
"Apa, mereka enggak apa apa sayang?dulu aku sama kamu aja, aku sampe bingung balik Mansion utamanya.''tanya Leticia. yang kwatir dengan Karla dan Steward, kalau lupa jalan balik ke Mansion utama.
''Aku bilang percayakan saja pada Steward. dia,sudah hapal setiap sudut Mansion ini sayang.'' jawab Alfonso. sambil merapikan rambut sang istri.kemudian menyelip ke belakang telinga leticia.
''hmmm..,aku harap begitu sayang.'' jawab Leticia.
''Pintar.'' jawab Alfonso lagi sambil menarik hidung sang istri.yang membuat Felisia dan Masonpun akhirnya ikut tertawa.
Leticia, menatap Alfonso.
''Aku, sudah lapar bangat.kita makan duluan saja, nanti jam sepuluh mau les yoga kan?'' sambung Leticia.mencebikkan bibirnya.
Alfonso, menatap dalam sang istri, dia tau jam segini biasanya Leticia sudah makan buah atau minum jus.tapi, karna mereka kesiangan, istrinya harus telat makan.
''Mom, dad.kita tunggu Karla dan Steward diruang makan saja.aku sudah lapar bangat.'' ucap Leticia sambil menatap Mason dan Felisia.
'' Iya, nak enggak apa apa. kasihan cucu cucu mommy pasti uda nendang nendang didalam sana minta makan.'' jawab Felisia. lalu berdiri mendekati Leticia yang sedang berdiri bersama Alfonso.tangannya, mengelus perut sang putri dengan penuh cinta.
''Cucu cucu, grandma. yang sehat disana ya sayang.Oma sudah tidak sabar menunggu kalian datang.''Felisia terus saja bicara.
lalu..,
Merekapun, berjalan ke ruang makan bersama.
''Nak Alfonso, Leticia enggak cerewet selama hamil?'' tanya Mason.sambil menarik kursi untuk duduk.
Mason, yang penasaran. karna, selama putrinya hamil, hingga usia kandungan Leticia yang sudah masuk enam bulan ini. Alfonso, tidak pernah bercerita ke orangtua Leticia soal ngidam aneh anehnya sang istri.
''Hehehehe''
''Lumayan, daddy.pernah dengan malam malam minta cupcake yang rasa stroberi.dan, beruntungnya waktu itu aku pergi cari toko kue masih ada yang buka. tapi, ada yang lebih lagi, hanya karna lihat postingan temannya disosmed. Cia, minta makanan khas INDONESIA. rendang nama makanan itu.'' jawab Alfonso sambil menatap sang istri,yang sedang makan apel karna lapar yang sudah tidak ia tahan lagi.sambil Alfonso terkekeh.
'' Terus, dapat enggak rendangnya?''jawab Mason. sambil tertawa.
''Dapat, aku minta Ethan yang pergi beli.Jualnya dekat KBBRI.tapi, makan juga cuma dikit sudah enggak mau.'' jelas Alfonso.
"Kan, uda kenyang sayang."protes Leticia. sambil terus mengunyah Apel.
"Iya, kalau lagi makan enggak ngomomg sayang." Alfonso menegur Leticia.
"Sory.,"jawab Leticia sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.
''Ada ada saja, kamu nak ngidamnya. untung saja, enggak minta liburan ke Indonesia.'' sambung Felisia.sambil menggeleng kepala.
"Mau nya mom.tapi kata Dokter Cia enggak boleh kecapean.'' jawab Cia mencebikkan bibirnya.
Alfonso yang sibuk memotong buah untuk Leticia terperanjak.sambil menatap sang istri.
__ADS_1
''Nanti, kalau sudah lahiran kita keliling semua yang kamu ingin kunjungi.''jawab Alfonso dan menyuapkan buah ke dalam mulut sang istri.
'' Iya, mommy sama daddy juga ikut. kita sama sama liburan. bolehkan Daddy?'' sambung Felisia.dan menatap sang suami.
Saat sedang bercerita, Karla dan Steward datang.
''Mommy, minta air mom.'' ucap Karla napasnya tersenggal senggal karna kelelahan , habis keliling Mansion.
Dengan, sigap Steward menarik kursi untuk sang istri duduk.
''Kenapa, tadi enggak bawa air. gadis nakal!'' omel Felisia. sambil memberi air untuk sang putri.
''Tadi, sebelum berangkat sudah aku ingatin Mansionnya luas. enggak mau percaya.'' sahut Steward.kemudian, menarik kursi dan duduk didamping Karla.
Karna, sebelum berangkat Steward sudah ingatin nanti cape. tapi, karna rasa penasaran yang mendominasi dirinya. Karla tidak mendengarkan apa yang steward katakan.
'' Lagian, kakak ipar Mansionnya luas bangat. kenapa, enggak sekalian beli Spanyol aja.'' protes Karla yang tidak ingin disalahkan terus.
Alfonso, hanya tersenyum saat mendengar Karla ajukan protes pada dirinya.
'' Lagian, kamu sich dek bandel. baru datang minta keliling di mansion. kakak aja yang sudah mau setahun disini enggak berani keliling mansion.'' sergah Leticia. sambil menatp sang adek yang masih mengatur napasnya.
''Nah, dengar apa kata Leticia.'' sambung Steward. tangannya meraih tisu dan mengelap keringat yang bercucuran di kening hingga ke leher sang istri.
Semua, tertawa melihat wajah Karla.
'' hmm.., uda lapar bangat.'' sambung Karla.
''Setelah sarapan kamu mandi dulu. biar enggak acem itu badan'' perintah Leticia pada Karla. dan semua tertawa.
Merekapun, mulai sarapan tanpa ada suara sama sekali kecuali perpaduan alat makan yang mereka gunakan.
Sementara, willy asyik bermain bola di taman belakang bersama para pengawal Mansion.
Selesai, sarapan bersama Alfonso melayani Leticia seperti biasa, mengambil obat untuk Leticia minum.
*****
Mason, dan Felisia. duduk diruang keluarga sambil menonton tivi. Karla dan Steward ke salah satu kamar diMansion untuk mandi sekalian istirahat.karna kelelahan tadi keliling Mansion.
Alfonso, sebelum mengikuti kelas yoga masih sempatin ke mertuanya yang sedang nonton.
''Dady, mommy. kalau ngantuk istirahat saja dikamar, nanti biar pelayan antarkan ke kamar.'' ucap Alfonso. tangannya memanggil pelayan yang sedang membersihkan tangga.
'' Nanti, tolong anatarkan ibu dan bapak ke kamar. dibersihkan dulu kamarnya.ngerti" Alfonso memberi perintah.
''Baik, tuan. saya mengerti. jawab pelayan itu.
__ADS_1
'' Iya, nak nanti kami istirahat.'' jawab Mason sambil tersenyum.
'' Baik mom, dad. Al ikut kelas yoga dulu.'' pamit Alfonso sambil berjalan mengikuti sang istri yang sudah lebih dulu ke ruangan olahraga di Mansion.
Leticia dan Alfonso. mulai mengikuti les yoga hamil dengan sangat serius.
Alfonso, diajar bagaimana cara memandikan bayi. karna, tradisi orang spanyol pertama kali yang memandikan bayi baru lahir harus ayah dari bayi itu sendiri.(hasil observasi author dari paman author yang asli orang spanyol).salah satu tradisi untuk keterikatan batin anak dan ayah.
Alfonso, sangat berhati hati saat mulai melepas baju boneka dan memandikan bayi.tangannya sedikit gemetaran yang membuat Leticia tersenyum.
'' jangan, ragu. kamu harus yakin kamu bisa, kalau ragu seperti ini bagaimana nanti kamu bisa memandikan keempat anak kita.'' bisik Leticia. yang berdiri disamping sang suami.
Alfonso, hanya menganggukkan kepalanya sambil terus mengikuti instruksi dari sang pelatih.
Selesai memandikan, Alfonso dan Leticia diajar bagaimana cara memakaikan pampers, memakaikan baju dan mengatasi bayi yang rewel.
Alfonso, hanya tersenyum. membayangkan bagaimana ribetnya mengurus keempat anaknya nanti.
''Apa enggak bisa kita kasih susu setiap saat untuk berjaga jaga biar bayi enggak rewel?'' tanya Alfonso, yang bingung.karna, mendengar sang instruktur mengatakan kalau bayi minum susu harus jarak dua jam.
Semua tertawa saat mendengar pertanyaan Alfonso.
"Lho, kenapa apa ada yang lucu dengan pertanyaan saya?" protes Alfonso. yang kesal diketawain.
''Tidak, ada yang lucu pak, hanya bayi tepatnya bukan hanya bayi tapi balita, juga sama. mereka, tidak boleh terus terus dikasih susu hanya dengan alasan biar tidak rewel. justru, kalau kekenyangan si bayi merasa tidak nyaman malah bisa sakit atau rewel.'' jelas sang instruktur.
Alfonso, yang baru memahami hanya menganggukkan kepala.
Leticia, tersenyum sambil mengelus punggung sang suami.
"Sabar, sayang," ucap Leticia. karna, sejak tadi Leticia selalu memberi support untuk sang suami.
Alfonso, menatap sang istri lalu tersenyum.
Kemudian..,
Alfonso, dan leticia diajar bagaimana cara mencegah dan mengatasi baby blues.
'' Pak dan ibu. perubahan suasana hati pasca melahirkan bayi adalah hal yang lumrah.mungkin ibu akan jadi tidak sabaran. mudah marah, dan selalu kwatir tentang kesehatan bayi, meskipun bayinya baik baik saja.baby blues bisa juga terjadi karna rasa lelah dan kurang tidur. untuk itu disini sangat dibutuhkan peran seorang suami. dan juga keluarga sangatlah penting.'' jelas sang instruktrur lagi.
''Selain dukungan apa ada obat untuk mencegah baby blues?" tanya Alfonso.
Wajahnya, begitu serius mendengar satu persatu setiap ucapan instruktur. karna, Alfonso tidak ingin melewatkan semua yang dikatakan sang instruktur karna bagi Alfonso, istri dan anaknya harta yang paling berharga untuk dirinya.
sang instruktur tersenyum dan menggelengkan kepala.
'' Tidak ada obat pak.tapi ada cara untuk mencegah baby blues.'' jawab sang instruktur sambil tersenyum.
__ADS_1