
Di Spanyol, Wanita yang perutnya sudah mirip balon udara itu sedang berjalan berdua bersama sang suami ditaman. sesekali mereka tertawa, banyak cerita pagi ini yang diceritakan oleh Alfonso untuk Leticia. bagaimana masa kecil dirinya bermain ditaman dan mengejar kupu kupu lalu membawanya pada sang ayah.
''Aku, itu dulu super aktif bangat, tanya bibi Yati. kadang, bibi Yati sampai menyerah mengikuti aku.'' cerita Alfonso.
''Tapi, bibi selalu baik dengan saya, dia jaga saya dengan cinta yang benar benar tulus, karna itu sampai saat ini saya benar benar menghormati dia seperti ibu saya, walaupun ada yang bertanya kenapa saya begitu menghormati dia sedangkan saya tau bibi Yati hanya seorang pelayan.'' imbuh Alfonso lagi.
Leticia, yang mendengar hanya tersenyum.
''Kenapa, harus ada perbedaan?Tuhan menciptakan manusia itu sama derajatnya, hanya beda warna kulit, wajah dan kelakuan.kalau berpendapat seperti itu, saya juga tidak menyukainya.'' sahut Leticia.
Karna, bisa dilihat Leticia juga sangat menyayangi bibi Sumi. semua tau itu, bahkan Felisia saja kadang cemburu kalau melihat kedekatan Leticia dan bibi Sumi seperti ibu dan anak.
Alfonso, yang melihat Leticia, kesal mendengar cerita dirinya. mulai, mengalihkan pembicaraan.
''Sayang, aku pernah jatuh disini.'' Alfonso, menunjuk di lapangan Golf itu.
''Kenapa?" tanya Leticia, tertawa.
''Karna, aku bermain bola. terus, aku mau niru ala ala pemain hebat yang mainnya pake kepala. tau taunya bukan bolanya yang melenting dikepalaku aku yang nyungsep ke bawah.''cerita Alfonso. sembari tertawa.
__ADS_1
"Semoga, anak anak kita tidak ada yang seperti dirimu ya sayang."jawab Leticia sembari tertawa. ''sayang, rahangku kaku semuanya.'' sambung Leticia lagi.
''Kenapa, kamu sakit?" tanya Alfonso cemas.
''Tidak, tapi karena kebanyakan tertawa." sambung Leticia.
''Harus, mirip aku dong sayang! bukanya, kata orang aktif itu anak yang cerdas.''sambung Alfonso.
''Hemmm..,'' Leticia, berdehem karna kalau soal cerdas Alfonso patut diacungi jempol.
Alfonso, menggandeng Leticia berjalan ke arah teras bangunan itu. salah satu anak buah yang sementara menyesap kopi pagi, didalam gedung berlari keluar.
''TUAN!''sapa Anak buah.
Leticia tersenyum. Alfonso, menatap ke arah anak buah yang masih membungkuk didepan mereka.
''Sudah, masuk sana! saya dan Nona hanya istirahat. Nona kecapean jalan jalan.'' jelas Alfonso.
__ADS_1
Anak buah itu menarik napas dalam.
''Baik, Tuan. kalau, begitu saya pamit ke dalam.'' jawab anak buah itu.
''Hmmm..,'' Alfonso berdehem sembari mengangkat tangannya. Leticia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
Kemudian, anak buah itu masuk kembali ke dalam ruang tamu dan melanjutkan ritual ngopi paginya.
Leticia, memandangi bunga bunga indah didepan itu warna warna ada mawar. ada melati,tulip bahkan bunga lotus yng berkembang indah didalam kolam kecil gedung itu.
''Kalau, lihat bunga aku jadi kangen, sama Nabila. anak itu suka sekali dengan mawar. Nabila, apakabar sudah beberapa hari ini tidak chatt atau telpon saya. biasanya pagi pagi dia bersemangat tanyain kabar the babies.tapi, sudah mau empat hari setelah pamit pulang dia hilang bak ditelan bumi.'' ungkap Leticia. dengan raut wajah sedih.
Alfonso, yang mendengar ucapan sang istri membenarkan. kalau, Nabila tidak ada kabar. bahkan, empat hari lalu Steward pulang dari acara makan makan di Apartemen Stefani, Steward sempat bercerita pada Karla kalau wanita yang hadir hanya Nabila.
''Mungkin, dia sibuk dengan dagangannya. kamu, sendiri tau jualannya begitu ramai.''tukas Alfonso.
''Bisa, juga. tapi nanti setelah sampai dikamar saya akan menghubungi dia.minta, Nabila main ke sini kangen sama salad sayur buatannya.'' imbuh Leticia yang memang benar benar kangen dengan sahabatnya itu.
''Iya, ayo. kalau kamu sudah tidak capai kita lanjutin ke Mansion? hmm.''tanya Alfonso, sembari menundukkan wajahnya untuk menatap wajah sang istri.
__ADS_1
''Hmmm.., sudah mendingan. tapi, kakiku sudah lebih baik tidak bengkak lagi kalau setiap pagi kita jalan jalan.'' jawab Leticia sembari mengangkat kakinya sedikit untuk ditunjukkan pada Alfonso.