SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Leticia pulang


__ADS_3

Saat mobil tiba di Mansion. Air mata Leticia jatuh membasahi pipinya. kenangan dirinya bermain bersama keempat anak dan suaminya terlintas dalam pikirannya.


''Kenapa? hmmm...'' tanya Alfonso membawa Leticia ke dalam pelukannya.


''Tidak, akhirnya kita berkumpul lagi.'' jawab Leticia dengan suara melemah.


''Iya, sayang. ayo, kita masuk. bentar, aku turun dulu.'' jawab Alfonso sembari menyeka air mata Leticia.


''Hmmm...'' Leticia berdehem.


Bale segera berlari membuka pintu untuk Alfonso dan Leticia. Dengan berhati hati Alfonso menggendong Leticia keluar dari mobil.


''Tuan!" sapa Bale.


''Hmmm...'' jawab Alfonso.


Bibi Yati bergeming ketika melihat Alfonso mendorong Leticia masuk ke dalam Mansion. Nona Muda yang dulu cantik, kulitnya putih mulus badan nya langsing. Kini berubah menjadi gemuk, semua kulitnya menjadi hitam, dan mengenakkan kaca minus.


''Nak! sudah pulang?" tanya bibi Yati.


Matanya fokus menatap Leticia yang berada dikursi roda.

__ADS_1


''Iya, Bi. Anak anak di mana?" Alfonso balik bertanya.


''Anak anak sedang bermain ditaman bersama Nyonya dan Tuan Mason.'' jelas Bibi Yati.


Karena, Alfonso memang tidak mengabari kalau hari ini Leticia sudah di ijinkan pulang ke Mansion.


'' Oh... ya sudah Al ke kamar dulu, Bi.'' pamit Alfonso.


''Nak! jika, Bibi masih di anggap bagian dari Mansion ini. Bibi bisa tanya? apa yang terjadi dengan Nona Muda?" tanya Bibi Yati berkaca kaca.


Alfonso menghentikan langkahnya. Lalu, duduk di sofa sedangkan Leticia tetap berada dikursi roda samping Alfonso duduk.


'' Bi, Nona Muda menderita Lupus, Bi. Maaf, bukan nya Al tidak menganggap Bibi sebagai keluarga Al. Tetapi, Al tidak ingin Bibi stres. Bi, tolong doa'kan Leticia semoga Nona cepat sembuh.'' tutur Alfonso.


''Terima Kasih, Bi.'' sahut Alfonso.


''Sama sama, Nak. Kenapa, Nak hidup mu begitu banyak cobaan.'' sambung Bibi Yati.


Mendengar ucapan Bibi Yati, Alfonso merenung. matanya menatap dalam Leticia dengan terus tersenyum.


''Hahaha...'' Tawa Alfonso sembari mengusap kasar rambutnya.

__ADS_1


Alfonso menertawakan dirinya , yang tidak mampu menyembuhkan istri tercintanya. Alfonso menertawakan nasibnya yang selalu buruk. Alfonso bingung jika tidak ada Leticia, dia pasti kebingungan bersama keempat anaknya.


Selesai menjelaskan pada bibi Yati Alfonso segera membawa Leticia masuk ke dalam kamar.


*****


Di Taman belakang Anak anak asyik mengejar kupu kupu dan capung menggunakan jaring yang di beli oleh Alfonso dan Leticia.


"Holeee... Jo dapat buttelfly, Oma!" teriak Aleijo girang menunjukkan hasil tangkapan kupu yang berada didalam jaring.


''Kakak! Alisha mau jaling yang dipake kakak! kalau, enggak Alisha mau puyang aja, Alisha mayas main disini.'' gerutu Alisha dengan menghentakkan kakinya di atas rumput taman.


Mason tertawa karena sifat Alisha mirip Leticia kecil. Dulu Leticia kecil selalu marah dan menggerutu jika gagal melakukan sesuatu yang Dia tidak bisa.


''Ya, sudah stop mainnya. Ayo, pulang waktunya makan siang.'' ajak Felisia tertawa.


''Adek, enggak boyeh gitu. kalau, enggk bisa enggak halus ngambek. Tetapi, Adek halus belusaha.'' Protes Aleijo. Dia tidak terima karena Alisha dia harus berhenti mengejar kupu kupu.


''Benal, Dek! kata Daddy jangan menyelah. kalau, kita ingin mengejal sesuatu gagal itu hal biasa. Tetapi, kita halus beljuang sampai dapat.'' sahut Alicia.


'' Pokoknya Alisha mau puyang!" seru Alisha. '' Alisha kangen mommy dan daddy.'' sambung Alisha lagi sembari terisak.

__ADS_1


Felisia dan Mason segera membawa cucu cucunya kembali ke mansion. Karena, Alisha terus menangis sembari memanggil mommy dan daddy nya.


__ADS_2