Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-306


__ADS_3

"Iya, iya, bagus juga sih kalau kamu punya pemikiran yang baik seperti itu. Aku doain pekerjaan kamu lancar, terus kamu bisa bangun usaha kamu sendiri dan sukses deh kayak Ara," ucap Rio.


"Aamiin …," makasih ya Kak," ucap Aria.


"Iya sama-sama," jawab Rio.


"Jadi apa nih yang bisa mulai aku kerjain Kak?" Tanya Aria.


Rio pun mengarahkan kepada Aria pekerjaan apa saja yang akan dilakukannya untuk membantu Rio yang sedang menangani proyek saat ini. Rio juga memberikan beberapa berkas dan juga mengirimkan beberapa file ke email Aria. Aria langsung saja menuju ke meja kerjanya dan mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh Rio dengan sangat senang dan bersemangat. Aria begitu sangat senang karena ini adalah pengalaman kerjanya yang pertama kali ditambah lagi ia bekerja dengan orang yang sangat disukainya itu. Hal itu benar-benar menambah kesemangatan di dalam dirinya sendiri.


"Akhirnya, aku benar-benar bisa dekat terus sama Kak Rio, seneng banget deh rasanya," Gumam Aria di dalam hati sembari melirik meja kerja Rio yang terlihat dari jendela yang ada di ruangan CEO.


Begitu pula dengan Rio yang terkadang juga diam-diam melirik Aria dari jendelanya sembari sesekali menampilkan senyum tipis.


"Duh … kenapa ya dengan aku? Kenapa rasanya senang banget bisa kerjasama dengan Aria. Apa jangan-jangan … nggak, itu gak mungkin lah, ingat yo Nadia itu baru aja pergi. Masa sih secepat itu kamu move on dari Nadia," gumam Rio dalam hati.


...


"Halo Mbak Ara, Mbak Ara aku minta maaf banget ya hari ini aku nggak bisa masuk kerja," ucap Amira dari seberang telepon.


"Ada apa Mir? Kenapa kamu kedengarannya panik kayak gitu?" Tanya Ara.


"Iya Mbak aku memang panik, tadi tiba-tiba Ibu aku pingsan dan sekarang udah aku bawa ke rumah sakit," kata Amira


"Ya ampun Mir kok bisa? Emang ibu kamu sakit apa?" Tanya Ara.


"Aku belum tau Mbak, tapi yang aku tau Ibu punya penyakit jantung dan sekarang Ibu aku lagi di tangani sama Dokter," jawab Amira.


"Ya udah nggak papa, kamu fokus aja dulu ya sama Ibu kamu. Nanti aku bakalan ke sana liat Ibu kamu," kata Ara.


"Nggak papa Mbak, gak usah. Mbak Ara kan lagi banyak kerjaan, aku nggak mau ganggu kerjaan Mbak," kata Amira.


"Kamu tenang aja Mir, lagian ini kan perusahaan aku, aku bisa atur kok semuanya. Aku doain mudah-mudahan Ibu kamu enggak kenapa-napa ya, cepat pulih," ucap Ara.


"Iya Mbak Ara, makasih banyak ya," ucap Amira.


Lalu panggilan telepon pun berakhir.

__ADS_1


"Ada apa Sayang?" Tanya Leo saat ia baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat wajah istrinya yang terlihat sangat khawatir.


"Ini Sayang, kata Amira dia hari ini nggak bisa masuk kerja karena ibunya tiba-tiba pingsan dan masuk rumah sakit," jelas Ara.


"Oh … gitu, memang ibunya sakit apa Sayang?" Tanya Leo lagi.


"Katanya sih ada penyakit jantung. Aku jadi khawatir deh Sayang, aku kasian sama Amira," kata Ara.


"Iya, kalau gitu kamu mau ke rumah sakit aja nggak? Biar aku antar," kata Leo.


"Aku pagi ini ada meeting penting, aku harus meeting dulu setelah itu baru aku ke sana langsung," kata Ara.


"Oh … kalau aku ada meeting-nya nanti siang, jadi aku gak bisa antar kamu" kata Leo.


"Ya nggak papa Sayang, ntar aku pergi sendiri aja bisa kok," kata Ara.


"Beneran nggak apa-apa kan?" Tanya Leo memastikan. Sebenarnya ia sangat ingin mengantar sang istri kemanapun akan pergi, akan tetapi meeting Leo nanti siang juga sangat penting dan tidak mungkin ia tinggalkan


"Iya Sayang nggak papa, ya udah kamu pakai baju gih! Aku mau buatin sarapan dulu ya," kata Ara.


"Iya Sayang," jawab Leo.


...


Setelah rapat berakhir, ia dikejutkan oleh sang ibu yang ada di ruangannya yang telah menunggunya.


"Mami," ucap Ara lalu menghamburkan pelukan ke dalam dekapan hangat Ibunya.


"Sayang, kamu baru siap meeting ya? Gimana lancar kan?" Tanya bu Maria.


"Ya Mi lancar. Mami kapan datangnya? Kok nggak kabarin ke Ara sih," Tanya Ara.


"Ya mami kan mau kasih surprise buat kamu, Mami kangen sama kamu Sayang. Kebetulan tadi Mami baru habis belanja bulanan jadi Mami sekalian aja mampir mau liat kamu. Kamu sehat kan?" Jawab bu Maria dan bertanya.


"Iya Mi, Ara sehat. Tapi Ara mau ke rumah sakit Mi sekarang," kata Ara.


"Rumah sakit? Kamu kenapa?" Tanya bu Maria.

__ADS_1


"Bukan Ara Mi, tapi ibunya Amira. Kemarin dia gak datang waktu Ara dan Leo nikah, karena tiba-tiba ngedrop cuma masih sadar. Kalau sekarang sampai pingsan Mi," kata Ara.


"Oh … ya, ya udah kalau gitu Mami ikut ya," Kata bu Maria.


"Iya Mi, kita langsung ke sana aja ya," kata Ara mengajak ibunya pergi ke rumah sakit segera.


Kebetulan bu Maria membawa mobil jadi Ara tidak perlu lagi memesan taksi online karena ia bisa pergi bersama ibunya itu. Tidak lupa Ara juga memberi kabar kepada Leo bahwa ia mengunjungi bu Laras ke rumah sakit bersama dengan ibunya.


...


Setibanya di rumah sakit, Ara dan bu Maria langsung saja menuju ke IGD tempat dimana saat ini ibunya Amira sedang ditangani. Ara melihat Amira yang sedang menangis tersedu-sedu di depan ruangan IGD dan langsung saja mereka menghampirinya.


"Amira," ucap Ara.


"Mbak Ara," ucap Amira.


Terlihat matanya sangat sembab dan juga hidungnya memerah akibat telah lama menangis, lalu Ara pun meraih tubuh Amira itu ke dalam dekapannya.


"Amira, kamu yang sabar ya. Aku yakin ibu kamu nggak kenapa-napa kok," kata Ara sembari mengusap lembut punggung Amira.


"Tapi kenapa Dokter lama banget Mbak menanganinya?" Tanya Amira dengan suara sesenggukan karena sedang menangis.


"Amira, kamu yang sabar ya. Kita berdoa saja semoga ibu kamu di dalam sana baik-baik saja," Kata bu Maria.


"Makasih ya Tante," ucap Amira.


Beberapa saat kemudian, Dokter keluar dari ruangan IGD dan langsung saja menemui keluarga pasien.


"Dokter, gimana dengan keadaan ibu saya? Tanya Amira.


"Jantung ibu kamu sudah sangat lemah, beliau harus segera dioperasi," kata Dokter.


Deg …


Jantung Amira terasa seperti disambar petir, rasanya begitu sakit dan ia sangat tidak sanggup mendengar kondisi ibunya saat ini.


"Operasi Dok?" Tanya Amira.

__ADS_1


"Iya, ibu kamu harus segera dioperasi untuk membantu menyelamatkan nyawanya saat ini. Kalau kamu setuju silahkan tanda tangan surat ini," kata Dokter sembari menyerahkan selembar kertas yang merupakan surat persetujuan operasi itu.


...****************...


__ADS_2