SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
sebaiknya kita menikah lagi.


__ADS_3

Leticia, segera bangun saat mendengar alarm pagi berbunyi. Dengan, lembut Leticia memanggil Alfonso.


'' Sayang, ayo bangun ini sudah pagi. aku harus mandi pagi.'' ucap Leticia. sembari terus menggerakkan tubuh sang suami.


Alfonso, perlahan membuka matanya. menatap sang istri yang sedang menunjukkan deretan gigi putihnya.


''Jam, berapa sayang?'' tanya Alfonso. yang masih enggan bangun dari tempat tidur.


''Jam lima pagi. ayo aku mau mandi, kamu tau kan kalau sama sama bangunnya siang. Nabila akan kerepotan merias.'' jelas Leticia.


Dengan, rasa kantuk yang masih mendominasi dirinya. Alfonso, memaksakan dirinya bangun dari ranjang setelah mendengar alasan sang istri.


''Tapi, bukannya Stefani dan Karla ada MUA yang menghias mereka?'' batin Alfonso.


Saat, Alfonso masih berpikir. Leticia, dengan wajah cemberut. berusaha, turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dengan tangan yang terus memegang pinggang dan perutnya.


Karna, melihat Leticia yang sudah lebih dulu berjalan ke kamar mandi. Alfonso bergegas turun dari tempat tidur dan mengejar sang istri.


''Kalau, baru bangun pagi jangan ngambek. nanti, aura cantiknya hilang.'' ucap Alfonso. sembari menggandeng tangan sang istri.


''Hmmm.'' Leticia hanya berdehem.


Alfonso, dan Leticia. segera berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai, mandi.Leticia segera menghubungi Nabila agar segera ke kamar untuk merias dirinya


Karna, sejak dulu Leticia hanya mau kalau yang rias dirinya hanya Nabila.


Alfonso, yang mendengar kamar hotelnya diketuk. segera, membuka pintu kamar hotel dan mempersilahkan Nabila untuk masuk.


"Uda, bangun?" tanya Nabila.


"Iya, Jam lima pagi uda bangun."jelas Alfonso. sambil melirik sang istri yang sudah duduk di sofa untuk dirias.


"yang mau menikah malah baru bangun itu pun aku yang banguni." sambung Nabila sambil tersenyum.


''Malah kebalik yang Bridesmaid yang bersemangat.'' sindir Alfonso.


Leticia, menatap tajam sang suami.


Nabila terkekeh.


Karna, Nabila akan segera merias Leticia.


Alfonso, mengambil ponsel dan laptopnya segera berjalan ke luar dan duduk di blakon kamar. sambil mengecek informasi mengenai Thiago.


"Ethan, kamu harus lakukan patroli udara.ingat markas tetap dijaga dengan ketat juga.begitupun, dengan kantor Ayah." Alfonso mengirim chat ke Ethan.


Diluar, outdoor semua kursi sudah tersusun rapi. Anak buah Alfonso sedang melakukan pemeriksaan disetiap sudut hotel bahkan sampai ke jalan depan hotel.


Sesekali, terlihat mereka saling membagi informasi lewat earphone yang terpasang ditelinga mereka.


Hotel. sudah diblokir untuk umum. sejak, dari semalam hingga satu minggu ke depan.

__ADS_1


Semua, tamu undangan yang datang harus menunjukkan Barcode berwarna gold.



Selesai, mengecek Alfonso kembali ke kamar dimana Leticia sudah selesai dirias.


Alfonso tersenyum saat melihat Leticia yang sudah sangat cantik kalahkan pengantin hari ini.


''Ada, baiknya kita menikah lagi hari ini. karna, para tamu undangan akan bingung membedakan, mana pengantinnya mana bridesmaidnya.'' ucap Alfonso sambil mengelus perut sang istri.


'' Emang, sejak kapan ada pernikahan yang bisa dilakukan berulang ulang.'' jawab Leticia memutar mata malasnya.


''Ada, hanya khusus untuk kamu dan aku.'' jawab Alfonso sambil tersenyum gemas. kemudian menarik hidung sang istri dengan lembut.


''Aku, sudah semakin sulit memeluk ini.'' sambung Alfonso lagi. sambil terkekeh.


Leticia, mencebik.


Alfonso, juga segera mengenakan jasnya.



" Sayang, aura cantik ibu hamil semakin terpancar dari wajahmu sayang." ucap Alfonso. memeluk Leticia, lalu mengecup dikening sang istri.


Wajah Leticia merona.


****



[pict, stefani of google.]


Stefani, yang tidak tenang terus duduk dan diam memikirkan bagaimana cara nya dia menjawab semua pertanyaan dari pastor. padahal sebelumnya, dia dan Glen sudah melakukan gladi bersih digereja.


Sedangkan, dikamar sebelah. Glen, juga sudah selesai berpakaian.



(pict Glen.google)


Matanya, terus menatap jam yang melingkar ditangan kirinya.


Andre, yang bersama Glen dikamar hanya tersenyum geli.


''Kenapa jadi gugup seperti itu?'' tanya Andre yang tidak mengerti dengan perasaan Glen.


''Aku, gugup. gimana caranya menyematkan cincin dijari Stefani. aku, takut cincinnya jatuh karna aku gugup. kalau, menurut mitos cincin jatuh dari tangan pengantin hubungan tidak bertahan lama.'' jawab Glen dengan wajah gugup.


Andre, tersenyum.


''Kamu, ingat waktu Alfonso yang menikah dadakan. kamu, sendiri tau bagaimana sikap Alfonso terhadap wanita. tapi, saat didepan Altar aku bahkan semua tidak menduga Kalao Alfonso bisa begitu mesra dengan Leticia.padahal, kamu tau waktu mereka nikah tidak ada rasa cinta diantara mereka." Andre menjelaskan. sambil tersenyum.


Glen, hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya, betul juga ya. tapi, aku tetap kwatir." balas Glen. tangannya mulai menggeser layar ponselnya.melihat lagi bagaimana cara mengikrar janji melalui googgle.


Beda, dengan Steward yang terus tersenyum. bahkan sseekali menatap sang istri dan mengedipkan matanya.



[pict, karla. Ig]


Karla, juga tidak kalah bahagia akhirnya mimpinya terwujud. walaupun, banyak masa sulit yang sempat membawa dia ingin bunuh diri. saat itu Steward lah yang berubah wujud bak malaikat penyelamat datang memberikan nasihat hingga membawanya ke kehidupan steward



[pict.Steward. ig cullin.]


''SAYANG.'' panggil Steward sambil mengedipkan matanya.


Karla, yang merasa terus di goda sang suami memasang wajah cemberut.


''Kamu, terlihat semakin cantik saat mengenaikan gaun putih ini. dengan perut yang sedikit berisi.'' goda Steward yang sudah tidak bisa menahan sang junior dibawah sana.


''Akan, semakin terlihat seksi kalau semakin gede perutnya. lihat saja kak Cia semakin cantik karna aura ibu hamil itu tidak bisa berbohong.'' jawab Karla menyatukan kedua alis indahnya.


Steward tersenyum. sambil terus menatap sang istri. dia tidak menduga kalau awal pertemuan mereka yang sangat buruk bisa menyatukan mereka membentuk sebuah keluarga.


Felisia, terus menitik kan air matanya. ia semakin sedih ada rasa rindu untuk dia yang telah tiada.


'' Hari, ini pernikahan putrimu. tolong lancarkan semuanya. kamu, tidak ingin menitipkan sesuatu untuk putri kesayanganmu?'' batin Felisia.


"Aku, tau kamu pasti bahagia. melihat putrimu hari ini. dia sangat cantik dan sebentar lagi kamu akan memiliki cucu.bahagia disana." batin Felisia lagi.


Mason, hanya diam karna dia tahu apa yang sedang dipikirkan Felisia. karna, bagaimanapun Karla tetap putri Felisia dan Sergio.


Tangan tuanya, terus mengisi peluru ke pistolnya. Felisia, yang melihat Mason merasa aneh.


'' Daddy, kenapa ke acara nikahan harus bawa senjata?" tanya Felisia. dengan Ragu ragu.


Mason, melirik sebentar lalu tersenyum sinis.


"Seorang laki laki harus selalu menjadi pemimpin sekaligus pelindung yang baik.karna, apa yang kita tidak duga biasa datang secara tiba tiba." jawab Mason.


Felisia, terdiam lalu kembali mengenakan jas untuk Willy.


Semua, tamu undangan dari kalangan Mafia dan sesama pengusaha sudah mengantri didepan hotel untuk melakukan pengecekan Barcode.


Ethan, dengan heli terus mengawasi dari udara.


Reno dan Walker, sudah di dalam hotel. mata Reno sesekali melirik mencari gadis yang sudah mengisi hatinya.


Tapi, gadis itu.belum juga muncul hingga membuat Reno menarik nafas panjang.


Walker hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Didalam gereja, Pastor sudah siap. Glen dan Steward sudah didalam gereja dengan digandeng oleh Andre Dan Kevin.

__ADS_1


__ADS_2