SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Leticia kecapean.


__ADS_3

Alarm, pagi berbunyi. Alfonso, melengguh dengan mata yang masih tertutup dan enggan bangun dari tempat tidur. tangan Alfonso meraih ponsel yang terletak diatas nakas. lalu, menekan sembarang dilayar ponsel miliknya.


''Ahh..,berisik'' gumam Alfonso.


Setelah, Alarmnya sudah tidak berbunyi lagi. Alfonso, kembali memeluk tubuh Leticia, dan kembali pejamkan matanya.


*****


Jam, sudah pukul delapan pagi. Mason, Felisia, Karla dan Steward juga Wily,


Sudah berangkat dari kediaman Mason ke Mansion.


Bale, segera membuka pintu pagar. Mobil yang dikemudi Steward masuk ke dalam halaman Mansion.


Karla, yang baru pertama kali datang ke Manson. begitu, terpesona melihat Arsitek Mansion. dan indahnya bunga bunga dan semua yang tertata rapi di Mansion. matanya seakan tidak ingin berkedip.


Bibi, Yati yang sedang berada diruang depan. segera membawa Mason dan keluarganya ke ruang tamu.


''Bi, kemana Leticia?'' tanya Felisia. yang ingin sekali bertemu putrinya.


'' Maaf, Nyonya. sepertinya nak Alfonso dan nak Leticia belum bangun.'' jawab Bi Yati dengan sopan.


Felisia, mengerutkan dahinya.


''Biarin, sayang. semalam aja mereka pulang jam dua belas malam mungkin Leticia kecapean. kita tunggu disini saja dulu.'' sahut Mason. karna, melihat Felisia yang sudah tidak sabar menunggu Leticia.


''Iya, sayang aku lupa. atau karna, aku yang sudah sangat kangen dengan putri kita? padahal baru semalam bertemu.'' jawab Felisia. yang, akhirnya harus menahan kangennya untuk secepatnya bertemu Leticia. lalu, duduk disofa ruang tamu bersama Karla dan Steward.


''Permisi, tuan dan nona.'' ucap pelayan mengantarkan minuman dan camilan. lalu, meletakkan minuman dan camilan di atas meja.


'' Iya, silahkan.'' jawab Felisia dan Karla. sambil tersenyum.


'' Bi, saya boleh minta buah enggak?'' ucap Karla. sambil menyikut lengan Steward.


'' Baik, non. saya akan segera ambilkan.'' jawab pelayan itu.Lalu, berjalan ke ruang makan.mengambil buah Apel, dan chery. kemudian disusun diatas napan dan dibawa lagi ke ruang tamu.


" Permisi Non, Ini pesanan buahnya." ucap pelayan tadi. lalu meletakkan buah di atas meja. kemudian kembali ke dapur.


" Terima kasih, ya Bi." jawab Karla dengan sopan. kemudian tangannya langsung meraih buah yang sudah dipotong. dan memakannya.


''Mommy, enggak mau? apelnya enak bangat.'' tawar Karla.untuk Felisia.


''Enggak, sayang. kamu, makan aja." jawab Felisia. yang matanya, fokus ke arah tangga menunggu sang putri yang tidak tau keluar dari kamar.


Bibi, Yati. yang sudah mengenal dekat dengan Felisia.datang menghampiri Felisia.


''Bibi, emangnya setiap hari Leticia dan Alfonso biasa, bangunnya siang?" tanya Felisia penasaran.


''Tidak, Nyonya. biasanya jam lima nak Alfonso sudah bangun. menyiapkan, sarapan pagi untuk Nona Leticia. mungkin, semalam Nona tidak bisa tidur. makanya, kesiangan seperti ini.'' jawab bibi Yati dengan sopan.


''Karna, sejak perut Nona semakin membesar, Nona semakin mengeluh susah tidur.'' sambung Bibi Yati lagi.


'' Iya, juga apalagi. semalam mereka balik ke sini saja sudah hampir jam dua belas malam.'' sahut Felisia. yang baru menyadari kalau Putri dan menantunya semalam pulang jam dua belas malam.

__ADS_1


Mason, hanya menggelengkan kepala.karna, melihat Felisia yang tidak sabar bertemu Leticia.


Karla, yang sudah selesai makan buahnya, mengajak Steward berkeliling melihat Mansion milik Alfonso.


Steward menggandeng tangan Karla, mereka mulai berjalan ke halaman belakang Mansion.


''WOW..,sayang. ini sangat indah halamannya begitu luas. cocok bangat kalau adakan pesta outdoor disini sayang.'' ucap Karla, yang kagum dengan halaman belakang Mansion milik Alfonso, yang biasanya Alfonso dan sahabat sahabatnya adakan pesta dihalaman belakang itu.


Steward, yang beberapa kali hadir diacara, yang diadakan dihalaman belakang.hanya mengangguk.


'' Halaman belakang ini, memang sering untuk acara sayang. kenapa, kamu mau pesta pernikahan kita outdoor saja?" tanya Steward menatap dalam bola mata Karla.


''Daridulu, aku bermimpi begitu sayang.'' lirih Karla.sambil menunduk.


''Nanti, aku akan bicarakan dengan Alfonso dan Glen.'' jawab Steward.tangannya meraih wajah Karla dan menatapnya.


'' Jangan, bersedih.aku akan wujudkan itu.'' jawab Steward tegas.


''Makasih sayang.'' jawab Karla. sambil memeluk Steward.


Steward. mengajak Karla berjalan ke taman bungan yang ada beberapa macam bunga yang membuat Karla sangat kagum.


Karla, mencium wangi bunga ditaman itu dengan terus tersenyum.


''Leticia, benar benar taklukkan hati Alfonso.'' jawab Karla. yang hingga saat ini belum mengerti. kenapa, Alfonso begitu mencintai Leticia. hingga, menepiskan semua misinya.


'' Itu, karna cinta.'' jawab Steward sambil menarik tubuh Karla ke dalam pelukannya .


'' Kamu, tau. saat, aku putuskan untuk memilih dan mencintai kamu untuk selamanya. saat itu, aku harus siap meninggalkan apa yang akan merusak hubungan kita. dan, menerima setiap kekuranganmu. dan, kamu juga harus menerima setiap kekurangan ku. karna, tidak ada manusia yang sempurna selain Tuhan.'' jelas Steward.


karla mengangguk, dan menyenderkan kepalanya didada Steward.


''Aku, selalu menerima semua yang ada didalam diri kamu.'' sahut Karla dengan mata berkaca kaca. Steward memeluk sang istru tangannya mengelus dengan lembut dibahu Karla.


*****


Leticia, yang merasa perutnya sudah lapar segera membuka matanya dan melihat kearah jam yang menempel di dinding kamar.


''Jam sembilan? berarti Karla sebentar lagi datang.'' gumam Leticia.


Tangannya, menarik tubuh Alfonso.


''Sayang, ayo bangun. sekarang sudah pukul sembilan aku sudah lapar. dan, kita juga harus les yoga hamil[prenatal].'' panggil Leticia. tangannya terus menrik lembut tubuh Alfonso.


Alfonso, yang merasa tubuhnya digerakkan perlahan membuka matanya. menatap ke arah Leticia.


''Maafin, aku sayang. aku ngantuk dan cape bangat, tadi, pagi enggak kuat bangun pagi. kamu, sudah lapar? aku akan segera masak.'' jawab Alfonso.lalu, menyibakkan selimutnya dan tanpa menyadari kalau tubuhnya dan sang istri polos tanpa busana.


''Sayang!" seru Leticia, sambil melirik ke bagian bawah milik Alfonso.dan tersenyum.


''Ahhh..., maaf sayang, aku lupa hahaha..,'' sambung Alfonso lagi dan mendaratkan kecupan dikening dan perut sang istri.


''Selamat pagi sayang sayangnya daddy.'' sapa Alfonso pada anak anaknya yang berada didalam perut Leticia.

__ADS_1


'' Ayo, mandi bareng aja sayang.'' ucap Alfonso lagi.


Alfonso dan Leticia, segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah, beberapa menit dikamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka. Alfonso dan Leticia keluar dari kamar mandi. dan, berjalan ke arah lemari untuk mengenakan baju.


Lalu..,


Alfonso dan Leticia keluar dari kamar menuju ke ruangan dapur untuk menyiapkan makan.


''Pagi, Nona. pagi Tuan.'' sapa pelayan yang sedang bersih bersih.Didepan pintu kamar.


'' Maaf, Nona. orangtua, Nona sudah menunggu sejak tadi diruang tamu.'' ucap pelayan lagi sambil menunduk.


Afonso, dan Leticia. saling menatap lalu menatap ke arah pelayan.


''sudah berapa lama, orang tua nona datang?" tanya Alfonso. yang merasa tidak enak dengan mertuanya.


''Sejam yang lalu Tuan.'' jawab pelayan.sambil terus menunddukkan kepala.


'Oke, terima kasih.'' lalu, bergegas pergi ke ruang tamu dengan menggandeng tangan Leticia.


''Kita, kesiangan sayang.'' Alfonso terus bicara.


'' Aku, juga berpikir mereka akan datang siang bukan pagi seperti ini.'' jawab Leticia dan berhati hati menuruni anak tangga.


''Hati hati, apa perlu aku gendong saja?''tawar Alfonso, yang kwatir sang istri terpeleset.


"Jangan berlebihan. aku masih bisa untuk berjalan sendiri.'' Leticia menjawab.


Alfonso terkekeh.


Felisia, yang mendengar suara putri dan menantu nya datang dari tangga. segera berdiri dari sofa dan berjalan ke arah tangga.


'' Sayang..,'' ucap Felisia sambil memeluk sang putri. lalu, menautkan pipinya dengan pipi Leticia.


'' Mommy.., maaf Cia kesiangan. semalam Cia enggak isa tidur.'' Leticia memberi alasan. karna tidak mungkin dia akan bilang kelelahan karna ulah sang suami. sambil melirik ke arah Alfonso.


Alfonso,tersenyum geli mendengar alasan Leticia.


''Iya, sayang mommy mengerti. Adekmu saja yang minta cepat cepat ke sini.'' jelas serentak Mason dan Felisia.


'' Daddy, mommy. maaf kami kesiangan."sapa Alfonso, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Enggak, apa apa nak. kami mengerti.'' jawab Mason.


Alfono dan Leticia. yang tidak melihat Karla dan Steward berada diruangan itu saling menatap.


''Mom, dimana Karla dan Steward.'' tanya Leticia.


'' Steward, membawa Karla keliling Masion. Karla, ingin melihat melihat banguna Mansion ini.''jawab Felisia.


''mungkin mereka, ke halaman belakang karna tadi daddy melihat mereka lewat sini.'' sambung Mason sambil menunjuk ke sisi kiri dirinya duduk.

__ADS_1


'' Enggak, apa apa kan ada Steward, dia sudah menguasai Mansion ini. jadi, mereka enggak akan nyasar.'' sahut Alfonso.


__ADS_2