SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
jangan terluka lagi


__ADS_3

Memang, didikan Alfonso. membawa mereka ke dunia hitam.Tapi, mereka mafia yang tau akan batasan. dimana, mereka bisa membunuh kecuali musuh yang menganggu mereka terlebih dahulu.


Dengan, langkah tergontai ketiga pria itu, berjalan mendekati ke arah Alfonso, yang sedang menggenggam tangan Leticia.


''Al!" hanya kata itu, yang sanggup ketiganya ucapkan.Tanpa, mereka sadari, butiran kristal mengalir dari netra ketiganya.


Alfonso, hanya tersenyum dengan wajahnya yang masih pucat dan tubuhnya yang masih lemah. karna, Alfonso tau apa yang sedang ketiga sahabatnya pikirkan.


Gareth, yang terkenal dengan kekocakannya. akhirnya, menjadi melow saat menatap sahabatnya yang terbaring lemah diatas ranjang pasien. tangannya menyentuh ujung kepala Alfonso.


''Cepat sembuh! mereka, sudah berada di penjara bawah tanah.'' ucap Gareth, terlihat guratan amarah terbentuk garis dikeningnya.


Al, tersenyum.'' Terima kasih, aku akan sembuh untuk semua.'' jawab Alfonso. terlihat senyum manis diwajahnya yang sudah mulai ditumbuhi jenggot lagi.


Nabila, tertegun. Seketika membayangkan bagaimana Leticia, melanjutkan hidupnya tanpa Alfonso.


''Pak, alat EKG nya. akan segera dilepaskan. karna, kondisi pak Alfonso sudah lebih baik. tinggal proses penyembuhan luka operasinya saja.'' jelas Dokter. memecah keheningan diruangan Alfonso.


''Baik, dokter! terima kasih atas kerja keras tim medis.'' jawab Leticia. matanya menatap mata Alfonso, lalu menatap ke arah dokter Louis.


Dokter Louis, tersenyum dimana masih ada diingatan nya Leticia menangis dihadapannya meminta dirinya untuk menyelamatkan Alfonso.


''Semua karna cinta ibu yang tulus untuk tuan Alfonso.tugas saya, hanya melakukan apa yang harus saya lakukan.'' jawab Louis. dia tau karna tanpa Alfonso, dia juga tidak berdiri tegak dan mengenakan baju dokter seperti saat ini.

__ADS_1


''Ini, yang dinamakan simbiolis mutualisme.'' jawab Andre.


Semua, terbahak saat mendengar suara Barito Andre keluar.


Selesai, melakukan pemeriksaan. dan Suster yang dipanggil Louis untuk, datang melepaskan EKG dari tubuh Alfonso, sudah datang diruangan itu. Dengan, telaten Suster itu melepas EKG dari tubuh Alfonso.dan, hanya disisakan ditubuh Alfonso selang infus untuk cairan dan vitamin. karna, Alfonso yang belum bisa makan dengan baik.


Selesai, melepaskan alat medis dari tubuh Alfonso.Dokter, dan Suster pamit keluar dari ruangan Alfonso. Namun, sebelum keluar dokter Louis menatap ke arah Alfonso.


''Cepat sembuh Tuan.'' ucap Louis dan suster serentak.


Alfonso, tersenyum.'' Terima kasih.''


Waktu, sudah pukul empat pagi waktu Spanyol. Alfonso, yang sudah merasa lebih bebas karna tidak ada EKG dan alat bantu pernapasan ditubuhnya tersenyum lega. karna, kini dia lebih bebas untuk bergerak.


''Kamu, harus berjanji! untuk, tidak terluka lagi.'' bisik Leticia ditelinga sang suami tercinta.


''Iya sayang aku janji!'' jawab Alfonso. tangannya, mengelus ujung kepala sang istri.


Alfonso, tau bagaimana perasaan Leticia. sejak, dirinya tertembak.


''Kamu, pasti tidak makan dengan baik, tidak minum obat?" bisik Alfonso ditelinga Leticia.


Leticia, mengangguk.'' hemmm..,karna itu aku harus hidup.'' sambung Alfonso lagi.

__ADS_1


*****


Kabar sadarnya Alfonso.sengaja tidak disampaikan ke kedua pasangan pengantin itu.


Karna, mereka tidak ingin menggangu bulan madu kedua pasangan itu.


''Enggak, usah hubungi mereka. kasihan mereka harusnya honeymoon. dengan, bahagia tapi mereka harus dihadapkan dengan kejadian buruk seperti kemarian itu.'' ucap Mason.


''Iya, jangan ganggu. Aku, tau Glen pasti tidak tidur, Glen lembur terus garap ladang.'' sahut Gareth. yang kalau bicara suka ngasal.


Semua tertawa, Felisia hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Gareth.


''Kamu, juga kalau sudah nikah bakal kurung istrimu dikamar seperti Glen.'' sahut Kevin. yang sudah hapal kelakuan sahabatnya itu.


Semua tertawa , ruangan Alfonso penuh canda tawa lagi.


*****


Dikamar, yang berbeda. Steward dan Karla, yang memang sangat lelah.karna, pertempuran siang tadi melawan musuh. membuat , mereka tidur begitu pulas. bahkan Steward dan Karla, sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak ada bunyi alarm yang menganggu tidur mereka.


Karla, yang biasanya bangun tengah malam karna sering merasa lapar, malam ini sama sekali tidak bangun untuk mencari makan. bahkan bayinya seolah mengerti akan kondisi mommynya.


.

__ADS_1


'


__ADS_2