Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-279


__ADS_3

Amira dan ibunya sama-sama tidak bisa mempercayainya bahwa Ara benar-benar berniat membawa mereka pergi, karena yang mereka pikir Ara tadi hanya menggertak pak Yanto saja.


"Maksud kamu apa Nak Ara?" Tanya bu Laras.


"Iya Mbak Ara maksudnya apa?" Tanya Amira pula.


"Maksud aku, aku mau bawa ibu dan Amira pergi dari sini. Kalian ikut aku pulang ke rumah ya," ajak Ara.


"Jangan Nak Ara, Ibu nggak mau menyusahkan kamu dan keluarga kamu nantinya," tolak bu Laras.


"Ibu, sama sekali nggak nyusahin kok. Atau aku bakalan cariin Ibu Kontrakan, Ibu dan Amira bisa tinggal di kontrakan," kata Ara.


Amira dan ibunya itu saling berpandangan. Apakah ini sudah saatnya? Sudah saatnya mereka pindah agar Pak Yanto tidak lagi mengganggu hidup mereka.


"Gimana Bu? Apa Ibu setuju?" Tanya Ara. "Mir, kamu setuju kan?" Tanyanya pula kepada Amira.


"Aku setuju Mbak," jawab Amira.


"Tapi Mir, gimana kalau nanti Ayah kamu cariin kita dan dia semakin murka?" kata bu Laras yang tampak khawatir.


"Untuk apa lagi sih Ibu mikirin Ayah, dia itu nggak peduli sama kita Bu. Kalau pulang cuma bisa minta uang, marah, main kasar dan menyiksa kita. Sekarang ini udah saatnya kita pergi dari sini Bu, aku mohon," pujuknya.


"Iya Bu benar kata Amira, mungkin dengan tidak adanya Ibu dan Amira di rumah, pak Yanto nanti akan sadar, dia akan merasa kehilangan Ibu dan Amira Bu," kata Ara yang terus saja membujuk bu Laras.


Bu Laras tampak berpikir, sebenarnya ia sangat kasihan melihat Amira yang selalu menjadi sasaran kemarahan ayahnya. Mungkin ia bisa bertahan dengan kelakuan Pak Yanto, tapi tidak dengan Amira. Ia sangat tidak tega melihat anak perempuan satu-satunya disiksa di depan matanya.


"Ya sudah kalau begitu, Ibu mau," ucap bu Laras mengangguk.


Ara dan Amira sangat senang mendengar akan hal itu, segera saja mereka membereskan barang-barang seadanya untuk di bawa. Setelah itu Ara pun membawa Amira dan bu Laras pergi jauh dari tempat tinggal mereka sekarang untuk mencari kontrakan.


Ara mencarikan kontrakan untuk Amira dan ibunya yang lokasinya tidak terlalu jauh dari perusahaan, agar Amira tidak terlalu buru-buru saat akan pergi bekerja. Setelah mengurus pembayaran kontrakan selama 1 tahun, pemilik kontrakan pun memberi kunci tersebut kepada Ara.


"Bu, ini kuncinya. Mulai sekarang ibu dan Amira bisa tinggal di sini dengan tenang," kata Ara sembari menyerahkan kunci kepada bu Laras.


"Terimakasih ya Nak Ara, terimakasih sekali karena kamu telah membantu Ibu dan Amira," ucap bu Laras.


"Sama-sama bu," Ara senang melakukan ini semua," jawab Ara.

__ADS_1


"Mbak Ara makasih banyak ya. Aku nggak tau gimana caranya ngebales semua ini sama Mbak. Atau nanti Mbak potong aja ya setiap bulan gaji aku," kata Amira.


"Udah ya Mir nggak usah kamu pikirin, aku ikhlas kok. Yang penting kamu sama Ibu kamu bisa hidup tenang dan bahagia di sini, itu udah cukup buat aku," kata Ara.


"Iya Mbak, sekali lagi terimakasih ya," ucap Amira, lalu memeluk Ara sebentar.


"Ya udah Bu, Amira, kalau gitu Ara permisi dulu ya. Udah malam juga, takut Mami cariin," pamit Ara.


"Iya Nak Ara, kamu hati-hati ya," cap bu Laras.


"Hati-hati ya Mbak Ara," pesan Amira pula.


"Iya Bu, Amira. Aku permisi ya," kata Ara lalu masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, segera saja Ara menancap gas menuju pulang ke kediamannya.


...


"Malam Mam," sapa Leo yang menghampiri ibunya di ruang makan.


"Malam sayang. Loh Itu kenapa wajah kamu?" Tanya bu Amara saat melihat ada luka di sudut bibir anaknya itu.


"Nggak kenapa-napa kok Mi, cuma luka kecil aja. Nggak usah khawatir ya Mi," jawab Leo.


Lalu Leo mendekati ibunya itu, bu Amara memegang wajah Leo dan melihat secara dekat luka tersebut.


"Kamu jangan bohong sama Mami, kamu berantem kan?" Tanya bu Amara.


"Leo nggak berantem Mi. Orang itu aja yang cari masalah sama Leo tiba-tiba mukul, tapi Leo nggak bales kok," jawab Leo.


"Beneran?" Tanya bu Amara.


"Iya Mi," jawab Leo.


"Memang kamu ada salah apa sampai orang itu mukul kamu kayak gini?" Tanya bu Amara.


"Hanya salah paham aja kok Mi," kata Leo. Ia tidak mau menceritakan masalah sebenarnya kepada bu Amara, karena takut ibunya itu menjadi kepikiran.


"Ya sudah, tapi sebisa mungkin kamu harus menghindari hal seperti ini Sayang. Apalagi sebentar lagi kamu akan menikah, masa iya pengantin wajahnya babak belur kayak gini sih," kata bu Amara.

__ADS_1


"Iya Mi tenang aja, lagian cuma luka kecil doang dan udah Leo kasih obat, besok juga udah ilang," kata Leo.


"Kamu ini kalau dibilangin sama Mami ada aja jawabannya, ya udah sini yuk makan dulu," ajak bu Amara.


"Iya Mi, makan malam berdua lagi deh kita karena Papi nggak ada," kata Leo.


"Ya nggak papa dong, udah biasa juga kan kita seperti ini," kata bu Amara.


"Iya Mi, Leo bersyukur karena Mami selalu ada buat Leo," ucap Leo.


"Iya Sayang, Mami juga bersyukur selalu ada kamu yang menemani Mami," ucap bu Amara pula. Lalu Leo dan Bu Amara pun menikmati makan malam mereka.


...


Ara baru saja tiba di rumah setelah mengantar Amira dan ibunya tadi ke kontrakan. Ia segera melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, tubuhnya yang lelah ingin sekali rasanya ia jatuhkan ke atas kasur empuk yang sudah menunggunya di dalam kamar. Akan tetapi, baru saja hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja bu Maria memanggilnya.


"Ada apa Mi?" Tanya Ara.


"Kamu udah makan?" Tanya bu Maria.


"Udah Mi," Jawab Ara. Memang Tadi Ara sudah makan bersama dengan bu Laras dan Amira sebelum mereka mencari kontrakan.


"Kalau gitu Mami mau ngomong sebentar sama kamu bisa?" Tanya Bu Maria.


"Iya Mi bisa," jawab Ara.


"Itu soal gedung pernikahan kamu dan Leo nanti, ternyata gedung itu sedikit bermasalah. Jadi langsung Mami cancel aja dan memilih gedung lain. Apa kalian Punya rekomendasi?" Tanya bu Maria.


"Terserah Mami aja deh, lagian waktunya kan udah mepet Mi. Jadi aku ikut aja, Leo juga pasti ikut," jawab Ara.


"Oke kalau gitu. Ya udah kamu lanjutin masuk kamar, bersih-bersih badan dan istirahat ya," kata bu Maria.


"Iya Mi, Ara istirahat dulu ya," kata Ara.


"Iya Sayang, good night," ucap bu Maria.


"Good night too Mi," balas Ara lalu masuk ke dalam lift.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2