
Hari ini anak anak Alfonso genap usia satu bulan. Dokter Grace di minta ke mansion untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang dan imunisasi pada anak anak.
''Pagi pak Alfonso.'' sapa dokter Grace.
''Pagi juga dokter.'' jawab Alfonso sembari tersenyum, '' mari silahkan duduk.'' sambung Alfonso dengan sopan.
''Terima kasih pak.'' jawab Grace dengan tersenyum pada Alicia yang berada didalam gendongan Alfonso.Lalu, duduk di sofa,
''Sama sama,'' jawa Alfonso.
Leticia yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar menemui dokter Grace. yang sedang mendengar cerita Alfonso tentang anak anak.
''Hallo dokter, apakabar?" sapa Leticia. sembari berjalan berjalan mendekati Alfonso yang sedang duduk di sofa.
''Baik buk, ibu apa kabar juga?" tanya dokter Grace
''Baik dok.'' jawab Leticia tersenyum.
Akhirnya setelah berbagi cerita dokter Grace juga mulai memeriksa anak anak dan melakukan imunisasi BCG dan POLIO.
Alfonso yang melihat anaknya disuntik satu persatu hanya memejamkan matanya.
''Sakit ya sayang?" sembari menggendong Alonzo.
Alonzo terus menangis, begitu juga dengan ketiga saudaranya. Felisia yang melihat Alfonso panik hanya menggelengkan kepalanya.
Selesai anak anak diperiksa dan diimunisasi. Dokter Grace pamit pulang anak anak dibawa kembali ke dalam kamar, untuk diberi susu, dan istirahat.
****
__ADS_1
pagi pagi Karla ditemani Steward sedang berjalan jalan ditaman, tiba tiba merasa perutnya mules.
''Sayang, perutku mules sekali. pinggangku juga sakit bangat.'' keluh Karla sembari memegang perutnya.
'' Ayo kita kembali ke mansion. itu tandanya anak kita akan segera lahir.'' jawab Steward panik.
''Baiklah." jawab Karla sembari mengatur napasnya. " ini baru mulai mules aku enggak mau ke rumah sakit, nanti di operasi seperti kakak Leticia.'' jawab Karla.
Steward hanya menarik napas panjangnya. Dia juga tidak tega melihat wajah Karla yang menahan sakit. Tangan Karla terus menggelus perutnya, Karla menarik napas lalu mengelurkan secara perlahan sesuai yang di ikuti les ibu hamil.
Karena Karla terus mengeluh kesakitan Steward dan Karla kembali ke mansion.
''Mommy!" panggil Steward panik.
''Ada apa nak?" jawab Felisia yang sedang duduk diruang tamu, sembari bermain dengan anak anak Leticia.
''Sudah kamu jangan panik, barang barang Karla sudah siap? kita pergi ke rumah sekarang saja.'' ujar Felisia.
Steward yang panik segera berlari masuk ke kamar mereka menyiapkan barang barang Karla dan anaknya.
''Bi! tolong gendong Aleijo.'' ucap Felisia pada bibi Sumi yang sedang berada diruangan itu.
Bibi sumi menerima Aleijo dari gendongan Felisia. lalu Felisia berjalan mendekati putri keduanya.
''Ayo sayang kita ke rumah sakit saja ya?" ujar Felisia dengan lembut tangannya mengelus punggung putrinya.
''Iya mom, ini sakit banget,'' jawab Karla menitikkan air matanya
''Iya mommy tahu nak, sabar ya sayang.'' Felisia menenangkan putrinya.
__ADS_1
''Karla enggak mau di operasi mom.'' rengek Karla
''Enggak sayang.'' ujar Felisia.
Steward mengambil perlengkapan anak dan istrinya yang sudah ditata rapi didalam tas dan membawanya ke ruang tamu.
Leticia juga tidak tega melihat adek perempuannya terus mengeluh kesakitan.
''Sayang kamu ikut ke rumah sakit ya, aku disini sama anak anak kasihan Karla.'' lirih Leticia menitikkan air matanya.
''Iya aku ikut temani Steward. kamu disini hati hati dan ingat jaga anak anak." jawab Alfonso. kemudian mengecup ujung kepala Leticia lalu mencium anak anaknya satu persatu.
''Daddy ikut antar mommy Karla ke rumah sakit ya, anak anak daddy tinggal disini bersama mommy.'' pamit Alfonso.
Kemudian berjalan ke depan bersama Karla, Mason, Felisia dan Steward ke depan mansion.
Bale sudah menyiapkan mobil didepan, Steward segera menggendong Karla masuk ke dalam mobil. lalu Felisia juga masuk duduk bersampingann dengan Karla. Mason duduk didepan bersama Alfonso.
''Sudah semuanya? sabar ya La,'' ujar Alfonso kemudian mulai menginjak pedal gas mobil dan melajukan mobil menuju rumah sakit.
''Daddy tolong telpon Louis minta mereka bersiap didepan.'' ucap Alfonso pada Mason. matanya terus fokus didepan jalan.
''Mom, ini sakit bangaet mom.'' Karla begitu manja didepan Felisia.
Steward terus memberi pijitan lembut dipunggung Karla.
''Sayang, pokoknya aku enggak mau operasi.'' Karla terus mengoceh.
''Iya sayang, sabar demi cinta kita.'' Steward terus menguatkan Karla.
__ADS_1