SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kegelisahan Alfonso.


__ADS_3

Setelah lelahnya sedikit menghilang, Alfonso bangun dari ranjang. dan, mengambil ponsel miliknya yang terletak dinakas dekat ranjang.


Matanya membulat, setelah membaca pesan masuk dari Steward.


Tanpa disadari Alfonso memukul dahinya sambil menyebut nama"Steward."


Leticia, yang sudah duduk di headboard ranjang menatap aneh ke arah suaminya.


"Ada apa?kenapa seperti ada sesuatu yang penting." tanya Leticia penasaran.


Sesaat Alfonso memandang wajah polos istrinya.


"Maaf untuk ini kamu tidak harus tahu."batin Alfonso.


Leticia yang melihat Alfonso diam tanpa merespon pertanyaam darinya, akhirnya memilih turun dari ranjang dan membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Karna, Leticia tidak ingin memaksa, atau terlalu ikut campur pekerjaan suaminya. yang menurutnya tidak harus dia tahu.


"Aku akan mandi." ucap Leticia. sambil melangkah ke kamar mandi.


"Hmmmm." Jawab Alfonso. sambil masih fokus ke ponsel miliknya.


Alfonso turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon kamar dan untuk menelpon Steward menanyakan kabar Blake dan Clara.


"Bagaimana keadaan si baj*ngan itu." tanya Alfonso.rahangnya mulai mengeras.


"ok.. baiklah nanti aku akan ke sana." jawab Alfonso.


Dengan cepat Alfonso mengakhiri panggilan sepihak, karna Leticia sudah berjalan masuk kembali ke kamar.


Alfonso, berjalan ke kamar masih dengan tubuh yang masih polos. Leticia yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, ayo mandi. aku uda lapar.ini sudah jamku minum obat." ucap Leticia manja.karna suaminya masih menatap ke arahnya enggan melangkah ke kamar mandi.


"Maaf, aku lupa. oke , aku akan mandi." ucap Alfonso.

__ADS_1


"Terus?" jawab Leticia menatap tajam Alfonso.


"Aku, hanya takut kalau jauh dari kamu." jawab Alfonso sambil mendaratkan satu kecupan dikening Leticia. lalu, berjalan ke arah kamar mandi.


Leticia, yang melihat tingkah aneh suaminya hanya menggelengkan kepalanya.


Karna...,


Saat ini...,


Hati Alfonso sedang gelisah.


Alfonso, akan ke California. Alfonso, kwatir Mason membawa Leticia pergi dari hidupnya. tapi, itu tidak mungkin mengingat semua penjagaan diluar Mansion dan dalam Mansion begitu ketat.


Alfonso, kwatir sakit Leticia kambuh.kwatir Leticia juga akan lupa minum obat. semua kekwatiran Alfonso menjadi satu, dalam pikirannya.


Berdiri dibawah shower, Al. membiarkan, tubuhnya disirami air shower. Alfonso mendengakkan kepalanya keatas membiar kan tetesan air menetes diwajahnya. berharap , semua kegelisan ini akan menghilang dari hatinya.


Setelah selesai mandi. Alfonso berjalan keluar, hanya dengan lilitan handuk dipinggangnya.


Mengambil pakaiannya yang sudah disiapkan Leticia diatas sofa. setelah mengenakan bajunya, Alfonso berjalan ke arah meja rias mendekati Leticia yang sedang memoles wajahnya dengan sedikit make up.


"Sebentar."jawab Leticia sambil merapikan make upnya diatas meja rias.


"Baiklah, aku menunggumu."jawab Alfonso. sambil berjalan ke arah nakas mengambil ponselnya. mengecek email yanga masuk.setela itu beralih ke pesan wastapp.


"Ayo, ke markas dulu.ada hal penting yang harus dibahas."isi chatt Glen.


Setelah membaca pesan dari Glen, Alfonso meletakkan lagi ponselnya ke nakas. dab berjalan mendekati Leticia.


"Ayo, kita makan siang, setelah ini kamu istirahat siang. aku akan ke kantor sebentar.ada kerjaan yang mengharuskan aku ke sana." ucap Alfonso. sambil menatap bola mata Leticia yang indah.


"hmmm."jawab Leticia. sambil menggandeng lengan Alfonso. mereka berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan.


Para pelayan yang melihat Majikannya keluar segera menghentikan pekerjaan mereka dan berbaris didepan meja makan sambil menunduk. menunggu perintah yang akan diberikan majikannya.

__ADS_1


Alfonso, dan Leticia menarik kursi dan mendudukkan tubuh mereka.pelayan memberikan alat makan ke Alfonso dan Leticia.


Leticia mulai mengambilkan makanan dan meletakkan dipiring Alfonso dan piringnya.lalu, Alfonso melihat ke arah pelayan.


"Uda tinggalin aja, ng usah menunggu aku dan Nona makan."Ucap Alfonso, pada para pelyan nya yang masih berdiri berbaris didepan meja makan.


"Baik tuan. permisi tuan, permisi Nona." jawab serentak pelayan. lalu, meninggalkan majikaannya makan.


Alfonso dan Leticia makan, setelah selesai makan, Mereka berjalan ke arah ruang tamu. sambil bercerita sebentar sebelum Alfonso berangkat ke markas.


Setekah hampir satu jam bercerita bersama diruang tamu, Alfonso dan Leticia kembali ke kamar.karna Letica harus minum obatnya.


Karna, sesuai janji Alfonso , Leticia hanya boleh minum obat didalam kamar.


"Ayo, masuk ke kamar. kamu minum ibat dan tidur aku ke kantor sebentar." ucap Alfonso. sambil mengulurkan tangannya ke Leticia.


Leticia, yang meraih uluran tangan Alfonso, lalu berdiri dari sofa dan mereka berjalan bersama ke kamar tidur mereka.


Setelah dikamar, Alfonso mengambilkan obat Leticia di Lemari dan memberikan pada Leticia untuk diminum.


"ini obatnya, ayo diminum sayangnya." sambik memberikan obat yang sudaah disiapkan.


Leticia, menerima obat dari tangan Alfonso . dan meminumnya.


setelah minum, Leticia meletakkan lagi cangkir airnya diatas meja. dan berjalsn ke arah ranjang Leticia membaringkan tubuhnya diranjang.lalu, Alfonso mengambil menarrik selimut menutupi tubuh Leticitia.


"Tidurlah, aku akan ke Kantor sebentar ada urusan penting. kalo bosan dikamar keluar dari kamar dan jalan jalan keliling Mansion minta ditemani pelayan." ucap Alfonso, lalu, mendaratkan satu kecupan mesra dikening Leticia.


"muachh..., I Love you, today and forever." ucap Alfonsoa


"Love you too." jawab Leticia dan mencium punggung tangan Alfonso. sa,bil menatap wajah suaminya sesaat. dan tersenyum.


"Jangan memandangku seperti ini. kamu membuatku susah jauh darimu." ucap Alfonso sambil mencoel hidung Leticia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Kamar tidur



__ADS_2