
Alfonso dan Leticia tiba di Mansion. semua Paper bag dibawa oleh pelayan ke kamar Alfonso dan Leticia dan diletakkan di atas sofa kamar.
''Sayang, aku mandi dulu.'' ucap Leticia. yang merasa badanya lengket semua karna keringat.
''Iya, enggak usah kunci pintu kamar mandi setelah ini aku akan menyusul''jawab Alfonso. tangannya masih fokus diponselnya.
'' Ya, cepatan. aku tidak menunggu.'' jawab Leticia. tangannya membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar mandi.
Alfonso, yang mendengar Leticia mengatakan tidak akan menunggu. segera meletakkan ponselnya diatas meja dan berlari ke arah kamar mandi menyusul sang istri.
Dengan cepat tangan Alfonso, meraih handle pintu kamar mandi lalu membuka pintu kamar mandi. Alfonsopun dengan cepat melesat masuk masuk dan segera melepas semua pakaiannya kemudian ikuti bergabung bersama sang istri yang sedang menikmati rintikan air shower.
''Cepat, datangnya.'' tanya Leticia.saat suaminya ikut bergabung dengan dirinya dibawah shower.
''karna tidak ada yang lebih penting selain menjaga dirimu. dari licinnya lantai kamar mandi.'' jawab Alfonso sambil mengangkat kepala membiarkan butiran air shower membasahi wajah dinginnya.
''Alasan.'' jawab Leticia. sambil tersenyum. tapi, Leticiapun senang saat mandi bersama sang suami.
'' Terserah percaya atau tidak. karna, itu yang sebenarnya.'' jawab Alfonso. bibirnya menyatu dengan bibir Letici dibawah hangatnya air shower.
Leticia, hanya bergumam. karna, bibirnya dan Alfonso sudah menyatu.tidak bisa berbicara lagi.setelah menyesap manisnya bibir Leticia. Alfonso menyesap turun ke dada Leticia. bibirnya menghi..,sap ujung kecil berbentuk bulat yang semakin menonjol.
''Menurut, artikel yang aku baca digoogle. ini, harus dibersihkan dan terus ditarik agar saat melahirkan ujungnya tetap menonjol seperti ini. agar bayi gampang menyu..,sui.''kata Alfonso bibirnya terus menye..,sap ujung kecil berbentuk bulat itu.sesekali menggigit lalu menariknya dengan terus digigit ujungnya.
''Dan, terus dibersihkan dan dipencet agar Asinya bisa keluar. saat melahirkan nanti.'' sambung Alfonso lagi. matanya melirik ke wajah leticia yang sedang menikmati pijitan nikmat yang diberikan Alfonso.
Dengan lidahnya Alfonso menyapu turun ke perut Leticia, memberikan kecupan berkali kali diperut Leticia.
'' Apakabar anak anak daddy. can't wait you my babies.'' ucap Alfonso. lalu kembali berdiri dan menyabuni sang istri.
''Tidak biasanya kamu berhenti disini saja.'' sahut Leticia yang sedikit terbawa suasana.
'' Aku, tau kamu cape. nanti kita lanjut lagi kalau kondisi tubuhmu tidak lelah lagi.'' jawab Alfonso. sambil berjongkok untuk menyabuni kaki dan perut sang istri..
''Terima kasih, karna tidak menuruti hasratmu.aku memang sangat lelah.'' jawab Leticia. sambil mengelus rambut sang suami.
__ADS_1
'' Lelah? tapi, tadi menginginkan lebih bukan?'' goda Alfonso sambil menaik turun alisnya.
wajah Leticia merona.saat mendengar godaan Alfonso.
'' wajar, aku wanita normal kalau diperlakukan seperti tadi.'' jawab Leticia malu malu dan bergantian Leticia yang menyabuni tubuh Alfonso.
kemudia, Alfonso dan Leticia membersihkan diri. selesai membersihkan diri Alfonso dan Leticia keluar dari kamar mandi. berjalan ke arah lemari dengan hanya menggunakan handuk ditubuh mereka.
Leticia, segera mengambil baju miliknya dan milik Alfonso.dari dalam lemari lalu meletakkan baju milik Alfonso diatas sofa. Leticia mengenakan bajunya kemudian duduk dikursi meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dry.
Alfonso, juga mengenakan bajunya. selesai mengenakan bajunya sambil menunggu sang istri mengeringkan rambutnya. Alfonso duduk disofa mencari cream pencegah streetmark yang tadi ia beli.
'' Akhirnya aku mendapatkannya.'' gumam Alfonso. yang membuat leticia mengerutkan dahinya. karna, Alfonso belum mengatakan kalau dirinya membeli cream pencegah streetmark.
''Sepertinya baju bajuku ini sudah tidak cukup untuk aku pakai.'' ucap Leticia.sambil menarik bajunya yang sedikit terasa sesak dibagian perut dan dada. kemudian berjalan ke arah sofa dan duduk disamping Alfonso.
Tangan Leticia sibuk membereskan belanjan tadi. leticia memilih baju baju bayi untuk diberikan pada pelayan segera dicuci dan disetrika terlebih dahulu sebelum ank anaknya menggunakannya.dan baju baju milik Leticia yang tadi baru dibeli.
Saat, tanganya mengambil paper bag berukuran sedang berwarna pink. Leticia, mengerutkan dahinya. lalu, menatap ke arah sang suami.
'' iya, Bra yang unik. tadi, aku membelinya saat kamu sedang memilih baju ditoko ibu hamil. ini khusus untuk ibu menyusui.'' jelas Alfonso sambil tersenyum.tanganya membuka tutup Bra yang dipegang leticia.
'' kenapa, kamu seyakin itu? kalau, aku bisa menyusui anak anak kita sayang. ini sangat menyedihkan.'' jawab Leticia. sambil menunduk sedih matanya berkaca kaca. rasanya ia ingin menangis. tapi, Leticia menahanya karna Leticia tidak ingin Alfonso kecewa dengan pilihannya.
''Kenapa, tidak bisa? kamu bisa menyusui mereka, sangat bisa! dan itu tidak berpengaruh sama sekali pada bayi bayi kita.'' jawab Alfonso. tangannya meraih tangan sang istri lalu berlutut dihadapan Leticia menatap begitu dalam wajah cantik sang istri.
Leticia menggeleng.air matanya tertahan penuh dipelupuk matanya.
'' kata siapa, kamu tidak bisa?kenapa begitu pesimis. tidak ada yang bisa melawan kuasa Tuhan. kita, yakin penuh pada Nya. maka, semua akan berjalan dengan baik baik saja. lagian pasien lupus sangat bisa menyusui dan harus menyusui. jadi aku mohon jangan berkecil hati.tatap mataku jangan menunduk seperti ini.''sambung Alfonso sambil menciu..,m kedua tangan sang istri yang sedang ia genggam didalam jemarinya.
Perlahan, Leticia mengangkat kepalanya dan menatap sang suami sambil menitikkan air matanya.Alfonso segera menyeka air mata Leticia dengan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
''Please don't cry.'' pinta Alfonso. sambil berdiri lalu mengangkat tubuh sang istri ke arah ranjang ala bridal style.dengan sigap Leticia mengeratkan tangannya ke leher Alfonso.
Dengan berhari hati Alfonso membaringkan tubuh Leticia ke atas tempat tidur. lalu, menatap wajah Leticia dengan tatap sendu.
__ADS_1
'' Jangan, bersedih kasihan anak anak kita akan ikut bersedih."pinta Alfonso lagi tangannya menopang kepalanya dan berbaring disamping sang istri,
Leticia, menganguk. lalu, tersenyum.
''Aku, terlihat begitu cengeng.'' jawab Leticia dan menyembunyikan wajahnya didalam dada bidang Alfonso.
''Tidak, kamu tidak cengeng.'' jawab Alfonso lalu mengeratkan pelukan ditubuh sang istri yang saat ini semakin berisi.
'' Tunggu disini. aku segera kembali.''sambung Alfonso lagi. lalu dengan perlahan meletakkan kepala sang istri ke bantal. Alfonso, bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah sofa untuk mengamil cream yang tadi ia beli untuk dioleskan ke perut sang istri.
Leticia, mengangguk.dengn cepat tangan Alfonso meraih dos kecil yang terletak diatas meja lalu segera kembali ke ranjang dimana sang istri sedang berbaring dan menunggu dirinya.
Alfonso segera menyalahkan tivi untuk Leticia. lalu,mengangkat kepala Leticia untuk disenderkan diheadboard ranjang.
'' Nyaman?'' tanya Alfonso.
'' hmmm..,'' jawab Leticia sambil menganggukkan kepalanya.
''Apa itu?" tanya Leticia yang melihat Alfonso membuka dos untuk mengeluarkan cream dari dalam dos.
'' ini cream ini mencegar strect marck.'' jawab Alfonso lalu perlahan mengangkat baju sang istri dengan telaten Alfonso mengoles cream diperut sang istri.
'' maafin aku ya sayang. sudah, membuat perut mulus indah ini.menjadi bergaris garis seperti ini.'' ucap Alfonso dan terus menolesi cream diperut Leticia.
'' kenapa, harus minta maaf. ini sudah kodrat seorang istri dan seorang wanita. aku, tidak mempermasalahkan dengan garis garis ini. karna, yang aku dapat sangat berharga dalam hidupku.'' jawab Leticia.
.
[ pict,diambil dari google. anggap saja ini visual mereka]
Tanganya, meraih tangan sang suami membantu sang suami untuk mengoles cream ke perutnya.
'' kita bersama.''' jawab Leticia lagi sambil menatap sang suami sambil tersenyum.
__ADS_1