Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_35


__ADS_3

"tolong.. " teriak orang itu lagi.


Tidak ada yang mendengar suara lirih nya di balik suara hujan yang sangat deras itu. Orang tersebut pun pingsan karena kesakitan dan kehujanan.


Malam semakin larut,hujan telah mengguyur mereka selama satu jam.Ara merasa sangat kedinginan,Leo dan Rio yg melihat Ara merasa sangat kasian dan khawatir.Rio pun mulai mendekati Ara dan berniat memeluk Ara agar Ara merasa tidak terlalu kedinginan.


"eits mau ngapain loe...?" tanya Leo yang melihat Rio akan menyentuh tangan Ara.


"apaan sih loe ,emang nya loe gak kasian liat Ara udah kedinginan gitu. Emang apa yang bisa loe lakuin sekarang...? kalau loe bisa berbuat sesuatu untuk Ara sekarang, gue janji gak akan nyentuh Ara" ucap Rio.


Ara hanya terdiam menggigil kedinginan, sedangkan Leo berkali-kali berusaha untuk menyentuh dan memeluk Ara tetapi selalu gagal.


"kenapa belum berhasil juga, loe gak liat kondisi Ara sekarang, loe tega liat Ara...? apa gak bisa buang sedikit aja keegoisan loe demi Ara ...?" tanya Rio membentak.


Leo tampak putus asa.


"oke ,oke gue serahin Ara sama loe. Tapi ingat gak lebih dari sekedar memeluk" ucap Leo.


"bacot loe" ucap Rio.


Rio mulai menggosok-gosok telapak tangan Ara pada telapak tangan nya agar bisa sedikit mengurangi rasa kedinginan di tangan Ara.Leo yang tidak tahan akan hal itu berusaha sekuat tenaga nya untuk menyentuh Ara .


Lalu berkat kegigihan nya itu Leo berhasil menepiskan tangan Rio dari tangan Ara. Leo sangat senang dan bergegas memeluk Ara. Rio hanya terdiam menyaksikan mereka berpelukan. Ara tidak mampu lagi untuk mengucapkan kata-kata tetapi merasa sangat bahagia berada di pelukan Leo.


Semakin larut hujan semakin deras, Ara tidak tahan lagi dan pingsan dalam pelukan Leo. Sementara Rio yang juga sudah tidak tahan akan kedinginan itu terjatuh dan pingsan di tanah.


...


Keesokan hari di saat hujan reda Polisi dan Tim SAR melanjutkan kembali pencarian Nadia dan di ikuti oleh wartawan yang meliput berita kejadian ini.


"Papi....... "teriak Mami Ara.


"ada apa Mi.... ?"tanya Papi Ara.


"lihat itu Pi berita hari ini,Polisi menemukan mobil Ara di lokasi hilang nya sekretaris Rio, sekarang polisi juga mencari Ara dan Rio yang semalam gak pulang ke rumah" jawab Mami.


"jadi Rio juga gak pulang ke rumah tadi malam Mi ? tanya Papi.


"iya Pi, Bu Mawar yang telpon Mami tadi pagi" jawab Mami.


"ya udah ayo sekarang kita ke lokasi kejadian" ajak Papi.

__ADS_1


"iya Pi" jawab Mami dan mereka bergegas ke bukit.


...


Ara dan Rio bersandar di pohon besar dan rindang tempat mereka berteduh saat hujan deras tadi malam.


Anggota tim SAR yang menemukan mereka langsung membawa mereka keluar dari hutan. Leo mengikuti mereka ,akan tetapi saat akan berjalan Leo melihat ada seseorang di balik pohon tersebut.


"Nadia" gumam Leo.


Leo bingung apa yang harus ia perbuat ,ia tidak bisa menyentuh barang-barang di sekitar, sementara itu yang bisa melihat dan berbicara dengan nya sedang tidak sadarkan diri.


"Ara... Rio... "teriak Bu Maria dan Bu Mawar yang ada di lokasi kejadian.


"ini ada apa dengan mereka berdua Pak...?" tanya Pak Jackson Papi nya Ara.


"mereka seperti nya pingsan karena kehujanan Pak" jawab salah seorang Tim SAR.


"lalu apa Nadia sudah di temukan...? " tanya Pak Fernando Papa nya Rio.


"belum Pak, sedang di lakukan pencarian ulang" jawab tim SAR.


"cepetan Pak bawa mereka ke rumah sakit " teriak Mami Ara.


Setelah 1 jam lama nya berusaha akhir nya Rio bisa menggeret tubuh Nadia keluar dari semak dan di temukan oleh Tim SAR.


Nadia juga di bawa ke rumah sakit yang sama dengan Ara dan Rio. Leo pun mengikuti nya untuk melihat keadaan Ara.


...


"sayang bangun dong ,kenapa bisa seperti ini sih" tangis Mami Ara yang memegang tangan Ara.


"sabar Mi, Ara itu anak yang kuat. Papi yakin sebentar lagi pasti Ara bangun" ucap Papi Ara menenangkan istri nya tersebut.


Ara dan Rio di rawat di ruangan yang berbeda namun bersebelahan.


Leo masuk melihat keadaan Ara, hati nya sangat sedih melihat kondisi Ara dengan wajah yang pucat.


"Rio, syukur lah kamu sudah sadar nak" ucap Mama Rio yang sedang duduk di samping ranjang Rio.


"Ma, Ara mana Ma..? " tanya Rio.

__ADS_1


"Ara ada kok sayang, dia baik-baik saja " jawab Mama Rio.


"dimana Ara sekarang Ma.. ?" tanya Rio lagi.


"Ara ada di ruang rawat inap sebelah ruang rawat kamu ini sayang" jawab Mama Rio.


"Nadia sudah di temukan" teriak Papa Rio yang bru saja masuk ke ruang rawat inap Rio.


"Papa serius...? " tanya Rio.


"Rio kamu sudah sadar nak, iya Papa serius, Papa baru saja dapat kabar bahwa Nadia sudah di temukan, jadi tadi Papa keluar untuk melihat nya. Benar saja itu Nadia dan sekarang ada di ruang IGD untuk di berikan pertolongan" jawab Papa Rio.


"syukur lah Pa" ucap Mama Rio.


"huft.... untung semua baik-baik saja" gumam Rio.


"Rio ini cerita nya bagaiman sih...?kenapa Nadia bisa terpelosok ke dalam jurang ,terus kamu dan Ara kenapa bisa ada di hutan...? " tanya Papa Rio.


Rio menceritakan awal mula kejadian, dari mulai ia di tampar Papa nya yang membuat ia kesal dan pergi ke bukit hingga Nadia mendekati nya.


"Rio gak sengaja Pa" jelas Rio.


"Papa ini semua salah Papa, kok tega-tega nya Papa tampar Rio hanya karena ambisi Papa" bentak Mama Rio kepada suami nya.


"maafin Papa Ma, Rio.Ya ini semua berasal dari kesalahan papa, Papa menyesal" ucap Papa Rio.


"sudah lah Pa,Ma.. sekarang antarin Rio mau lihat Ara dan Nadia"pinta Rio.


Papa Rio mengambil kursi roda dan memapah Rio untuk duduk di kursi roda tersebut.Papa mendorong, sedangkan Mama nya membawa infus Rio untuk melihat Nadia dan di lanjut melihat Ara.


tok.. tok.. tok... Papa Rio mengetuk pintu dan membawa keluarga nya masuk ke dalam ruang rawat inap Raina.


"Rio syukur la kamu sudah sadar" ucap Mami Ara.


"iya Rio baru saja sadar dan minta di antar kesini jeng" jelas Mama Rio.


"Ara belum sadar juga ya Tante...? " tanya Rio.


"belum Rio " jawab Mami Ara.


Rio bersedih melihat keadaan gadis yang ia cintai itu terbaring tak berdaya .

__ADS_1


***


__ADS_2