Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_220


__ADS_3

Enam Bulan Kemudian...


"Hai Sayang, kamu lagi apa...?" Tanya Nadia melalui video call.


"Lagi baring aja nih mikirin kamu, kamu lagi apa Sayang...?" Jawab Rio dan bertanya balik.


"Aku lagi santai aja nikmatin Liburan semester aku," jawab Nadia.


"Hm...enak banget ya," kata Rio.


"Ya enak dong. Udah malam nih, kamu gak istirahat Sayang?" Tanya Nadia.


"Bentar lagi lah, baru juga jam 9," jawab Rio.


"Nadia, kamu lagi VC sama siapa...?" Tanya bu Jasmine yang menghampiri anaknya itu di dalam kamar sembari membawakan potongan buah apel.


"Biasa, Rio Ma," jawab Nadia.


"Mama ya Sayang...?" Tanya Rio yang mendengar suara bu Jasmine itu.


"Iya Sayang, kamu mau ngomong...?" Jawab Nadia dan bertanya.


"Boleh," jawab Rio.


"Ma ini Rio mau ngomong," kata Nadia lalu bu Jasmine pun mendekat.


"Hai Rio, kamu apa kabar?" Sapa bu Jasmine.


"Hai juga Tan, alhamdulillah Rio baik. Tante juga baik kan..?" Tanya Rio.


"Syukurlah, Tante juga sehat," jawab bu Jasmine.


"Tante kapan pulang...? Betah banget di Amrik," Tanya Rio.


"Nadia nih yang tidak izinin Tante pulang, jadi Tante harus gimana dong, mungkin sekalian Nadia pulang baru Tante akan pulang," jawab bu Jasmine.


"Iya Tante, Rio malah lega ada Tante di sana yang jagain Nadia. Jagain Nadia buat Rio ya Tante," ucap Rio.


"Kamu ini kok ngomong gitu sih Rio, tanpa kamu minta pun Tante akan selalu menjaga Nadia, kan Nadia anak Tante," kata bu Jasmine.


"He.. He.. He.. Iya Tante," jawab Rio nyengir.


"Tante mau masak dulu ya, kamu lanjutin aja ngobrol sama Nadia," kata bu Jasmine.


"Iya Tante, masak yang enak ya Tante," kata Rio.

__ADS_1


"Pasti dong," sahut Nadia, sedangkan bu Jasmine hanya tersenyum lalu keluar dari kamar Nadia.


"Sayang, kamu mau gak," Nadia menawarkan apel yang sedang dimakannya.


"Mau, tapi suapin dong," pinta Rio.


"Nih aku suap ya, buka mulut kamu!" Perintah Nadia dan Rio pun membuka mulutnya.


"Akh......." Ucap Nadia dan seolah benar-benar menyuapkan apel tersebut ke mulut Rio.


"Ammm......" Ucap Rio lalu menutup mulutnya dan pura-pura mengunyah.


"Ha.. Ha.. Ha.." Gelak tawa mereka berdua.


"Konyol banget gak sih kita Sayang," ujar Nadia.


"Bisa di bilang gitu, tapi aku kangen bisa konyol bareng kamu secara langsung, cepat pulang ya Sayang, aku kangen," ucap Rio.


"Aku juga, i miss you so much. Tunggu aku pulang enam bulan lagi ya Sayang," ucap Nadia pula.


"Iya Sayang, aku akan selalu menunggu kepulangan kamu," jawab Rio.


"Kamu tidur gih Sayang, besok juga harus kerja kan," kata Nadia.


"Ya udah aku tidur dulu ya Sayang," kata Rio.


"Good Night too Honey, muach...." Ucap Rio pula.


"Muach..." Balas Nadia.


Lalu video call terputus.


...


Cinta tampak kesulitan membawa belanjaan yang cukup banyak di tangannya, ia hendak membawa semua belanjaan itu ke dalam mobilnya. Ia memilih berbelanja sendiri karena Beni sedang bekerja, padahal suaminya itu sudah memperkerjakan asisten rumah tangga untuk membantu segala urusan Cinta di rumah, dan juga supir untuk mengantar istrinya itu kemanapun ia akan pergi. Semua itu Beni lakukan agar istrinya yang sedang hamil itu tidak kelelahan. Tapi hari ini, Cinta ingin berbelanja sendiri tanpa pembantu ataupun supirnya.


"Duh, kenapa pakai jatuh segala sih," keluh Cinta saat salah satu barang belanjaan yang akan dimasukkannya ke dalam bagasi terjatuh. Sementara dengan perutnya yang membuncit itu, ia agak kesulitan untuk menunduk dan mengambil barang yang jatuh tersebut.


Hingga tiba-tiba ada seorang pria yang menolong Cinta.


"Ini Mbak barangnya," kata pria tersebut sembari memberikan belanjaan Cinta.


"Maka...." Ucapan Cinta terputus saat matanya dan mata pria itu saling bertemu, mereka sama-sama terkejut.


"Cinta," ucap Rolan.

__ADS_1


"Kamu," ucap Cinta dengan penuh kebencian. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria brengsek itu.


"Cinta, apa kabar?" Tanya Rolan.


"Minggir!" Usir Cinta lalu menutup bagasi mobilnya dan meninggalkan Rolan.


"Cinta, tunggu!" panggil Rolan.


Cinta sama sekali tidak menggubrisnya, langsung saja ia masuk ke dalam mobil dan berlalu dari pandangan Rolan. Sedangkan Rolan hanya mematung melihat mobil Cinta yang kian menjauh hingga tidak terlihat lagi dari pandangan matanya.


"Kenapa aku ngerasa bersalah ketika ketemu Cinta, apa aku menyesal udah buang Cinta gitu aja, akh... Ngapain juga juga sih jadi pikirin Cinta," gumam Rolan sembari mengobrak abrik rambutnya lalu masuk ke dalam supermarket.


Sementara itu, Cinta yang sedang menyetir mobil itu juga tampak gelisah setelah bertemu dengan Rolan, suasana hatinya yang tadi sangat baik kini berubah menjadi tidak baik karena Rolan merupakan sosok lelaki yang paling ia benci dan tidak ingin ia temui selamanya.


"Kenapa harus ketemu sama itu orang lagi sih, bikin mood aku rusak aja," gerutu Cinta. "Mendingan sekarang aku ke kantor Mas Beni aja deh ajak makan siang bareng di luar, lagian kalau ketemu sama suami tercinta pasti mood aku balik seneng lagi deh," gumamnya lalu melajukan mobil ke arah Perusahaan AX tempat suaminya bekerja.


Setibanya di Perusahaan AX...


"Siang bu Cinta, sapa resepsionis yang berada di loby perusahaan. Memang seluruh karyawan lama sudah mengenal Cinta yang sering mendatangi Beni di kantor.


"Siang juga Mbak, Mas Beni ada...?" Balas Cinta dan bertanya.


"Ada, langsung ke ruangannya aja Mbak," jawab resepsionis tersebut.


"Makasih ya Mbak," ucap Cinta lalu melangkahkan kaki menuju ke ruangan Beni.


Saat tiba di depan sebuah ruangan, Cinta tidak langsung menghampiri Beni. Ia melihat dari kejauhan Beni sedang sibuk membahas soal pekerjaannya bersama team.


"Ya udah nanti kita lanjut lagi ya, sekarang kita istirahat dulu," kata Beni kepada team-nya.


"Ben ada istri Loe tuh," ucap salah satu teman Beni yang melihat Cinta dan juga menunjuknya.


Beni langsung saja melihat ke arah tersebut, ia tersenyum saat melihat Cinta yang juga sedang tersenyum kepadanya, lalu Beni pun bergegas menghampiri istrinya tersebut.


"Mas," sapa Cinta saat Beni mendekat.


"Sayang, kamu sama siapa ke sini...?" Tanya Beni lalu membawa istrinya untuk duduk.


"Sendirian, aku mau ajak kamu makan," jawab Cinta.


"Ya ampun, aku kan udah bilang sama kamu jangan nyetir sendiri, aku gak mau kalau tiba-tiba perut kamu kram kayak kemaren, ingat usia kandungan kamu itu udah enam bulan" kata Beni yang sangat khawatir.


"Maaf Sayang, tapi aku gak papa kok," ucap Cinta.


"Ya syukurlah, yuk kita makan," ajak Beni, "Abis itu aku anterin kamu pulang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2