
"Sayang?" panggil Alfonso.sembari melangkah masuk ke dalam kamar.
"Sudah pulang? bagaimana dengan Karla, bayinya sudah lahir?" bukan nya menjawab panggilan Alfonso, Leticia balik bertanya.
"Bayi nya belum lahir tadi karla juga menolak untuk induksi." jelas Alfonso. sembari terus berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Aku mandi dulu sayang." sambung Alfonso lagi lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Leticia, duduk di tepi ranjang untuk mengajak anak anaknya bermain, sembari menunggu Alfonso selesai mandi.
"Sebentar kalian akan ada teman baru." ucap Leticia pada anak anaknya
Aleijo seakan mengerti ucapan Leticia dia tertawa sembari mengecap bibir mungilnya, kakinya diangkat ke atas seakan ingin berdiri membuat Leticia tertawa.
Alfonso yang sudah selesai mandi berjalan mendekati Leticia dan keempat anaknya yang sedang bercanda diatas tempat tidur.
''Anak anak rewel enggak?" tanya Alfonso sembari mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang tangannya meraih Alisha yang sudah tidak sabaran minta digendong oleh Alfonso.
''Enggak rewel, hanya saat dimandikan bibi Yati mereka cari kamu.'' jelas Leticia sembari mengedipkan matanya kepada Alisha yang sedang tertawa didalam gendongan Alfonso.
''Terus mommynya enggak rewel?" goda Alfonso sembari mengedipkn matanya kepada Leticia.
Leticia yang mendengar ucapan Alfonso memutar mata malasnya. Alfonso terus menempelkan hidunganya di ujung kepala putri bungsunya, sembari menggoda ke tiga bayi yang sedang berabring diatas tempat tidur.
*****
Dirumah sakit Karla sedang berjuang. Steward juga tidak berhenti memberi support untuk Karla.
Akhirnya Ketuban pun pecah bukaan sudah sempurna bukaan 10.
''Ayo bu ambil napas keluarkan pelan.'' ucap bidan yang membantu proses lahiran.
__ADS_1
''Auh.., sayang sakit bangat.'' keluh Karla sembari memejamkan matanya. Air matanya pun tak henti mengalir tekanan semakin kebawah semakin membuat Karla tersika. sakit yang tidak bisa digambarkan dengan kata kata. Karla terus merintih sembari mengejan sesuai arahan bidan.
Steward yang tidak tega melihat usaha Karla untuk melahirkan buah cinta mereka berdua menitik air matanya.
''Tuhan lancarkan proses persalinan istri saya.'' batin Steward sembari menitikkan air matanya.
Wajah dan tangan Seward menjadi sasaran cakaran dari kuku lentik Karla. perihnya luka cakaran sang istri sama sekali tidak dirasakan oleh Steward. Bahkan Karla juga menjambak rambut Steward.
Setelah hampir satu jam berjuang kepala bayi sudah mulai muncul di ******.
''Bu tahan napas dulu jangan mengejan ya.'' ucap bidan. hal itu untuk memberikan waktu bagi otot perineum[ otot di antara ****** dan Anus] agar bisa melahirkan dengan perlahan.
Tetapi, karena ada lilitan tali pusar terpaksa bidan melakukan prosedur Episiotomi atau biasanya disebut gunting Vag"na untuk mempercepat jalannya proses kelahiran karena ketuban yang sudah pecah dan kelilit tali pusar.
''Bu tahan sebentar.'' ucap bidan sembari menggunting jalan lahir.Namun, sebelum melakukan bedah kecil Karla sudah diberi bius lokal agar Karla tidak merasakan kesakitan.
Steward semakin tidak tega Ia menutup matanya sesaat.'' maafkan saya sayang.'' sembari menempelkan bibirnya diujung kepala Karla, air matanya membasahi pipinya.
Karla pun mulai mengambil napas dan mengejan.
''Achh, sakit sayang.'' rintih Karla.
Steward terus memijit punggung sang istri.
''Tahan bu.'' tutur bidan lagi.
Dengan cepat bidan melepaskan lilitan tali pusar dari kepala bayi Karla. yang badannya masih berada didalam rahim Karla. setelah melepaskan tali pusar bidan mulai memberi aba aba lagi.
"Ayo bu mengejan lagi tarik napas buang perlahan."
Akhirnya bayi yang dinantikan sepasang suami istri ini menangis pertama kali menandakan kalau dia telah lahir dengan selamat.
__ADS_1
"Oek oek oek." bayi berjenis kelamin laki laki itu dikeluarkan oleh bidan dari jalan lahir Karla. lalu segera dipotong tali pusarnya, dan diberikan pada Karla untuk IMD
''Terima kasih sayang terima kasih.'' air matanya tumpah ruah di ujung kepala Karla.Lega dan bahagia rasanya mungkin tidak cukup untuk mengungkapkan rasa haru Steward.
Hanya air mata dan senyum bahagia yang menggambarkan kebahagian Steward dan Karla. Dengan tenaga yang habis terkuras untuk mengejan, Karla menyentuh bayinya yang sedang berbaring didadanya.
Begitupun Steward, dengan tangan gemetaran dia menyentuh kepala putranya."Ini buah cinta kita sayang dia putra kita jagoan kita." suara Steward gemetaran karena tangis bahagianya.
Karla menatap Steward sembari menitikkan air matanya. "Terima kasih untuk segalanya." sambung Karla. Karena masih ada dalam ingatannya bagaimana Steward meyakinkan dirinya untuk bangkit dari trauma besarnya.
"Fidel welcome to world sayang, arti namamu setia kamu pria yang setia dengan pasanganmu dan pekerjaanmu nanti. kamu juga pelindung untuk keluargamu" ucap Karla dan Steward serentak.
Begitu juga dengan Felisia dan Mason yang sedang menunggu di luar. Mereka menarik napas lega.
"Daddy, cucu kita dia sudah lahir." ucap Felisia menitikkan air matanya.
Mason merangkul tubuh Felisia. " kita semakin tua sayang." goda Mason.
Gareth dan Andre yang ikut menemani Felisa dan Mason di lorong rumah sakit. ikut bahagia mereka memberi ucapan pada Felisia dan Mason.
Namun, perjuangan Karla masih berlanjut Karla diminta mengejan sembari IMD atau proses inisiasi menyusui dini dapat membantu percepat pengeluran placenta.
Benar saja tidak menunggu lama plancenta akhirnya keluar juga. selesai mengeluarkan placenta. Bidan mulai melakukam jahitan pasca melahirkan untuk memperbaiki luka pada Vag*na dan anus karena Karla tadi melalui proses episiotomi jadi robekan karla termasuk robekan tingkat 3.
Setelah 15 menit melakukan IMD bayi Karla diambil lagi oleh perawat unuk dibersihkan. Karla juga sudah selesai dibersihkan dan jahitannya pun sudah selesai.
Karla dipindahkan di ranjang pasien dan didorong oleh perawat ke ruangan perawatan dengan ditemani Steward.
Setelah dibersihkan bayi Fidel di baringkan di dalam inkubator di dalam ruangan Bayi.
__ADS_1