SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Tunggu leticia


__ADS_3

"Reth, pastikan transaksinya sesuai jumlah organ yang dikirim. dan sisakan organ dari ke 15 orang akan dikirim ke Rusia."ucap Alfonso.


"Tapi, Dr, Lee . tadi mengatakan kalo, dia hanya membutuhkan Kornea saja."jawab Gareth.


"Oh ya uda ng apa-apa. karna Cina juga sedang membutuhkan Ginjal.


Ting...,


Bunyi suara Ponsel milik Alfonso.


"Pesan dari Ethan".gumam Alfonso, sambil mengerutkan dahi.


Mengusap layar ponsel.dan pesan chat dilihat foto" Leticia yang lagi duduk sambil bermain ponsel,sedang berada di ruang antrian dokter."batin Alfonso.


"Ya sudah lanjut pantau, dan terus ikuti dia pergi ke mana dan bersama siapa. jangan lupa paksa dokternya harus mengatakan penyakit dari si bodoh itu. kalo dokter itu menolak tampar mulutnya dengan uang. " balas Alfonso.


lalu, kembali meletakkan ponselnya ke atas nakas.


******


Ethan terus saja fokus melihat Leticia.setelah lama menunggu, akhirnya nama Leticia . dipanggil


"Atas nama nona Leticia." panggil seorang perawat yang berdiri didepan pintu Dokter Cathlyn.


Leticia yang mendengar namanya dipanggil. langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke arah ruangan dokter Cathlyn.


"Siang Dok." sapa Leticia dan mengulurkan tangannya bersalaman dengan dokter muda cantik itu


"siang juga Leticia." sapa dokter Cathlyn.


"Ayo, silahkan. duduk."ucap dokter. sambil menunjukkan kursi yang berada didepannya, tempat dimana pasien duduk.


"Terima kasih dok." jawab Leticia sambil tersenyum.


Leticia menarik kursi ke belakang, dan mendudukkan badannya.


"Nah, bagaimana. apa ada perubahan yang dirasakan?" tanya dokter dengan ramah.


"Sekarang, yang sering aku rasakan itu. gampang lelah, dan sendiku sering nyeri bahkan sampe bengkak. aku hari ini ke sini karna esok akan ada launching dan 3 hari ke depan lagi.aku akan melakukan perjalanan jauh ke New york. apa itu tidak akan masalah?" tanya Leticia.


Dokter muda itu, dengan sabar mendengarkan keluhan Leticia.


Lalu tersenyum.


"Semua pola hidup sudah Leticia rubah? kalo sudah merubah gaya hidup, menjauhi diri dari asap rokok,tidak merokok, tidak minum Alkohol lagi. dan tidak terpapar sinar matahari langsung pada pukul 10 pagi hingga 3 sore. dan ini yang penting kurangi terpapar cahaya Camera secara langsung, dan dengan waktu yang lama. jangan lupa rajin cuci tangan,rajin olahraga. dan rutin minum obat. maka aku yakin perjalanan jauhpun tidak bermasalah." Jawab dokter Cathlyn dengan sabar.


Leticia benar-benar mendengarkan setiap ucapan dokter.


"Nanti setelah kembali dari New York akan aku kurangi berada didepan camera dok." ucap Leticia dengan Yakin.


"Baiklah, kamu berbaring. aku akan melakukan pemeriksaan sebentar." jawab Dokter.


"Baik dok." jawab Leticia dan berjalan ke arah bed pasien. membaringkan badannya. dengan sabar dokter melakukan pemeriksaan.


"Sudah, silahkan bangun." Ucap dokter.


Leticia bangun dari Bed pasien dan kembali berjalan ke kursi di depan dokter dan duduk.


"Hari ini , aku resepin Ibupforen , untuk mengatasi nyeri. Azathioprine, untuk menekan sistem imun. Prednizon, untuk mencegah kekambuhan dan meredakan sakit gejala lupus. dan terus mengkomsumsi Vitamin D, dan kalsium. perbanyak makan sayur, buah dan biji-bijian. olahraga, dan istirahat yang cukup. Lupus memang tidak bisa sembuh. tapi, kalo kita merubah pola hidup kita lebih baik , dan sehat, akan memperpanjang jangka hidup bagi penderita lupus" Jelas dokter panjang lebar.

__ADS_1


Leticia fokus mendengarkan penjelasan dokter dengan baik.setelah selesai periksa dan mendengarkan semua penjelasan dokter.Leticia pamit.


"Baik, terima kasih dan selamat siang dokter.aku permisi" ucap Leticia dan berdiri dari duduknya.


"Ok, sama- sama. dan semoga cepat sembuh." jawab dokter Cathlyn.


Leticia keluar dari ruang dokter, dan berjalan ke arah ruangan pengambilan obat. menyerahkan resep dokter ke apoteker, Leticia kembali duduk di kursi antrian pengambilan obat menunggu nama nya dipanggil.


Ethan, masih dengan sabar. duduk di pojok ruangan antri obat.sambil menunggu Leticia pulang.


Setelah 15 menit menunggu. nama Leticia di panggil, Leticia bangun dari kursinya dan berjalan ke ruang antri obat.mengambil obat melakukan pembayaran. Leticia berjalan ke arah Lobby menunggu taxsi kembali ke rumah.


Ethan terus menguntit dari belakang Leticia, tapi berusaha menjaga jarak agar tidak di curigai Leticia.


Setelah beberapa menit menunggu.akhirnya taxsinya datang. Leticia berjalan mendekati ke arah taxsi.


"Pak tolong antar kan aku ke perumahan xx ya." ucap Leticia.


"Baik nona. silahkan masuk." jawab Sang sopir sambil keluar dari mobilnya dan membuka pintu.


Leticia yang sudah dibukakan pintu segera masuk dan duduk di belakang bagian penumpang.


Klik ...,


seatbelt terpasang.


Ethan yang tadì pergi mengambil mobilnya diparkiran mobil segera mengejar taxsi yang ditumpangi Leticia.


"Ahh..., akhirnya dapat juga."gumam Ethan karna berhasil mengejar taxsi yang sempat ketinggalan jarak yang jauh.


Ethan terus mengikuti, dan hampir satu jam Leticia tiba juga dirumah miliknya.


"Terima kasih pak."ucap Leticia.


" Sama-sama Nona."jawab sang sopir.


Leticia, berjalan masuk ke rumahnya. setelah pintu pagarnya dibuka security.


"Sore Non."sapa security.


"Sore juga pak."jawab Leticia.


ceklek..,


pintu rumah dibuka leticia berjalan masuk, dan melihat k arah ruang tivi.


Matanya membulat..,


Melihat pria berkepala plotos itu, sedang duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi sendirian. pria itu tidak menyadari kalo orang yang dia tunggu sejak tadi, sudah masuk kedalam kamarnya.


Leticia yang kesal melihat pria itu, dengan langkah sedikit membantingkan kakinya ke lantai bergegas masuk ke kamar miliknya.


"Security sialan, kenapa tidak mengatakan kalo dia ada dia disini?" gerutu Leticia.


Leticia masuk kedalam kamarnya, karna kesal langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang, tanpa meletakkan tasnya atau pun membersihkan dirinya lebih dulu.


"kenapa, dia ingat rumah? bukan sudah hampir 6 bulan, menghilang tanpa kabar?"ucap Leticia sambil menarik kasar rambutnya.


Leticia berguling ke sana ke mari diatas ranjang mencari solusi bagaimana caranya agar dirinya tidak boleh bertemu dengan pria itu.

__ADS_1


"Ponsel." ucap Leticia.


Dengan cepat, tangannya meraih tas yang berada disampinnya diatas ranjang, mengambil ponsel miliknya mengusap layar ponsel. menggeser layar ponsel dan mencari nama Reno.


Memanggil Reno...,


"Reno, kamu di mana?" tanya Leticia lewat panggilan telpon.


"Aku di apartemen, baru saja selesai mandi. ada apa?" jawab Reno.


"Yuk, jemput aku, kita pergi jalan-jalan saja." ucap Leticia.


"Bukannya, kamu baru pulang?" jawab Reno. yang sedikit bingung.


"Pasti ada sesuatu yang tidak beres dirumah.karna leticia tidak biasanya seperti ini."batin Reno.


"Hello..., Ren.., kamu kenapa ko diam?ng mau ?" tanya Leticia kesal.


"Oh..iya Cia, aku akan segera ke sana."jawab reno.dan segera mengakhiri panggilan.


Klik...,


Reno yang tidak bisa membantah Leticia, mengambil sepatu kets miliknya, kaos dan celana chinos pendek.segera dipake , dan melihat ke arah cermin sebentar.yakin kalo dirinya sudah rapi berjalan keluar kamar.menuju Lift apartemen.keluar dari lift, Reno berjalan ke arah parkiran .mengambil Moge warna merah miliknya dan melaju ke arah rumah Leticia.


Brummm...,


sebelum motornya di parkirkan, ada bunyi pesan masuk.


"Ren, ng usa masuk ke dalam rumah, kunci mobil ,sudah aku titipkan di security kamu langsung keluarkan mobil di garasi dan tunggu aku didepan jalan."Reno membaca pesan dari Leticia.


"Hemmmm...,


"Ada yang tidak beres."batin Reno.


Membaca pesan Leticia Reno sedikit bingung, tapi menurut saja daripada telinganya sakit mendengar ocehan Leticia.


Leticia yang sudah selesai mandi bergegas ganti baju, dan wajahnya sedikit dipolesi make up natural, dan lipst warna pink. membuat wajah nya begitu seger dan cantik.mengambil tas dan memasukkan ponsel miliknya.Leticia berjalan ke arah pintu kamar.


Ceklek...,


Pintu kamar dibuka, berjalan mengendap-endap agar tidak dilihat pria yang sedang diduduk disofa membelakangi dirinya itu.tapi dugaannya salah, karna pantulan bayangannya k arah tivi membuat pria itu menyadari kalo Leticia, sudah pulang.


"Leticia...,"panggil pria itu.dan berbalik melihat ke arah Leticia.


Tak...,


Langkah kaki Leticia terhenti.dan belum mau membalikkan badannya melihat ke arah pria itu.


"Shiff...,sialan...," gerutu Leticia sambil melihat ke atas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan nya🙏


like, komen.bisa ng aku berharap vote karna mau awal minggu🙏 dan klik hadianya boleh dong biar aku lebih semangat lagi.


oya jang lupa pencet💖 nya..


Terima kasih. semoga kita semua berada dalam Lindungan Tuhan, mudahkan rejekinya, dan diberi kesehatan amin🙏🙏💖

__ADS_1


__ADS_2