
Hingga beberapa jam kemudian Dokter dan Suster keluar dari ruang operasi.Nadia dan Sarah buru-buru menghampiri nya.
"Dokter gimana apa operasi nya lancar...? "tanya Nadia.
"alhamdulillah operasi berjalan lancar"jawab Dokter.
"syukur lah"ucap Sarah lega.
"syukur lah Dok, jadi apa boleh kami liat Rio Dok...?"tanya Nadia.
"Saat ini pasien masih belum sadar akibat bius, akan tetapi untuk pemulihan pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap dan boleh untuk di jenguk"jelas Dokter.
"terima kasih banyak ya Dok"ucap Nadia.
"iya sama-sama, saya permisi dulu Mbak"ucap Dokter.
"iya Dok silahkan"jawab Sarah dan Nadia.
Dokter pun berlalu dari pandangan mereka berdua.
"Sar aku lega banget, ucap Nadia.
"iya Nad ,tu Rio mau di pindahin kita jenguk ya"ajak Sarah yang melihat Rio di pindahkan oleh suster.
"iya Sar "jawab Nadia menyetujui.
Lalu Sarah dan Nadia pun pergi mengikuti Suster untuk melihat Rio di dalam ruang rawat inap nya.
"Nad maaf banget ya, aku sekarang harus pulang dulu, gak papa kan kamu nemenin Rio sendiri...? maklum aku punya anak kecil" ucap Sarah.
"gak papa kok Sar.Maaf ya udah buat kamu repot nemenin aku, makasih banget Sarah" ucap Nadia.
"kamu ini ngomong apaan sih, aku gak repot kok. Ini itu udah tugas nya sahabat"ucap Sarah.
"iya iya aku beruntung banget punya sahabat seperti kalian"ungkap Nadia.
"hmmm iya udah aku pamit ya, bye... "pamit Sarah.
"hati-hati ya Sar, bye... "balas Nadia.
...
"udah jam berapa ini...? "gumam Ara saat ia bangun dan melihat ponsel nya.
"hah jam satu....? "teriak Ara .
"kamu kenapa sayang kok teriak-teriak...?"tanya Leo.
"kamu kenapa gak bangunin aku...? aku harus ke rumah sakit nemenin Nadia sayang, kasian dia pasti lagi sedih banget sendirian"ucap Ara.
"kan ada Sarah, kamu lagi sakit dan gak harus maksa ke sana, apa masih kurang dengan kamu donorin darah buat Rio,kamu seperti ini juga karena itu kan"ucap Leo.
"Leo ,aku gak nyangka kamu akan ngomong seperti ini sama aku, Sarah gak akan bisa lama karena anak nya masih bayi, orang tua Rio juga gak ada di sini, udah jelas Nadia hanya sendiri di sana"jelas Ara.
"aku gak bermaksud seperti itu Ra, tapi kamu pikir juga dong kondisi kamu"pinta Rio.
"kamu tenang aja ya, aku baik-baik aja dan sekarang aku aku mau siap-siap"ucap Ara lagi.
"sepenting itu ya Rio buat kamu...? "tanya Leo .
"Huh......" Ara membuang nafas Panjang.
__ADS_1
"Rio itu temen aku, aku peduli karena sesama manusia aja kok"jawab Ara.
"terserah kamu, tapi aku akan ikut buat jagain kamu"ucap Leo pula.
"iya"jawab Ara singkat.
Setelah itu Ara dan Leo pergi ke rumah sakit .
...
"Rio kapan sih kamu mau bangun, aku gak sanggup banget liat kamu seperti ini terus ,kamu bangun ya, kata nya kamu masih mau balikan sama aku...? "ucap Nadia yang terus menatap Rio dan memegang tangan Rio yang masih koma.
Ponsel Nadia terus berdering, panggilan masuk dan pesan wathsap dari Mama nya sama sekali tidak ia gubris, Nadia tetap fokus pada Rio dan tidak sengaja menjatuhkan air mata nya ke tangan Rio. Tiba-tiba tangan Rio dan mata nya perlahan terbuka.
"Rio... Rio akhir nya kamu sadar juga"ucap Nadia dan memeluk Rio spontan.
"Nadia..."gumam Rio yang merasa tidak nyaman karena tubuh nya tertindih akibat pelukan Nadia.
"ups sory Rio ,aku spontan karena seneng banget akhir nya kamu sadar"ungkap Nadia tersenyum.
"kamu khawatir ya...? "tanya Rio tersenyum.
"iya lah aku khawatir, dari semalam aku nungguin kamu tau.Keadaan kamu gimana sekarang...?"jawab Nadia dan bertanya balik.
"aku merasa baik-baik aja kok, oh iya apa aku harus seperti ini dulu baru kamu peduli sama aku"ucap Rio.
"Rio, udah ah jangan ngomong gitu lagi. Aku minta maaf ya gara-gara aku kamu jadi seperti ini"ucap Nadia.
"ini bukan gara-gara kamu kok"ungkap Rio.
"tapi kan.... "ucapan Nadia terputus.
Nadia mengangguk tersenyum dan kembali memeluk Rio.
tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu kamar rawat inap Rio. Ara dan Leo masuk untuk melihat keadaan Rio dan menemui Nadia.
"hai Nad"sapa Ara.
"hai Ara, kamu udah baikan...? "tanya Nadia.
"aku gak papa kok, udah baikan"jawab Ara.
"loh emang Ara kenapa...? "tanya Rio pula.
"hai Rio, gimana keadaan kamu sekarang...? "Ara balik bertanya.
"aku udah mendingan kok, makasih ya udah jenguk aku. Kamu masih pacaran sama hantu aja Ra "jawab Rio dan menyindir karena melihat Leo di samping Ara.
"iya masih"jawab Ara singkat dan tersenyum terhadap Leo.
"ada Leo ya Ra...? "tanya Nadia.
"ehem.. "jawab Ara mengangguk.
"kenapa emang nya kalau Ara masih pacaran sama hantu, loe iri kan Ara lebih milih hantu dari pada loe"ucap Leo.
"ha.. ha.. ha... ya gak lah"jawab Rio tertawa.
"Rio kamu kenapa...? "tanya Nadia.
"gak papa Nad,biasa lah laki-laki"jawab
__ADS_1
Rio.
"ada-ada aja"ucap Nadia geleng kepala.
"Leo, Rio please udah berdebat nya. Ini rumah sakit"ucap Ara.
"dia duluan yang mulai sayang"ucap Leo.
"kok gue, bukan gue lah"bantah Rio.
"stop"teriak Ara.
"Ara sabar"pinta Nadia dan mengelus dada Ara.
"iya maaf Nad"ucap Ara.
"iya maafin aku ya sayang"ucap Leo.
"maafin aku juga ya Ra"ucap Rio pula.
"iya udah yang penting sekarang tenang"ucap Ara.
Leo dan Rio mengangguk menyetujui nya.
"Rio ,Nadia jadi gimana kalian sekarang...? "tanya Ara.
"gimana Apa nya Ra...?" tanya Nadia.
"ya hubungan kalian, aku bisa lihat kok gimana khawatir nya kamu ke Rio dan kamu takut banget Rio pergi ninggalin kamu"ungkap Ara.
"Ara..... "gumam Nadia malu.
"memang nya iya Ra..? "tanya Rio.
"iya dong, tanya aja langsung"jawab Ara.
"memang nya gitu Nad...? "tanya Rio kepada Nadia.
"hmmmmmm.... "gumam Nadia sambil berfikir.
"sini deh"ucap Rio dan memegang tangan Nadia saat Nadia mendekat.
"kenapa Rio...? "tanya Nadia.
"aku mau Ara dan Leo jadi saksi, aku mau kita balikan lagi seperti dulu. Aku janji gak akan sia-siain kamu lagi, apa kamu mau...? "tanya Rio.
"apa kamu serius... ?"tanya Nadia.
"iya aku serius, jadi apa jawaban kamu...? "jawab Rio dan bertanya lagi.
Nadia mengangguk malu dan tersenyum.
"mengangguk,artinya kamu mau, kamu mau...? "tanya Rio tidak percaya.
"iya aku mau"jawab Nadia.
"makasih ya Nad"ucap Rio dan mereka berpelukan.
Ara ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan sahabat nya itu.
***
__ADS_1