SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
pertumpahan darah


__ADS_3

Plakk...,


" Tidak, ada yang bisa bicara lagi ha?" bentak Alfonso sambil menatap temannya satu persatu.


Tatapan dinginnya, beralih menatap ke arah Ethan tanpa berkedip.


'' katakan, Ethan. kenapa anak buahnya bisa masuk ke pelabuhan tanpa ada yang mencurigai. atau, ada orang dalam disini, yang mengkhianati saya?'' tangannya mengambil pistol dipinggangnya, dan meletakkan diatas meja.


'' Oke, baiklah sekarang kita ke pelabuhan saya sendiri yang akan mengecek cctv di sana, kalau ke dapatan siapa yang mengkhianati saya. saya jamin kornea mata dan ginjalnya akan saya keluarkan tanpa pembiusan sama sekali.'' ucap Alfonso, tanpa menatap ke arah teman temannya.


Ethan, mengerutuki dirinya. baru kali ini dia kecolongan.ada musuh masuk kepelabuhan tanpa pengetahuan dirinya sama sekali.


Tak...,


Tak..,


tak..,


Bunyi langkah kaki Afonso berjalan kembali ke ruang monitor di dalam markas, sesekali, Alfonso mengucek matanya.


Tangannya, bergerak gerak di bawah dagunya sambil terus menatap layar monitor.


'' Ndre, lihat ini. Nuel bukan?'' tanya Alfonso sambil menunjukkan ke arah monitor. rahangnya mulai mengeras. bunyi gertakan giginya membuat Andre bergidik ngeri.


'' tap---.'' jawab Andre.


Tapi, saat Andre belum selesai bicara Alfonso sudah mengangkat tangannya, meminta Andre untuk berhenti bicara.


''Ini bukan Nuel?terus, menurutmu aku yang salah lihat begitu maksudmu?'' Sergah Alfonso. balik bertanya sambil memutar pistolnya.


''ya, benar kata Andre, Al. pas jam satu pukul dua lima aku sendiri yang meminta Nuel untuk berpatroli di rumah Mason tempat Leticia dulu.'' jawab Kevin.meyakinkan Alfonso.


"Terus, siapa yang memanipulasi semua ini?" jawab Alfonso, sambil menatap ke arah teman temannya.


"Makanya, kamu ingat pesan poliever? kalau ada masalah kita harus selesaikan dengan kepala dingin. kalau semua dengan emosi seperti tadi. maka, musuh yang melihat semakin senang." jawab Glen. sambil berjalan ke arah monitor lebih dekat lagi.


Mengamati, dengan jelas siapa pria yang begitu mirip dengan Nuel.


"Di mana Nuel?" tanya Alfonso lagi,


"Saat ini, dia dipelabuhan" jawab Andre lagi.

__ADS_1


"lakukan panggilan video, agar saya bisa yakin kalau orang yang terekam di cctv ini bukan Nuel kita." jawab Alfonso.sambil mengepalkan tangannya.


Andre, menurut dan melakukan Video Call.


Dan benar sesuai perkataan Andre, Nuel di pelabuhan.


"Ayo, kita kepelabuhan. sekarang!" perintah Alfonso lagi.


Tanpa menunggu waktu lama, mereka berjalan ke halaman depan markas.


Dengan, menggunakan mobil antipelurunya, Alfonso dan teman teman. pergi ke pelabuhan. dan, seperti biasa Ethan selalu kawal dari udara.


Dan..,


Memastikan, kalau sekarang Nuel benar benar berada di pelabuhan. karna ada kabar yang mengatakan kalau Nuel Msih berjaga dirumah Mason.


Alfonso menarik kasar rambutnya. semua rencananya berantakan.


Niat, Alfonso mengadakan syukuran semua jadi berantakan. berubah jadi acara tembak menembak.


"Ahh.. bang.,sat.., siapa yang berada dibalik semua ini." gumam Alfonso didalam mobil.


Alfonso mengambil earphonenya, dan mulai dipasangkan ditelinga bagian kanannya lalu mencari nomor Bale.


"Dan, ingat sebelum saya pulang. tidak boleh ada siapapun yang berani masuk ke Mansion sekalipun dia mirip anak buah yang bekerja dengan saya. kamu mengerti?" Tegas Alfonso lagi.


lalu..,


Seperti biasa sebelum mendengar jawaban. Panggilan diakhiri sepihak oleh Alfonso.


klikk...


Kemudian, menatap ke arah depan. dan terus memikirkan siapa dibalik semua ini.kenapa bisa ada orang yang sangat mirip dengan Nuel di markasnya.


Pasokan senjatanya dilaporkan tidak diterima pemesan. terus, Nuel kemarin kirim ke mana dan jatuh ke tangan siapa? otak Alfonso serasa ingin meledak.


Sebelum, Alfonso datang.


Ethan, sudah mengintrogasi Nuel. Tapi, Nuel bersumpah kalau itu bukan dirinya. terus siapa yang mirip sekali dengan Nuel.


pertanyaan demi pertanyaan penuh diotak Alfonso. "ada ada saja, baru saja bahagia, karna Leticia hamil. tapi, masalah datang tepat diwaktu bahagia itu" batin Alfonso.

__ADS_1


"Hahah.., terkadang aku pikir aku memang ditakdirikan untuk tidak bahagia." lirih Alfonso.


Glen, Andre ,kevin dan Gareth. yang mendengar itu hanya diam.tidak bisa berkata apa apa.


Alfonso, memang tidak memikirkan kerugiannya, yang Alfonso utamakan profesional dalam bekerja, dan tanggung jawab seorang anak buah terhadap pekerjaannya itu yang diharapkan Alfonso.


Karna, bagi Alfonso uang segitu tidak membuat dirinya bangkrut. atau jatuh miskin. tapi, ini suatu penghinaan terhadap dirinya.


Karna, selama tiga puluh dua tahun Alfonso bergelud didunia mafia baru kali ini ada musuh yang berani masuk ke dalam markasnya.dan dengan mudahnya tau akses keluar masuk dari mana.pertanyaan ini yang terus berputar putar di kepala Alfonso.


Setelah, hampir sejam diperjalanan. akhirnya, Alfonso dan kawan kawan tiba di pelabuhan.


Dengan tatapan dingin, Alfonso mengabaikan sapaan anak buahnya.


Tak...,


Tak..,


Tak..,


Langkah kaki Alfonso dan teman temannya memasuki sebuah gedung kecil dipelabuhan yang disulap sedemikian rupa agar tidak dicurigai aparat keamanan.


Alfonso berjalan ke arah ruang monitor mengamati secara detail gambar demi gambar yang terdapat direkaman Cctv.


Nuel, pun dipanggil berdiri ke ruangan monitor untuk melihat juga gambar gambar yang terrekam di monitor.


Setelah, selesai mengamati setiap gambar secara detail. Alfonso dan teman temannya mulai mengatur strategi.


"Malam ini Nuel ditugaskan ke markas pilus.karna disana tidak pernah ada yang tau kecuali kami ber lima dan kau Nuel." perintah Alfonso.


"Dan Ethan dan anak buah yang lain bersikap seolah kamu berpatroli di rumah Leticia yang lama. kamu mengerti Ethan." ucap Alfonso lagi.


"Jangan ada desas desus soal pertunangan Glen besok biar musuh tidak manfaatkan situasi ini. jangan kasih ampun, entah itu dari kubu Mason, kubu oliver kedapatan bunuh dan ratakan markas mereka."


"Karna, setelah hari pertunangana Glen, aku juga akan adakan acara di Mansion.jadi, aku harap jangan ada yang lalai dalam bekerja." sambil menatap satu persatu mereka yang berada diruangan kedap suara itu.


"Dan, kamu Nuel. nanti Ethan yang mengurus kamu ke pilus dengan heli saja. saya harus pulang. sebelum Leticia mencari saya." ucap Alfonso. dan berjalan keluar menuju mobilnya dan di ikuti ke empat temannya dari belakang.


Tapi, Saat kakinya hendak melangkah masuk ke dalam mobil, tiba tiba ada yang berteriak dari seberang jalan.


"Tuan, kami menemukan peledak didalam kapal pesiar yang akan tuan hadiah kan ke nona." salah satu anak buahnya berlari datang dengan membawa peledak itu.

__ADS_1


"Shiff..breng..,sek,.. sepertinya harus ada pertumpahan darah disini." balas Alfonso.dengan memegang pistol di kedua tangannya Alfonso berjalan ke arah dimana kapal yang baru di beli bersandar.


...---------------...


__ADS_2