Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_86


__ADS_3

"Ara kok bisa ada di sini,kamu ngapain...? kebetulan banget ya kita ketemu...?"tanya Irene.


"aduh mampus, mau jawab apa ni"gumam Ara dalam hati dan menunjukkan wajah panik nya.


"Ara kenapa tegang gitu...?"tanya Irene lagi.


Tiba-tiba Bu Amara keluar dari rumah nya menghampiri Ara dan Irene.


"kenapa memang nya kalau Ara di sini, saya yang suruh Ara datang kesini, sedang kan saya tidak kenal kamu dan tidak mau kamu ada di sini"ucap Bu Amara.


"Tante.. "ucap Ara.


"Tante, Tante kenal sama Ara...?"tanya Irene.


"suami saya rekan bisnis Papi Ara ,saya langganan di butik Mami nya Ara, saya sering ketemu dengan Ara, apa saya salah kenal dengan Ara. Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan ini ya sama kamu, tapi ya sudah lah"jelas Bu Amara.


"Kak Irene kenal sama Tante Amara... ?"tanya Ara berpura-pura tidak tahu.


"iya kenal, aku gak tau lho kalau kamu juga kenal"ucap Irene.


"apa ada masalah nya sama kamu kalau Ara dan saya saling kenal...?"tanya Bu Amara.


"ehm... gak kok Tante"jawab Irene.


"Ara kamu datang di suruh Mami kamu ya mau bahas masalah gaun pesanan Tante,ayo masuk"ajak Bu Amara.


Ara bingung,akan tetapi Bu Amara mengedipkan mata nya memberi kode tanpa sepengetahuan Irene.


"i..iya Tante bener"jawab Ara dan akan masuk.


"dan kamu saya tidak ada urusan sama kamu,jadi kamu pulang sekarang"ucap Bu Amara kepada Irene.


"tapi Tante please izinin saya buat ngomong bentar aja"pinta Irene.


"Ara... tolong bantuin aku ngomong ke Tante Amara"pinta Irene kepada Ara.


"Tante, Ara memang gak tau ini ada apa. Tapi kasian Kak Irene Tante, Tante kasih waktu ya buat Kak Irene ngomong sama Tante, mungkin aja ini penting"pinta Ara.


"ada benar nya yang Ara katakan, lagian kalau aku tidak kasih kesempatan Irene buat bicara pasti dia tidak akan pergi dan akan gawat kalau Irene dan Dika bertemu"gumam Bu Amara dalam hati.


"hm... ya sudah ,tapi kamu masuk saja duluan ya Ara"perintah Bu Amara.


Bu Amara membisikkan sesuatu ke telinga Ara, lalu Ara pun masuk ke dalam menghampiri Leo.


...

__ADS_1


"ada apaan sih di luar...?"tanya Leo yang melihat Ara menghampiri nya.


"ehm itu ada sales lagi nawarin produk"jawab Ara gugup.


"owh ada-ada aja, ya udah yuk pergi"ajak Leo.


"eh Dika jadi sebenar nya kepala aku agak sedikit pusing, boleh gak kalau kita duduk dulu bentar aja kira-kira setengah jam lah baru kita pergi"ucap Ara beralasan.


"beneran...? kalau sakit ngapain maksa sih next time aja ya kita kemping, udah minum obat belum...?"tanya Leo khawatir.


"belum, tapi gak papa entar juga ilang kok dan kita bisa pergi"jawab Ara.


"kamu duduk dulu di sini, aku ambilin obat ya"ucap Leo dan bergegas mengambil obat untuk Ara.


"maaf aku dah bohong dan buat kamu khawatir"gumam Ara dalam hati.


"ini obat nya cepet minum"perintah Leo dan memberikan Ara segelas air minum.


"gak papa kali ya minum obat walau sakit kepala nya cuma pura-pura, aduh mana obat nya gede banget lagi"keluh Ara dalam hati.


"Ara kok bengong, cepetan minum"pinta Leo.


"ehm..... "gumam Ara sambil menatap Leo dan obat tersebut.


"ya ampun Ara jangan bilang ya kamu takut minum obat"ucap Leo.


"udah jangan protes, tutup mata nya, ak...."ucap Leo dan memperagakan membuka mulut.


"ih Dika, aku bukan anak kecil sini deh biar akau minum sendiri"ucap Ara dan menelan obat nya.


"uhuk... uhuk.. "suara Ara tersedak.


"ya ampun, anak kecil ini minum air nya"ucap Leo sembari memberikan air minum.


"makasih ya"ucap Ara.


"iya sama-sama, kalau masih pusing kita gak usah kemping dulu ya"ucap Leo dan Ara mengangguk setuju.


"aku ke kamar dulu ya ambil hp"ucap Leo.


"ehm"jawab Ara.


"gak papa lah gak jadi kemping dari pada Leo harus ketemu sama kak Irene, duh mana lama banget lagi Kak Irene sama Tante Amara ngobrol nya"gumam Ara dalam hati.


Tidak lama setelah minum obat Ara merasakan ngantuk dan tidak sengaja tertidur di ruang TV, Leo yang kembali dari kamar nya hanya geleng-geleng kepala melihat Ara yang terpejam.

__ADS_1


"ya ampun ini anak"ucap Leo.


Leo kembali ke kamar nya dan mengambil selimut untuk Ara, Leo membaringkan Ara di sofa dan memberinya selimut, ia tersenyum melihat wajah Ara dan mendekati wajah nya.


"Dika.. Ara... "panggil Bu Amara, Leo yang mendengar suara Mami nya itu langsung mengurungkan niat nya.


"hust...."ucap Leo memberikan kode diam untuk Mami nya.


"loh Ara nya tidur...? "tanya bu Amara.


"iya Mi, tadi kata nya pusing jadi Dika kasih obat dan ketiduran deh"jelas Leo.


"maafin Tante ya Ara, kamu jadi berkorban gini buat Tante"gumam Bu Amara dalam hati.


"ya sudah kamu temenin Ara ya, Mami mau ke kamar dulu"ucap Mami Leo.


"iya Mi"jawab Leo.


...


"kamu kenapa sayang, kok sedih begitu muka nya...? "tanya Bu Risa.


"iya Irene lagi sedih Bun, Irene mau cerita sama Bunda, Irene gak kuat lagi pendam ini semua nya sendiri. Tapi janji ya Bunda gak marah"jawab dan pinta Irene.


"loh ada apa sayang...? cerita sama Bunda ya. Bunda janji gak akan marah"ucap Bunda Irene.


"jadi Sebenar nya Irene udah ketemu lagi sama Tante Amara"ungkap Irene.


"apa...? tapi kamu tidak kenapa-napa kan nak...?"tanya Bunda Irene.


"Irene gak papa Bun,udah 2 kali juga Irene datang ke rumah Tante Amara untuk minta maaf akan masa lalu itu,tapi Tante Amara tetap gak mau maafin Irene Bun"ungkap Irene bersedih.


"bahkan kamu tau rumah nya yang sekarang, untuk apa kamu minta maaf, itu bukan kesalahan kamu sayang, tidak pantas kamu memohon sama wanita itu"ucap Bunda Irene.


"dan Bunda mau tau siapa yang Irene temui hari ini di rumah Tante Amara...?"tanya Irene.


"siapa sayang..?"tanya Bunda irene pula.


"Ara bun"jawab Irene.


"hah kok bisa...?"tanya Bunda Irene terkejut.


Irene menceritakan kepada Bunda nya tentang ia bertemu Ara di rumah Bu Amara.


"oh gitu , Tapi pasti itu benar karena Mami nya Ara memang punya butik termewah di sini,wajar kalau punya banyak langganan termasuk Bu Amara, sudah ya kamu jangan sedih lagi"ucap Bu Risa dan memeluk Irene.

__ADS_1


***


__ADS_2