
Sore ini diruang keluarga Alfonso, keempat bayi kembar menjadi pusat perhatian bagi penghuni Mansion. Bahkan para pelayan juga sangat gemas ketika melihat si kembar.
Alfonso memang tidak melarang para pelayan untuk melihat si kembar. Namun, untuk sekarang Alfonso masih menjaga dan melarang tidak sembarang orang bisa menyentuh si kembar.
''Sudah selesai mandi?" tanya Leticia ketika melihat Alfonso berjalan dari kamar ke arah ruang keluarga.
''Iya.'' jawab Alfonso.
Lalu Alfonso datang dan duduk disamping sang istri. Alfonso terus tersenyum ketika melihat Mason yang terus saja menggoda Alonzo.
''Saya tidak salah mengambil keputusan lihat betapa bahagianya daddy Mason dengan cucu cucunya.'' batin Alfonso.
'' sayang perutmu tidak sakit?" tanya Alfonso.
''Enggak sakit!" jawab Cia.
''Kakak ipar mau nambah lagi.'' kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Karla.
Sembari menggoda Aleijo yang sedang dipangku olehnya.
'' 4 ini sudah cukup, apalagi mereka sudah berpasangan. tidak tega lihat perutnya disayat sayat seperti itu.'' jawab Alfonso.
Tangannya terus melintiri rambut Leticia.
''Kamu, harus nambah.'' celetuk Leticia.menatap ke arah Karla
''Sepertinya aku akan bikin satu tim sepak bola.'' sambung Steward.
''Anakmu sembilan saja karena putra saya ada dua jadi tambah mereka jadi kesebelasan.'' sahut Alfonso.
''Mommy enggak masalah mau anak berapa saja terserah, asal anak anak itu benar benar di jaga dan di didik dengan baik.'' titah Felisia.
__ADS_1
Felisia sangat kwatir dengan keselamatan semua cucu cucunya. selain keselamatan, Felisia juga kwatir cucu cucu nya akan terjun ke dunia hitam mengingat dari kakek hingga menantunya semua Mafia.
Alfonso tersenyum karena dia sudah tahu tujuan dari pembicaraan Felisia tadi.
'' untuk Alicia dan Alisha, saya sendiri yang menjaga mereka. begitu juga dengan Aleijo dan Alonzo saya juga yang mengurus mereka.'' jawab Alfonso.
''Karena saya tidak mau mereka seperti saya, apalagi kedua putriku akan saya jaga dengan sebaik baiknya.'' ujar Alfonso.
Hari mulai malam semua kembali ke kamar. begitu juga dengan si kembar di bawa kembali ke kamar Alfonso.
''Sayang, aku bikin susu anak anak dulu kamu berbaring aja disamping mereka. jangan banyak gerak dulu.'' ujar Alfonso pada Leticia.
''Iya sebelum mereka melakukan aksi protes seperti tadi sore.'' imbuh Leticia sembari tersenyum pada keempat anaknya.
Si kembar sudah berbaring di atas ranjang. Alfonso perlahan mulai memahami kebiasaan anak anaknya.
Alfonso sangat telaten membuat susu untuk keempat anaknya.
Anak anak sudah selesai minum susu. karena sudah kenyang Aleijo, Alicia, dan Alonzo pun tertidur. Namun, Alisha masih terjaga dia begitu nyaman berada didada bidang Alfonso.
Apalagi Alfonso menimang sembari mengelus lembut kepala putri bungsunya.
'' Alisha sangat dekat dengan kamu.'' ujar Leticia.
Alfonso tersenyum.'' mungkin karena dia putri bungsu, kata orang kalau anak cewek lebih dekat dengan Ayahnya.'' jelas Alfonso.
''Iya bahkan aku juga sangat mencintai daddy, walaupun kamu tahu sendiri daddy orangnya seperti apa, tetapi aku tetap sayang daddy.'' imbuh Leticia.
Alfonso menatap wajah Alisha. '' putri daddy beyum ngantuk, hmm.'' mendengar ucapa Alfonso , lisha tersenyum dengan wajah polosnya.
''Lihat kakakmu uda pada tidur sayang.'' sambung Leticia
__ADS_1
Alfonso menggoda Alisha dengan menggerakkan hidung mancungnya, Alisha tertawa pipi cubbynya membuat Alfonso gemes.
''Mommy tidul aja cama kakak kakak, Alisha masih main cama daddy, iya cayang.'' Alfonso mengajak sang putri bicara.
''Mommy juga enggak mau bobo. mommy mau lihat Alisha main cama daddy.'' jawab Leticia juga menirukan bahasa bayi.
Leticia berbaring disamping ketiga anaknya sembari menatap ke arah Alfonso yang terus menimang Alisha. sesekali Afonso mencium ujung kepala putri bungsu nya. sesekali Ia mengedipkan matanya pada Alisha. membuat Alisha menggerak gerakkan kepalanya.
Letica tersenyum. '' Terima kasih sayang sudah menjadi sempurna untuk kami." batin Leticia.
Air matanya jatuh membasahi pipinya dengan cepat Ia menyekanya.
Setelah sejam ditimang oleh Alfonso. Akhirnya Alisha pun terlelap di dada Alfonso.
Alfonso membaringkan Alisha, disebelah ketiga kakaknya yang sudah lebih dulu berada didalam dunia mimpi mereka.
Setelah membaringkan Alisha. Alfonso bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Leticia.
"Sayang aku ambil makan dulu ya, kamu jaga mereka."bisik Alfonso pada Leticia.
Alfonso sama sekali tidak merasa lelah. Alfonso sangat menikmati rutinitas barunya. bahkan kalau anak anak terlalu lama tidur Alfonso merasa kesepian karena tidak ada yang mengganggu dirinya.
"Iya, kalau cape aku minta pelayan aja yang antar ke sini." jawab Leticia.
"Aku tidak capek sayang. kalau pelayan yang antar nanti berisik aku tidak mau anak anakku bangun." ujar Alfonso.
Leticia mengangguk, dia tidak bisa melarang Alfonso.
Alfonso berjalan keluar kamar mengambil makan untuk dirinya dan Leticia.
Semua, sudah berada di ruang makan. Bagi Felisia dan yang lainnya mereka tidak heran dengan Leticia dan Alfonso yang memilih makan dikamar. karena, Alfonso dan Leticia tidak ingin meninggalkan Keempat anaknya yang tidur di kamar sendirian.
__ADS_1