
Dengan terus bergandengan tangan, Al dan Cia berjalan ke arah depan pintu. tanpa disadari Leticia, ada dua pasang mata yang sedang menatap mereka dari deretan kursi belakang dengan penuh rasa penyesalan.
Menyesal karna telah mengabaikan Letica, menyesal karna hampir saja mencelakai putrinya sendiri. wanita paruh baya itu tidak bisa menahan dirinya untuk berdiri dari duduknya pergi dan memeluk bayi kecil yang dulu ditinggal pergi sejak usia 2 minggu dan sekarang telah menjelma menjadi gadis cantik.dan yang lebih menyakiti hatinya lagi, dia tidak bisa berdiri didepan mendampingi putrinya di saat saat moment bersejarahnya.
Wanita itu tertunduk, dan tak terasa air mata penyesalan jatuh membasahi pipi nya yang sudah terdapat garis garis menua diwajahnya.
Cia dan Al berdiri didepan Gereja, dengan membelakangi para tamu undangan. Al dan Cia bergandengan tangan lalu melempar bucketnya ke belakang, dan ternyata yang mendapatkan bucket diluar dugaan semua orang. bucket itu jatuh tepat di tangan Felisia.
Felisia yang kaget dengan bucket bunga ditangan tersenyum dengan diiringi tangisan. semua tamu undangan mencari ditangan siapa bucket itu. dan melihat ke arah suara tangisan sambil berjalan kedepan dengan dikawal 8 orang anak buah Alfonso yang mengenakan baju serba hitam.
Wanita Paruh baya itu, datang sambil memegang bucket menghampir Cia dengan menahan tangisnya. Cia yang melihat ke arah wanita paruh baya itu hanya diam. karna, semua diluar dugaan dia, dari mana wanita ini tahu kalo dirinya akan menikah? mata Cia membulat dan tidak percaya dengan apa yang dilihat dirinya saat ini.
Dengan banyak pertanyaan di hatinya, Cia melihat ke arah suaminya Alfonso.dan Al mengangguk menyuruh Cia untuk menyambut Wanita paruh baya yang sudah didepan dirinya. dengan sedikit menyikut lengan Cia.
Cia melangkah dan memeluk Felisia masih dengan rasa tidak percaya. Felisia yang menyambut Cia dengan tangisan. tubuhnya bergetar dipelukan Cia.
"Ma...,aaaa....f kan mommy nak." hanya ucapan itu yang mampu diucapkan Felisia.dengan menepuk pelan punggung putrinya.
"Sudah, jangan nangis disini."dengan tegar Cia menjawab Ucapan bundanya.
Felicia mengangguk, lalu mereka saling melepas pelukan Felisia beralih ke Alfonso dan memberi salam pada Alfonso sambil tersenyum penuh rasa terima kasih sudah berusaha meyakinkan dirinya untuk datang ke pernikahan putrinya.
"Terima kasih." ucap Felisia sambil tersenyum.
"sama sama ibu."jawab Alfonso, dengan ramah.
Acara pelemparan bunga selesai sekarang sudah pukul jam dua siang waktu Spanyol. semua tamu undangan di arahkan ke Ballroom untuk acara resepsi.
Ya, Al merayakan pernikahan hingga malama jam 12 nanti. semua undangan berjalan ke Ballroom Hotel. Al, menggandeng tangan Leticia sambil terus tersenyum. beda, dengan pria paruh baya yang masih dikawal ketat layaknya seorang penjahat.
Pria itu tidak pernah tersenyum bahkan sudah mendapat tatapan tajam dari Felisia.
__ADS_1
*Flashbac**k*.
Saat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Leticia tiba tiba menangis. Al, yang tidak tega melihat Cia yang terus menangis. Al berjalan ke balkon menelpon Ethan. untuk mencari keberadaan felisia. Ethan berusaha meyakinkan Felisia untuk menghadiri pernikahan Leticia, dan Jose menyerang Markas Mason dengan Alasana Mason bisa keluar. saat Mason keluar , anak buah alfonso menangkap dan membawa Mason ke rumah Felisia. dan,disana sudah ada Ethan yang menjelaskan alasan kenapa mereka harus hadir di pernikahan Leticia. Awalnya Mason menolak untuk hadir karna dia tidak ingin melihat wajah Alfonso. tapi, karna mendapat ancaman dari felisia kalo Mason tidak hadir maka felisia juga tidak akan mau hidup bersama lagi.karna itu Masonpun menyetujui hadir dipernikahan Leticia.
Flash on.
sorotan camera dimana mana, bahkan berita sudah menyebar diseluruh eropa. dan dimedia cetak, maupun online dengan judul dihalaman depan Royal wedding presdir katrindof . ada yang menyambut bahagia, tapi tidak dengan musuh musuh Alfonso yang merasa sangat kesal.
Biasanya seorang Mafia menikah secara diam diam. karna, melindungi keluarganya dari musuh musuhnya. tapi, tidak bagi Alfonso yang sengaja mengekspos pernikahannya,
Al dan Cia tersenyum bahagia didepan, tamu undangan yang datang memberi selamat. semua teman teman Cia dan Alfonso datang memberi selamat, bahkan Al yang tidak suka difoto hari ini selalu berfoto bersama teman teman mereka yang datang.
Mason, dan Felisia berjalan ke depan dengan di kawal anak buah Alfonso. memberi ucapan selamat. Leticia yang melihat daddy dan mommynya datang sayang bahagia, air mata kebahagaian jatuh dipipinya dengan cepat memeluk daddynya.
"Dad, maafin Cia. terima kasih sudah hadir di nikahan Cia." ucap Cia sambil memeluk daddynya. Al, tersenyum kecut saat menatap ke arah Mason.
Mason mengabaikan tatapan Alfonso, dan hanya fokus dengan putri tercintanya.
"Dad, juga minta maaf. sudah mengabaian kamu selama ini, bahagia lah kalo ini pilihan mu. jika, dia menyakiti kamu kembalilah ke rumah kita " ucap Mason.
"Ng, dad. Cia yakin Al pria yang baik dan bisa menjaga Cia."jawab Cia dengan penuh keyakinan dan masih belum melepas pelukan daddynya.
Mason tersenyum sinis, saat mendengar ucapan Cia kalo Al bisa menjaga dirinya.
Al, yang melihat Mason tersenyum sinis, hanya menggelengkan kepala.
"Ini baru awal dari permainanku Mason.lihat saja kejutan kejutan apalagi yang akan aku kasih."batin Al sambil menatap tajam Mason.
"Untung saja ini semua atas permintaan Felisia. kalau ng aku ng sudi hadir disini."batin Mason.
Al, terus menatap Mason, berharap acara ini segera berakhir. karna, Al takut kalo dirinya tidak bisa menahan emosi kalo terus melihat Mason disini.
__ADS_1
Akhirnya, acara pernikahan selesai. semua tamu undangan sudah pulang, Kecuali Leticia dan Alfonso dan teman temannya mereka, kembali ke kamar hotel.
Felicia dan Mason sebelum pulang, mereka datang berpamitan dengan Alfonso dan Leticia.
"Nak, mommy dan daddy pulang. kamu baik baik ya, nanti mommy akan berkunjung ke tempat barumu." ucap Felisia. sambil memeluk Cia.
Cia, yang masih belum percaya dengan kehadiran mommynya, yang secara tiba tiba hanya diam dan mengangguk.
Lalu, Felisia pun berpamitan pada Al.
"Nak, kami pulang. terima kasih atas usahamu yang sudah meyakinkan saya bertemu dengam Cia."sambil memegang kedua tangan Al.
"Tidak, bu. ini hanya kewajiban saya sebagai suami.saya hanya ingin melihat Cia bahagia."jawab Al dengan ramah.
Cia, yang sudah sejak awal menduga kalau ini usaha dari Alfonso, merapatkan gandengan tangannya dengan Alfonso sambil tersenyum.
Setelah berpamitan Mason dan Felisia, dengan dikawal ketat anak buah Alfonso mereka diantar pulang ke rumah Felisia.
......................
Alfonso, dan Leticia. berjalan masuk ke dalam kamar hotel. Cia, dikejutkan dengan hiasan bunga mawar berbentuk hati diatas ranjang dan terdapat lilin lilin kecil penuh dikamar hingga ke balkon.
Cia, yang suka dengan mawar putih tersenyum bahagia. dan menatap Al.
Al, menggendong Cia menuju ranjang, dibaringkan tubuh kecil Cia diatas ranjang. lalu, menatap tajam Leticia.
"Terima kasih. sudah, menerima saya dengan banyak kekurangan ini," ucap Al.
sambil terus menatap Cia.
Cia yang tidak bisa bergerak karna tubuhnya sudah didalam kungkungan Alfonso.
__ADS_1
"Katakan, kehadiran mommy dan daddy. semua ini kamu yang rencanakan?" tanya Cia. sambil menatap Al.
"Ya, karna aku tidak suka melihat kamu sedih."jawab Al. lalu, mendaratkan satu ciuman dikening Cia.