
''Dengan Reno?saya tidak bodoh saya masih beri dia kesempatan untuk minta maaf langsung sama kamu atas perbuatannya ditaman dan meminta kamu untuk Aborsi.''tegas Kevin.
Tangannya, masih melingkar dipinggang Nabila, mereka berjalan ke ruang makan.lalu, Kevin melepaskan lingkaran tangannya dari pinggang Nabila, kemudian Kevin menarik kursi untuk duduk.
Nabila,segera menyajikan makanan diatas meja dan mereka mulai makan bersama.
''Setelah,makan kita akan berangkat fitting baju.''ucap Kevin.sembari menyuapkan pasta kedalam mulutnya.
''Kamu, enggak cape? sebaiknya istirahat dulu.''saran Nabila.
''Tidak, saya tidak cape.kita, dikejar oleh waktu sayang.besok, Stefani, Glen, gareth, Andre, walker.daddy Mason dan juga Reno baru datang.Leticia, Alfonso, juga Karla dan Steward tidak datang.''urai Kevin.
Nabila, menghentikan makannya.''kenapa dia juga datang?"lirih Nabila.
''Dia, harus datang untuk minta maaf di kamu!''tegas Kevin, sembari tersenyum.
Tangan, Kevin meraih cangkir yang berisi susu lowfat, lalu meminumnya.
''Tapi.''sela Nabila
''Tapi, kamu takut?"sergah Kevin.
__ADS_1
Nabila, menunduk''selama,saya masih bernapas, saya bersumpah demi kamu dan anak kita.saya, akan melindungi kamu dan tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kalian berdua apalagi sampai menyakiti kalian.''tegas Kevin.
Mata, Nabila berkaca kaca ketika melihat pria yang dengan iklas menerima dia dan janinnya apa adanya tanpa memandang status dan keadaannya,
akhirnya, Kevin dan Nabila selesai makan.Nabila, segera membereskan piring kotor dan mencucinya.
''Setelah,menikah kita akan pindah ke Mansion milik Alfonso yang berada di Paris.disana, ada pelayan jadi kamu tidak perlu cape masak dan bersih bersih lagi.''timpal Kevin.
Nabila, menoleh dan menatap Kevin,''saya, tidak masalah masak dan bersih bersih.''jawab Nabila,lalu meletakkan piring dengan rapi diatas rak piring.
''Kamu, enggak boleh cape ingat didalam perutmu ada janin yang harus kamu jaga dengan baik.''tegas Kevin.
Nabila, memandang lekat Kevin.
Kevin, berdiri dan melingkarkan tanganya dipinggang Nabila dari belakang, dagunya ditempelkan dibahu Nabila, sembari tersenyum Kevin berucap.
''Simpan masa kelammu, tanpa dendam.karena,saya disini untuk menjaga harga dirimu.walaupun,saya tahu sepenuhnya dulu kamu pernah mencintai orang tanpa mementingkan harga dirimu,hmm..,''sambung Kevin, kemudian mengecup kening Nabila.
Nabila, membalikkan tubuhnya dan menatap bola mata Kevin,''aku, bisa memeluk tubuhmu?"ijin Nabila, karena dia masih ingat janji Kevin untuk tidak menyentuh dirinya sebelum mereka menikah.
Kevin, mengangguk dan tersenyum kemudian menarik tubuh Nabila ke dalam dadanya.''Maafkan, kesalahan dan ketidak sempurnaan diriku.''sesal Nabila.
__ADS_1
Kevin, menggelengkan kepalanya tangan nya terus mengelus kepala Nabila.
''Cinta sejati itu bukanlah bagaimana cara kita untuk memiliki seseorang yang kita sayangi, akan tetapi, bagaimana cara kita membahagiakan dan menjaga kehormatan serta harga diri orang yang kita cintai itu.jadi,simpan kata maafmu untuk anak kita nanti.''timpal Kevin,lalu menggandeng Nabila.
''Ayo, aku mau mandi dulu dan kamu bersiap.karena, Amire sudah menunggu kita di lobby.untuk berangkat fitting baju.''sambung Kevin lagi.lalu, mengecup ujung Kepala Nabila.
Kevin, berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, begitu juga Nabila berjalan ke kamarnya untuk bersiap siap.
Setelah, hampir setengah jam Kevin segera keluar dari kamar dengan wajahnya yang sudah seger. lalu, duduk disofa menunggu Nabila yang belum selesai bersiap.
Setelah, beberapa menit Nabila berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana sudah ditunggu oleh Kevin.
''Ayo,''ajak Kevin.
Kevin, menggandeng tangan Nabila dan mereka berjalan keluar dari Apartemen dengan menggunakan lift menuju lobby.
Amire,yang melihat Kevin dan Nabila sudah berada di lobby segera membuka pintu mobil untuk majikkannya itu.
''Silahkan, tuan!"Amire mempersilahkan dengan sopan.
Terima kasih.''jawab Nabila.
__ADS_1
''Sama sama Nona.''jawab Amire.
Kevin dan Nabila memasang sealtbelt dengan benar, lalu Amire segera menginjak pedal gas mobil dan melaju menuju butik yang akan dituju oleh Kevin dan Nabila.