
"apa-apaan ini, bagus ya kamu Nadia semalaman gak pulang, Mama telpon gak di angkat, bahkan kamu suruh supir untuk gak kasih tau Mama"ucap Mama Nadia yang tiba-tiba datang.
"Mama..."gumam Nadia terkejut dan melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Rio.
"Tante sabar ini Rumah sakit"ucap Ara.
"Nadia kamu pulang sekarang"perintah Mama Nadia.
"gak, Nadia mau di sini jagain dan ngerawat Rio Ma"bantah Nadia.
"Nadia kamu pulang aja ya"pinta Rio.
"gak mau Rio"jawab Nadia.
"eh kamu, kamu lupa ya apa yang sudah kamu lakuin dulu sama anak saya, sekarang bisa-bisa nya ya kamu deketin anak saya lagi"ucap Mama Nadia yang mendekati Rio.
"maafin Rio Tante ,tapi Rio sadar sama sikap Rio di masa lalu. Rio janji gak akan pernah nyakitin Nadia lagi,ini semua salah Rio jadi tolong jangan marah ya Tante sama Nadia"ucap Rio.
"kamu dengar ya, ini bukan urusan kamu. Yang saya mau sekarang kamu jauhin Nadia dan jangan ganggu anak saya lagi"ucap Mama Nadia.
Lalu tiba-tiba Nadia bersujud di hadapan Mama nya yang membuat Ara dan Rio terkejut.
"Nadia kamu ngapain"teriak Rio.
"Nadia"gumam Ara.
"Ma, Nadia mohon Ma tolong percaya sama Rio. kasih Rio kesempatan terakhir"ucap Nadia memohon.
"Nadia apa yang kamu lakuin, bangun Nak "pinta Mama Nadia dan berusaha membangunkan Nadia.
"gak Ma, Nadia gak akan bangun sampai Mama kasih Nadia dan Rio restu lagi seperti dulu Ma"jawab Nadia.
"maksud kamu apa Nadia...? restu apa...? "tanya Mama Nadia.
"Tante... "panggil Rio .
Mama Nadia menoleh ke arah Rio.
"udah Rio biar aku aja yang jelasin"ucap Nadia.
"tapi Nad"bantah Rio.
"udah lah Rio"bentak Nadia.
"ada apa sih ini...? ayo Nadia ngomong sama Mama"pinta Mama Nadia dan membangunkan Nadia lagi.
Kini Nadia pun berdiri menghadap Mama nya .
"Ma, Nadia dan Rio udah balikan"ungkap Nadia.
__ADS_1
"apa....? Mama gak setuju"ungkap Mama Nadia pula.
"dengan atau tanpa persetujuan Mama, keputusan Nadia tetap, kalau Mama gak setuju ya udah sekarang Mama boleh pulang dan Nadia gak mau pulang"jelas Nadia.
Seketika Mama Nadia terkejut dan menatap Nadia dengan amarah nya.
"oke terserah kalau kamu memang gak mau lagi dengar kata-kata Mama, jangan pernah kamu anggap Mama ini Mama kamu lagi dan jangan pernah pulang sebelum kamu tinggalin laki-laki itu"ucap Mama Nadia dan menunjuk Rio.
"oke "jawab Nadia.
Ara dan Rio sangat terkejut mendengar jawaban Nadia.
"Mama kecewa sama Kamu"ungkap Mama Nadia.
"maafin Nadia Ma"ucap Nadia.
Mama Nadia keluar dari kamar rawat inap Rio dengan perasaan sangat kecewa.
...
"sayang gimana Sarah...? "tanya Ibu Bryan yang masuk ke dalam kamar anak nya itu.
"Oya Buk, Bryan lupa bilang ke Ibu malam ini Sarah bisa ketemu sama kita, Bryan gak sabar deh Buk"ungkap Bryan.
"iya sayang, kamu yang sabar ya, mudah-mudahan Sarah juga mau untuk rujuk lagi sama kamu"ucap Ibu Bryan.
"Iya Buk"jawab Bryan tersenyum.
Sementara itu Sarah juga sedang siap-siap untuk bertemu dengan Bryan dan Ibu nya malam ini.
"Sus maaf ya karena malam ini harus repotin Suster yang harus ikut saya untuk ketemuan sama mantan Suami dan Ibu mertua saya" ucap Sarah.
"tidak merepotkan Ibu, dan saya juga senang kok"jawab Suster.
Tepat jam 7 malam Bryan dan Ibu nya sudah terlebih dahulu sampai di restaurant yang telah mereka sepakati.
"Buk, Bryan keren gak... ?"tanya Bryan kepada Ibu nya.
"iya dong sayang, anak Ibu selalu keren"jawab Ibu Bryan tersenyum.
"makasih ya Buk, Bryan gerogi banget Buk mau ketemu Sarah"ungkap Bryan.
"Bryan kamu itu seperti orang yang baru puber aja deh"ucap Ibu Bryan.
"Iya Buk puber kedua"jawab Bryan dan tersenyum.
"ha.. ha.. ha"suara gelak tawa Ibu nya.
"Ibu kok ketawain Bryan sih, malu Buk"ucap Bryan.
__ADS_1
"kamu sih ada-ada aja"ungkap Ibu Bryan.
"Buk Sarah datang"ucap Bryan setelah melihat Sarah dari kejauhan.
Ibu Bryan pun berhenti tertawa dan melihat ke arah Sarah.
"Malam Tante, maaf ya aku terlambat"ucap Sarah.
"malam Sarah, hanya 5 menit it's okey lah"jawab Ibu Bryan.
"hai Sarah"sapa Bryan tersenyum.
"hai"balas Sarah singkat.
"silahkan duduk Sarah, Suster"ucap Bryan.
"terimakasih Pak"ucap Suster.
Sarah dan Suster pun duduk di hadapan Bryan dan Ibu nya.
"Sarah sebelumnya kamu pesan Makan dan minum dulu ya "perintah Ibu Bryan.
"iya Tante"jawab Sarah lalu memesan makan dan minum untuk nya dan juga Baby Sister anak nya.
"Kayla cucu Oma sini biar Oma gendong"pinta Ibu Bryan kepada Suster.
Suster melihat ke arah Sarah dan Sarah mengangguk menyetujui sehingga Kayla pun di berikan kepada Oma nya itu.
Makan malam berlangsung dan saat selesai waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
"duh cucu Oma nyaman banget kayak nya di pangkuan Ibu sampai tertidur gitu" ucap Bryan yang melihat anak nya tertidur.
"iya Kayla memang biasa nya jam segini udah tidur. Jadi Maksud Tante dan Bryan ajak aku ketemu malam ini ada apa ya....? aku gak bisa lama lagi, kasian Kayla"ucap Sarah.
"Buk ayo dong ngomong"pinta Bryan kepada Ibu nya.
"iya sabar"jawab Ibu Bryan.
"ada apa Tante...? "tanya Sarah .
"iya Sarah jadi begini maksud tante ajak kamu ketemu malam ini adalah untuk membahas masalah hubungan kamu dengan Bryan"jawab Ibu Bryan.
"hah maksud Tante hubungan apa ya...? hubungan kita kan udah berakhir Tante"jelas Sarah tercengang.
"iya Tante tahu, tapi Bryan menyesal akan perbuatan nya di masa lalu. Apa kamu sama sekali tidak mau kasih kesempatan lagi untuk Bryan ,setidak nya ini demi anak kalian Kayla"ucap Ibu Bryan.
"iya Sarah ,aku janji gak akan pernah kecewain kamu lagi. Aku menyesal, aku ingin berubah menjadi orang yang baik ,tolong kasih aku kesempatan sekali lagi, kesempatan yang terakhir. Aku mohon Sarah"pinta Bryan memohon.
Nadia menatap Bryan dan Ibu nya. Sejenak ia berfikir bahwa yang di katakan mantan Ibu mertua nya benar ini untuk Kayla. Akan tetapi Sarah masih sangat trauma dan syok. Bahkan ia juga takut untuk memulai hubungan lagi dengan siapa pun.
__ADS_1
***