SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
cupcake


__ADS_3

Dengan, tergesa gesa Kevin keluar dari lift dengan harapan Nabila masih disana. dan, kevin ingin mengajak Nabila berenang bersama.


Kevin, segera masuk ke kamar. dengan secepat kilat, Kevin Ganti bajunya dengan hanya mengenakan celana renang dan membiarkan dadanya yang bak roti sobek palsu mempesona mata yang melihatnya.


Tapi, saat kakinya melangkah ke area kolam renang Kevin hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Nabila yang sudah selesai renang dan membersihkan tubuhnya sedang duduk bersantai di tepi kolam renang sambil menikmati senja Yang akan berpamit dengan bumi dan bergantian dengan Rembulan Malam.



Kevin, menghentikan kakinya matanya menatap tajam kearah Nabila yang hari ini terlihat begitu cantik.


" kamu sudah selesai renang?" tanya Kevin dengan sedikit rasa kecewa di hatinya.


"hmmm.., emang kenapa? kamu mau renang?" tanya Nabila. matanya tidak ingin menatap Kevin.


" Iya, Tapi Sayangnya kamu sudah selesai renang." jawab Kevin dengan kecewa. dan berlalu pergi mulai menyeburkan tubuhnya ke dalam kolam renang.


" emang apa urusanku?" jawab Nabila dengan masa bodoh.


Kevin yang mendengar ucapan Nabila, hanya bisa mengeraskan rahangnya. dan mulai Mengayunkan tangannya Membelah Air diKolam renang.


Nabila yang melihat Kevin berenang, segera berdiri dari kursi dan berjalan masuk kembali ke kamarnya.


Kevin yang melihat Nabila pergi, semakin kesal tangannya memukul ke air untuk melampiaskan kekesalan.


" Dasar gadis aneh, masa pria setampan aku diabaikan." gumam Kevin dan terus melanjutkan renangnya dengan kesal.


***************


Nabila, yang sudah berada di kamar membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. sambil menatap ke atas langit langit ruangan. Nabila mencoba mencari alasan kenapa dia tidak mencintai Kevin.


'' Benar, katanya dia tampan tapi kenapa aku sama sekali tidak mencintai dia. sedikit saja ada rasa ingin memiliki sebagai kekasih tidak ada kecuali hanya sebagai teman.'' gumam Nabila jarinya bergerak gerak didagunya sambil tersenyum renyah.



karena sudah pukul 6 sore, dekorasi ruangan pun selesai. Stefani dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. saat Stefani membuka pintu, mendapati Nabila yang sedang termenung.


''Ada apa denganmu? pergi tidak pamit.'' tanya Stefani.


" sudah selesai dekorasinya?"bukannya menjawab, nabila malah balik bertanya sambil menatap kearah Stephanie yang berjalan ke arah ranjang dan mulai duduk di tepi ranjang samping ia tidur.


" iya, sekarang aku malah deg-degan. rasanya belum percaya, kalau saya akan menyusul Leticia menjadi seorang istri dan mungkin akan segera menjadi seorang ibu." jawab Stefani. lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Harusnya kamu bahagia, kamu sudah mendapatkan pendamping yang tepat. Glen itu pria yang baik, Jangan melihat masa lalunya. tapi lihat hati dan perhatian Glenn terhadap kamu. aku doakan semoga kamu bahagia seperti Leticia dan cepat beri aku ponakan ponakan yang lucu." sambung Nabila.

__ADS_1


"hmmm.., dan kamu sendiri kapan?" tanya Stefani. yang bingung dengan Nabila sampai saat ini belum bisa menentukan hatinya kepada siapa.


Nabila tersenyum.


" jodoh rezeki dan maut. semuanya di tangan Tuhan. kita sebagai umatnya hanya bisa berserah kapan dikasih ya sudah terima. mungkin saat ini, Tuhan masih ingin saya menikmati dulu masa mudaku."


" kadang aku juga berpikir, apa yang kurang dari Kevin? sehingga aku tidak bisa memiliki rasa cinta sebagai seorang kekasih untuk dia. tapi, Aku justru menaruh hati sama pria yang tidak mungkin akan jatuh cinta pada saya. ini sangat lucu!" sahut Nabila.yang menertawakan dirinya sendiri.


" sudah sudah aku mandi dulu setelah ini kita akan makan malam bersama. jangan larut dalam perasaan yang belum pasti." jawab Stefani. kemudian bangun dari ranjang berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Iya, benar kata lu fani. aku memang terlalu larut dalam perasaanku yang belum pasti." jawab Nabila. dan bangun kemudian duduk bersandar diheadboard ranjang tangannya terus fokus dengan ponselnya.


...****************...


Kevin, yang sudah selesai berenang, kembali ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya. selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi Kevin keluar dari kamar mandi dan mengenakan bajunya.


lalu, Kevin duduk di sofa yang berada di kamarnya. tangannya mulai menggeser layar ponsel miliknya. Kevin mulai mengirim pesan untuk Gareth dan Andre juga Glen.


''Ayo, kumpul diBar." isi chatting Kevin. untuk teman-temannya.


Gareth, Andre juga Glen. yang sudah membaca chatt dari Kevin. mereka bertiga pun segera keluar dari kamar masing-masing berjalan ke arah barat depan kamar mereka yang berada di lantai 20, dimana Letak Bar itu.


Mereka, berempat duduk di Bar dan mulai menikmati minuman Wine yang disuguhkan.sambil menunggu Nabila dan stefani datang untuk makan malam bersama.


"Vin, tadi lu dapat Nabila dimana?"tanya Glen. dengan rasa ingin tahunya.sambil menarik rokok miliknya lalu menyebul ke atas.


'' ahhh...,tidak seberapa nikmat wine ini.'' sambung kevin lagi dan meletakkan cangkir kosong diatas meja.


Gareth, terkekeh.


''Yang, benar saja. ini Wine yang biasa kita minum. kalau hatimu yang lagi kacau jangan salahkan winenya.'' sergah Gareth.


Kevin diam sambil memijit pelipisnya.


'' kau, benar Reth. setelah Alfonso menikah dan sekarang Glenpun mulai menyusul Alfonso. sayangnya, aku yang brusaha mengerjar Nabila terus terus saja ditolak.'' Sambung Kevin dan terus meneguk Wine entah sudah berapa cangkir.


'' Ternyata, janji waktu kita membentuk Group mafia. terlupakan begitu saja. emang wanita benar benar membuat pria bisa melupakan segalanya.'' sahut Andre menaikkan alisnya.


Saat, merreka sedang bercerita dan menikmati minuman Alkohol. Stefani dan Nabila berjalan keluar dari kamar menuju ke arah Bar.


'' sudah, sabar usaha tidak mengkhianati hasilnya.'' sambung Glen menepuk pelan bahu Kevin.


"yupz, thanks.'' jawab Kevin dengan nada garing.

__ADS_1


" Ayo makan, Aku butuh istirahat yang cukup biar besok mataku terlihat indah." ucap Stefani. tangan yang menyentuh lembut bahu Glenn.


" ayo, ini sudah pukul 7." jawab Glenn. kemudian mereka berdiri dari kursi. dan berjalan ke arah ruangan makan.untuk makan malam bersama.


*****


di Mansion Brich, Leticia yang merasa perutnya lapar mengalahkan kantuknya. segera membalikkan tubuhnya dan bangun dari ranjang. matanya melihat ke arah jam dinding.


" pukul 7 malam.'' gumam Leticia .perutnya semakin meronta.


dengan lembut Letisia membangunkan Alfonso.


" sayang, bangun. aku laper." ucap Leticia. tangannya terus mengelus perutnya yang semakin menjerit minta segera diisi.


Alfonso, mengerjap.


'' kenapa sayang, Kenapa dengan anak-anak?" tanya Alfonso dengan panik. yang melihat Leticia mengelus perutnya.


Leticia menggeleng, sambil mencebikkan bibirnya.


" aku lapar, pengen cupcake. yang rasanya strawberry." ucap Leticia dengan mata berkaca-kaca yang membuat Alfonso tidak tega melihatnya.


" kenapa harus malam ini." batin Alfonso.


" Disini tidak ada persediaan cupcake. yang lain aja ya?"pinta Alfonso. matanya menatap dalam Leticia.


''enggak mau! kalau kamu malas ya udah aku aja yang menyetir dan pergi mencari sendiri. di toko kue.'' jawab Leticia dengan nada kesal. dan berusaha turun dari tempat tidur.


'' ya udah, aku akan segera pergi. jangan ngambek dong sayang.senyum dulu biar semakin cantik.'' goda Alfonso.dan bergegas turun dari ranjang. segera mengambil bajunya di lemari kemudian mengenakannya dan bergegas keluar dari kamar. sampai depan pintu, Alfonso balik menatap sang istri.


" tunggu di sini ya, aku tidak lama kok." ucapan Alfonso.


Leticia, menganggukan kepalanya.


setelah mendapat jawaban dari Leticia. Alfonso segera berjalan ke depan Mansion Lalu naik ke mobil dan melaju dengan kencang mencari toko kue di sekitar Mansion.


mata Alfonso melirik ke kanan dan kiri, berharap ada toko kue di sekitar Mansion, yang masih buka.


saat hendak membelokkan, mobilnya ke arah kiri tiba-tiba matanya mendapati toko kue yang masih buka. Alfons segera membelokkan mobilnya masuk ke area parkir toko kue itu. dan bergegas turun.


matanya mencari cupcake, di dalam etalase.


" aku, mau cupcake rasa strawberry." ucap Alfonso. pada pelayan toko kue itu.

__ADS_1


" mau berapa buah cupcake Pak?" tanya pelayan toko itu.


" Bungkus saja semua ini. dan aku minta cepat." jawab Alfonso. dengan wajah dinginnya. kemudian berjalan ke arah kasir dan segera membayarnya.


__ADS_2