
Tujuh hari sudah berlalu. Semua kerabat dan sahabat sudah pulang kembali ke kediaman mereka masing masing. Kini tinggal Alfonso dan keempat anaknya. serta para pelayan dan penjaga yang tinggal di Mansion.
Alfonso dan anak anak mulai belajar hidup tanpa ada Leticia disamping mereka. Namun, ada yang berbeda dengan anak anak. Mereka yang dulu sangat riang kini lebih banyak diam.
Alfonso juga kini berusaha menjadi sosok Ayah sekaligus Ibu. Dia selalu berusaha merawat dan mengurus anak anaknya sendiri. Bahkan kalau ada urusan dikantor Alfonso usahakan membawa keempat anaknya ikut bersama dirinya.
Felisia, Mason dan Willy sering menginap di Mansion. Karla dan Nabila juga sering pulang pergi Spanyol dari negara mereka tinggal.
Seperti hari ini. Anak anak menagih janji kepada Alfonso. untuk mengirim surat kepada Leticia, setiap seminggu sekali.
''Daddy ayo kita kirim surat untuk Mommy.'' ucap Alonzo.
''Iya, nak sebentar ya Daddy kuncir rambut Adek Alisha dulu.'' jawab Alfonso. yang sekarang super repot. dari mengenakan baju anak anak hingga menguncir rambut kedua putrinya.
''Oke, Daddy.'' jawab Aleijo dan Alonzo serentak, sembari menunggu daddynya mengurus kedua saudari mereka.
Tangan keduanya memegang Balon yang akan mereka terbangkan bersama tulisan tangan dari keempatnya, untuk Leticia.
''Ayo, sekarang kita berangkat ke rumah Mommy.'' ajak Alfonso dengan menuntun keempat anaknya keluar dari kamar, menuju taman belakang Mansion di mana Leticia dimakamkan.
Anak anak sangat antusias. Dengan, membawa balon dan alat tulis. Mereka menuruni anak tangga sembari menyanyikan lagu berjudul pray mother dari Celine Dion. menuju makam Leticia yang berada di taman belakang Mansion.
__ADS_1
Setelah tiba di makam Leticia . keempatnya menyempatkan diri mencium nisan Letica begitu juga dengan Alfonso.
''Hallo... Mommy apakabar?" tanya Aleijo sembari mencium nisan Leticia diikuti ketiga adeknya.
''Sayang... Apakabar? seperti biasa anak anak datang untuk mengirim surat untuk kamu. Tolong, kabulkan permohonan mereka. Aku mohon, kamu hadir dimimpi mereka ya, sayang.'' Pinta Alfonso dalam hati. Tangannya menyentuh nisan Leticia sembari tersenyum, " kamu pasti sudah bahagia, sayang." sambung Alfonso lagi dengan mendaratkan satu kecupan di nisan Leticia.
''Hole...Alonzo sudah selesai tulis sulatnya. adek Alisha sudah, beyum?" tanya Alonzo sembari mengintip isi surat yang akan dikirim Alisha kepada Mommynya.
"Mommy...jalan jalannya sudah cukup beyum?Daddy enggak nakal Mommy, cepat pulang ya Mommy.'' tulis Alisha.
''Mommy... kata daddy mommy enggak datang lagi. Tapi, mommy bisa datang di mimpi Alonzo sebagai ibu peri. nanti malam Alonzo mau tidur lebih awal biar bisa bertemu Mommy yang lama.'' tulis Alonzo.
''Mommy... kata bunda Nabila mommy pergi ke surga karena enggak ada obat untuk sembuhkan Mommy? ok, Aleijo janji besar nanti Aleijo akan jadi dokter untuk cari obat yang bisa sembuhkan mommy.'' tulis Aleijo.
Semua balon sudah selesai di tulis oleh anak anak. Alfonso segera membantu keempat anaknya untuk mengikat ujung balon dengan tali dan diterbangkan ke atas langit.
''Sayang... kalau masih bisa berharap. Aku ingin kamu hadir disini. Sayang... kamu lihat betapa anak anak sangat merindukan kamu.'' batin Alfonso dengan menitikkan air matanya.
Alfonso dan keempat anaknya segera melepaskan balon keatas udara. dengan harapan semoga Leticia dapat membaca surat dari mereka.
"Mommy.. we love you!" teriak anak anak dan Alfonso bersama.
__ADS_1
Selesai menerbangkan balon, seperti biasa mereka masih bermain di taman dekat makam Leticia. Namun, ada yang berbeda dengan Aleijo. Dia hanya diam di samping makam Leticia, dengan menopangkan dagunya dikedua lutut kecilnya.
Alfonso yang melihat Aleijo diam. segera berjalan mendekati Putra sulungnya itu.
"Hei..Boy! kenapa murung begitu? bukan nya kita sudah kirim surat untuk Mommy?" tanya Alfonso. datang duduk bersama putra sulungnya.Tangannya menyentuh bahu kecil Aleijo.
Namun, Aleijo tidak menjawab dia hanya tersenyum kecut. matanya terus menatap foto mommy nya yang terpasang dimakam Leticia.
''Daddy... kapan Aleijo besar?'' tanya Aleijo dengan wajah serius.
'' Semua sesuai tahap sayang, ada apa? cerita sama daddy, bukannya daddy juga sahabat Aleijo, hmm?" tanya Alfonso menatap dalam wajah Aleijo.
''Besar nanti Aleijo mau jadi dokter.'' jawab Aleijo tegas.
''Boleh, why not? itu cita cita yang bagus. Nanti Aleijo bisa jadi Direktur dirumah sakit milik Mommy.'' jawab Alfonso. tangan nya membawa Aleijo ke dalam pelukannya.
''Terima kasih, Daddy.'' jawab Aleijo dengan tersenyum.
"Sama sama sayang. Daddy yakin, Mommy pasti sangat bahagia dengar Aleijo mau jadi dokter.'' jawab Alfonso bangga.
****
__ADS_1