
"ini semua gara-gara kamu ya, awas saja kalau sampai Nadia tidak ketemu dan ada apa-apa sama Nadia kamu yang akan saya laporkan ke polisi"bentak Bu Jasmine kepada Rio.
"Tante ,Rio minta maaf,tapi Rio janji sama Tante akan cari Nadia sampai ketemu.Sekarang Tante pulang aja dulu sama Arka, biar Rio yang cari Nadia ke tempat-tempat yang biasa Nadia datengin"ucap Rio.
"kamu ini ya, seenak nya saja kamu bicara"Bentak Bu Jasmine lagi dengan nafas ngos-ngosan.
"Tante udah ya, Tante udah capek banget kan kejar Nadia. Biar aja kali ini Rio yang cari Nadia, gimana pun juga mereka masih ada hubungan. Arka yakin Rio gak mungkin nyakitin Nadia"ucap Arka membujuk Bu Jasmine.
"ya sudah, kalau ketemu Nadia kamu harus langsung antar dia pulang ,ingat itu"perintah Bu Jasmine.
"baik Tante"jawab Rio.
Lalu Rio bergegas mencari Nadia kembali dan Arka mengantar Bu Jasmine pulang ke rumah nya.
Sementara itu Nadia masih terus berjalan melewati jalanan gang sempit pemukiman warga, Nadia merasa sangat lelah dan jalan nya sempoyongan. Tiba-tiba Nadia di hampiri oleh 2 orang preman yang membuat ia ketakutan.
"Hai neng cantik malam-malam gini sendirian aja mau kemana sih"goda preman 1.
"iya nih neng, temenin kita aja yuk"goda preman 2 sambil mencolek dagu Nadia.
"gak... pergi, tolong jangan ganggu saya Bang, saya cuma numpang lewat"teriak Nadia dan memohon.
"galak amat sih neng, ayo ikut kita aja"ajak preman 1 dan memaksa menarik tangan Nadia.
"lepasin.... tolong..... "teriak Nadia.
"teriak aja loe, di kampung ini gak ada yang berani sama kita, ngerti loe"bentak preman 2.
Nadia menangis ketakutan, pandangan nya mulai kabur serta merasakan kepala nya sakit.
"woi berhenti"teriak Rio yang tiba-tiba datang dan menghampiri mereka.
Nadia tersenyum dan samar-samar melihat Rio, akan tetapi Nadia tidak tahan lagi menahan sakit dan akhirnya terjatuh pingsan.
"wah ada yang sok jagoan nih Bos"ucap Preman 2.
"sikat"ucap preman 1.
Tanpa pikir panjang lagi Rio langsung menghajar kedua preman tersebut dengan kedua tangan kosong nya hingga para preman itu babak belur dan melarikan diri.
"Nadia.. Nadia... bangun sayang... "ucap Rio sambil mengguncang tubuh Nadia.
Mendapati Nadia yang tidak juga bangun, Rio bergegas membawa Nadia ke rumah sakit terdekat lalu menghubungi orang tua Nadia.
...
"Syukur lah Leo kamu gak kenapa-napa"ucap Ara saat Leo sudah tersadar dan kembali ke ruang rawat inap nya.
__ADS_1
"hm...ya itu udah biasa kok kalau aku ingat sesuatu"ungkap Leo.
"memang kamu ingat apa..? "tanya Ara.
"tunggu.. tunggu.. kenapa kamu panggil aku Leo, cuma orang yang aku kenal secara langsung aja yang tau nama panggilan Leo"tanya Leo.
"gak papa ,nama kamu kan Andika Leo, aku suka aja panggil nama belakang kamu"jawab Ara beralasan.
"yakin.... tapi seperti nya aku mencium bau-bau kebohongan"ucap Leo.
"gak usah mengalihkan pembicaraan, jawab dulu pertanyaan aku yang tadi"pinta Ara.
"aku gak akan kasih tau kalau kamu gak jujur"ucap Leo.
"ya udah"jawab Ara.
"Ara.. Ara kenapa sih gak bilang aja kalau kamu itu pacar aku, aku senang lagi Ra kalau emang itu kenyataan nya"gumam Leo dalam hati.
"yang sabar ya sayang, ada saat nya aku menceritakan semua nya sama kamu. Aku cuma takut saat ini kamu syok dan gak percaya dan aku gak mau akan mempengaruhi kesehatan kamu"gumam Ara pula di dalam hati.
"Hai sayang, maaf ya Mami lama ambil obat kamu, kalian kenapa diam-diaman"ucap Bu Amara tiba-tiba.
"iya gak apa Mi"jawab Leo.
"gak kenapa-napa kok Tante"jawab Ara.
"oh ya, apa Mi...? "tanya Leo.
"besok kamu sudah boleh pulang, yang penting tetap rajin kontrol dan terapi jalan di rumah"ungkap Mami Leo.
"syukur lah Mi, Dika udah bosen banget Mi di sini. Pengen banget cepat-cepat hirup udara segar di luar"ungkap Leo pula.
"iya sayang, Mami ngerti kok kondisi kamu"ucap Mami Leo.
"Ara ikut seneng denger nya"ucap Ara tersenyum.
Bu Amara dan Leo Memandang serta membalas senyuman Ara.
"Ara kamu mau pulang atau nginap, Tante malam ini nginap karena besok pagi mau langsung kemas-kemasin barang Leo"ucap Mami Leo.
"hm besok Om yang jemput ya Tante...?"tanya Ara.
"gak sayang, Supir yang jemput karena Om lagi dinas ke luar kota dan lusa baru bisa pulang"jawab Bu Amara.
"kalau gitu boleh gak malam ini Ara tidur di sini aja terus besok pagi nya antar Dika dan Tante pulang sekalian"tawar Ara.
"gak usah Ra, kamu kan besok harus kerja"tolak Leo.
__ADS_1
"iya Ra, benar kata Dika"sambung Bu Amara.
"gak apa Dika, Tante besok Ara izin masuk nya agak telat, Ara gak banyak kerjaan kok besok. Boleh ya...?"pinta Ara.
"terserah aja deh"jawab Leo.
"ya sudah tapi kamu bilang dulu ya sama Mami kamu"ucap Bu Amara.
"siap Tante"jawab Ara.
...
Keesokan hari nya...
"morning Ayah, Bunda.. "ucap Irene.
"morning too sayang"jawab Pak Haris dan Bu Risa.
"sayang udah rapi pagi-pagi gini mau kemana..? "tanya Bunda Irene.
"mau jenguk temen Mi di Rs"jawab Irene.
"temen siapa...? "tanya ayah Irene.
"temen kuliah Yah, udah 3 hari d Rs. Jadi mumpung lagi disini Irene jenguk aja Yah sekalian, dulu kita lumayan deket juga kalau di kampus"jelas Irene.
"oh ya sudah sarapan dulu ya"ajak Bunda Irene.
Selesai sarapan Irene bergegas ke Rumah sakit yang sama dengan rumah sakit Leo di rawat. Setelah sampai di Rumah sakit, Irene langsung ke ruang rawat inap teman nya yang bersebelahan dengan ruang rawat inap Leo.
"semua sudah beres, waktu nya pulang"ucap Bu Amara.
"Tante tunggu bentar ya, Ara mau ke toilet bentar aja"ucap Ara.
"kirain ada apaan, ya udah sana gih ke toilet kita tunggu di sini aja ya.
"beser banget"ucap Leo.
"Leo gak boleh gitu ah ngomong nya"ucap Mami Leo.
Ara hanya cemberut mendengar ucapan Leo lalu dengan cepat melangkahkan kaki nya keluar ruangan.
"Ara.... "panggil Irene saat Ara baru keluar dari ruang Vip 1 dan Irene akan masuk ke ruang vip 2.
"Kak Irene.... "ucap Ara panik.
***
__ADS_1