucap Rio.


Lalu tiba-tiba Nadia mengecup bibir Rio, Rio membalas nya dan mereka berciuman di saksikan oleh Mama Nadia dan juga Arka yang baru saja tiba di rumah Nadia.


***

__ADS_1


__ADS_2