SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Alisha


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 00: 00, setelah memberikan susu yang kedua kali nya. Alfonso masih terjaga di sofa sembari menatap ke arah ranjang, dimana 5 orang tercintanya sedang berada di dunia mimpi mereka masing masing.


Alfonso tersenyum saat matanya melihat ada kaki yang bergerak bahkan tangannya juga ikut bergerak.


''Siapa yang bangun?'' gumam Alfonso.



Dengan perlahan Alfonso berdiri dari sofa dan berjalan ke arah tempat tidur. bibirnya mengembang saat melihat keempat anaknya tidur berpasangan.


Alisha sedang menggerakkan kakinya, kepalanya didempetkan di tubuh kecil Alonzo. Alfonso meletakkan jari telunjuk dibibirnya.'' sstt jangan lame lame ya semua masih tidul.'' sembari menggendong putri kesayangannya.


Alisha seakan mengerti pembicaraan sang daddy. dia tersenyum sembari memamerkan gusinya pada Alfonso semakin membuat Alfonso gemas.


''Kenapa bangun? mau main cama daddy? hmm,'' ucap Alfonso hidung mancungnya ditempelkan diujung kepala Alisha.


Lalu Alfonso menggendong putri kecilnya, dan membaringkan di box bayi agar tidak membangunkan ketiga anak dan istrinya yang sedang tidur.


''Kita main disini saja.'' ucap Alfonso sembari menarik kursi lalu duduk dipinggir box bayi.


Tangannya meraih boneka tangan berkarakter princes cinderella, Alfonso mulai menggerakkan didepan wajah Alisha sembari menceritakan karakter cinderela pada Alisha dengan tersenyum.


Alisha begitu menikmati dengan tingkah Alfonso. Mafia yang dulu dingin seperti kutub utara versi Leticia, kini wajahnya terus tersenyum bahkan dia juga begitu pintar mengajak anak anaknya bermain. Alfonso juga bisa menirukan suara cedal khas bayi.


Suara tawa Alfonso dan Alisha berhasil membangunkan mommy Leticia. Leticia mengerjap, matanya mencari arah suara. '' ternyata lagi main sama putri kesayangannya.'' gumam Leticia sembari menyibak selimut kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah dimana sang suami dan putrinya sedang bermain.


Alfonso yang lagi asyik bermain dengan putrinya tidak menyadari, kalau Leticia sudah berada dibelakangnya sembari melambaikan tangannya pada Alisha.


Alisha mengayun ayunkan tanganya ke arah Leticia seakan meminta sang mommy bergabung bersama mereka. Leticia meletakkan jarinya di bibirnya meminta Alisha diam. Namun, bukannya diam tingkahnya semakin menggemaskan.


''Mommy boleh enggak ikut gabung disini?" ucap Leticia sembari melingkarkan tangannya di leher Alfonso.


''Lho, udah bangun sayang?" jawab Alfonso sembari menggenggam tangan Leticia.


''Gimana enggak bangun suara tawanya kencang bangat.'' jawab Leticia sembari mengedipkan matanya pada Alisha.


'' Masa sich sayang? perasaan aku dan Alisha enggak rame rame.'' tutur Alfonso.


''Hehehe, emang mommy enggak boleh ikut main ya?" cebik Leticia


''Boleh sayang.'' jawab Alfonso, lalu menarik lembut tangan Leticia untuk duduk dipangkuannya.

__ADS_1


Alisha tertawa membuat Alfonso dan Leticia saling menatap lalu bersamaan meletakkan jari dibibir mereka. '' sstt, tawanya pelan aja.'' bisik Alfonso dan Leticia bersama.


Membuat Alisha cemburut dan ingin menangis. Leticia tertawa sembari berdiri dari pangkuan Alfonso.


''Kenapa? daddy enggak boleh pangku mommy?" tanya Alfonso.


Namun, bukannya membuat Alisha diam malah Alisha pecah dalam tangis. Melihat putrinya menangis Alfonso langsung bangkit berdiri dan menggendong Alisha.


Ketiga anaknya yang sedang pulas pun akhirnya ikut bangun dan menangis bersama sama.


Leticia dan Alfonso saling menatap dan tertawa. Lalu Leticia dengan cepat berjalan ke arah ranjang dan menggendong Aleijo.


Babbysitterpun segera masuk dan menggendong Alonzo dan Alicia. Setelah di timang timang akhirnya anak anak kembali diam.


Alfonso membaringkan Alisha di atas ranjang dan mulai membuat susu untuk keempat anaknya. Setelah susunya dibuat, dengan bantuan babysitter anak anak mulai diminumkan susu.


Waktu sudah pukul, 03:00 setelah perut kecil mereka kenyang, anak anak kembali tidur. babbysitter juga keluar dari kamar Alfonso.


Alfonso dan Leticia pun ikut berbaring disisi kiri dan kanan tempat tidur mengampit keempat anak mereka ditengah. Alfonso mulai memejamkan matanya begitu juga Leticia.


*******


Karena perbedaan jam antara Spanyol dan Paris bertaut dua jam.Nabila dan Kevin sudah bangun dan sedang bersiap untuk berkunjung ke Spanyol.


''Sayang, kita langsung balik lagi kan?" tanya Nabila pada Kevin.


''Iya, kita langsung kembali karena aku masih ada kerjaan disini.'' jawab Kevin.sembari mengenakan mantelnya.


Nabila semakin cantik dengan perut buncitnya. tangannya lincah memoles make up diwajahnya.


''Hadiahnya, aku yang bawa saja sayang, takutnya rusak.'' ujar Nabila.


Kevin hanya tersenyum dengan cerewetnya Nabila.


''Iya, sayang.'' jawab Kevin sembari melingkarkan tangannya dileher Nabila.


Selesai make up, Nabila menggandeng tangan Kevin, mereka berjalan bersama menuju depan Mansion yang sudah ditunggu oleh Amire, untuk mengantar Mereka ke Airport Paris.


''Tuan, Nona.'' sapa Amire sembari membungkukkan badan nya.


Kevin dan Nabila masuk ke dalam mobil. Amire mulai menginjak pedal gas lalu melajukan mobilnya menuju Airport Paris.

__ADS_1


Kevin dan Nabila tidak memberitahu Leticia, kalau hari ini mereka akan menjenguk Leticia. Karena, kemarin Nabila menelpon kalau besok baru akan berkunjung ke Spanyol.


Didalam mobil Nabila sudah tidak sabar untuk menggendong anak anak Leticia.


''Nanti aku akan mencium mereka hingga mereka menangis.'' tutur Nabila, '' aku ingin melihat reaksi Alfonso saat anak anaknya menangis.'' sambung Nabila lagi.


Kevin tertawa.'' kata Glen Alfonso 24 jam menjaga anak anaknya,'' jawab Kevin sembari membayangkan sikap over protektif sahabatnya itu.


''Iya, bahkan babysitternya juga jarang membantu dirinya.'' sahut Nabila.


''Nanti aku juga akan seperti itu untuk anak anakku.'' sambung Kevin.sembari mengelus perut Nabila.


Amire tertawa saat mendengar majikannya menceritakan kelakuan Alfonso.


''Tuan, sampaikan ucapan selamat saya kepada Tuan besar. saya, ikut bahagia mendengar tuan besar sekarang sudah berubah.'' pesan Amire.


''Siap nanti saya sampaikan,'' jawab Kevin. '' dan tuan besar mu juga sekarang sudah termasuk suami suami takut istri.'' sambung Kevin lagi.


''Termasuk tuan juga suami suami takut istri,'' kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Amire.


Nabila tertawa, Kevin menatap tajam ke arah Amire.


''Maaf tuan tapi itu faktanya.'' tutur Amire.


''Ishh.., kau ini. fokus mengemudi.'' ucap Kevin sembari menatap tajam ke arah Amire.


Ya karena sejak menikah Kevin, sudah tidak ke club lagi. Bahkan Kevin perlahan mulai mengurangi alkohol. Kevin juga sudah menghapus semua nomor wanita yang dulu disimpannya di ponsel miliknya. Kevin sekarang lebih fokus pada Nabila dan kehamilan Nabila. Bahkan hampir dua minggu sekali Kevin melakukan USG, Karena Kevin ingin memastikan janinnya baik baik saja.


******


Alarm jam berbunyi Alfonso membuka matanya. tangannya meraih ponsel yang diletakkan diatas nakas. mata Alfonso membulat. '' sudah pukul 06:00.



Alfonso menyibak selimutnya, lalu bangun dari tempat tidur. Alfonso berjalan ke arah lemari mengambil baju untuk ganti dikamar mandi.


Setelah hampir setengah jam melakukan ritual pagi dan membersihkan tubuhnya, Alfonso berjalan keluar dari kamar mandi.


Badannya sudah seger dan siap untuk melewati hari baru bersama kelima orang tercintanya. sembari menunggu anak anaknya bangun Alfonso menyiapkan perlengkapan untuk menjemurkan anak anaknya. kaca mata juga box khusus untuk membaringkan anak anaknya.


Babysitter masuk untuk memberikan susu pagi. selesai memberikan susu pagi mereka juga menggantikan pampers anak anak Alfonso.

__ADS_1


''Selesai ini kalian istirahat saja, Nanti saya dan Nona yang menjemur anak anak.'' ucap Alfonso pada babbysitternya.


''Baik, Tuan.'' jawab keempatnya serentak.


__ADS_2