SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
Janji pelan.


__ADS_3

Tangannya, mengelus punggung Leticia dengan lembut. Alfonso, tau sang istri lagi sensitif. apalagi tadi kata dokter. usia delapan bulan emosinya sering berubah ubah, tiba tiba marah, menangis, cemburu, bahagia.


''Kamu, enggak suka aku dirawat seorang suster, aku baru ingat Gareth juga pernah sekolah kedokteran. nanti Gareth saja yang ganti forban lukanya. sudah enggak nangis,'' ucap Alfonso. tangannya terus mengelus punggung sang istri.


''Benarkah?" tanya Leticia. dengan, perlahan membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.


Alfonso, menganggukkan kepalanya.


''Iya, benaran. nanti Gareth yang ganti luka forban saja. daridulu luka tembak aku yang obatin Gareth. udah nangisnya, aku minta maaf sayang!"sambung Alfonso


''Terima kasih.'' jawab Leticia. seketika bibirnya mengembang.


"Iya, sama sama sayang." balas Alfonso.


Tangan Alfonso, mengelus perut Leticia agar Leticia bisa cepat tidur. Namun, mata Leticia terus menatap ke arah sang suami.


''lanjut, yang tadi didepan pintu? hmm'"tanya Alfonso. dengan senyum nakalnya.karna, dia tau kebiasaan sang istri kalau tidak bisa tidur.


Leticia, hanya tersenyum.


''Ayo, aku kangen sayang.'' rayu Alfonso, sembari mengedipkan matanya.


"Tapi, janji pelan ya." jawab Leticia.


Dengan Perlahan, Alfonso bangun dari ranjang. tangannya melepas boxer miliknya. Alfonso berdiri dipinggir ranjang.


Bibirnya mulai menyesap lembut bibir Leticia. kemudian Alfonso menyapu leher jenjang indah sang istri. hingga turun ke dua gunung miliknya yang kini sudah semakin besar dan padat.


Dengan, berhati hati agar tidak menyakiti ke empat anaknya Alfonso mengecup perut Leticia begitu lembut''Good night anak anak daddy.'' kemudian Alfonso kembali menyapu bagian dada Leticia dengan Lembut.


Bibirnya, mulai menyesap dua benda kenyal yang kini mulai berisi, dengan lembut Alfonso menyesapnya dan menarik narik ujung kecilnya dengan jepitan kedua jarinya.


Leticia, memejamkan matanya, suaranya mulai mende...,sah. Leticia menggeliat pelan diatas bantal hamilnya dengan menggigit bibir bawahnya.


"Sayang!" suara manja, nan erotis terdengar menggoda ditelinga Alfonso.


"panggil terus sayang." jawaban pelan dengan nafas yang terengah engah keluar dari mulut Alfonso.


Lalu, Alfonso menyapu ke atas lagi meninggalkan jejak merah dileher jenjang itu. dengan tangannya yang terus memijit lembut dua benda didada sana.


"Ouch..," pekikan menggoda lagi lagi Leticia keluarkan.


Alfonso, menautkan kedua bibir mereka dengan lembut pertarungan saliva didalam sana hingga ke dalam rongga.


Alfonso, melepas sesapan mereka kembali Alfonso menggigit lembut telinga Leticia. dia tau daerah mana yang membuat sang istri menggeliat. pekikan lembut nan mesra memekak ditelinga Alfonso.

__ADS_1


Dengan, berhati hati karna luka dada yang belum sembuh Alfonso berjongkok dibawa sana, kepalanya dibenanmkan dikedua paha sang istri. Alfonso mulai menyesap ujung sensitif dan memberi gigitan lembut. salivanya bermain didalam sana.


Alfonso, sadar dia tidak mungkin menyatukan kedua milik mereka. karna itu Alfonso, terus menyesap didalam paha sang istri.


Suara, manja Leticia menghiasi ruangan sepi dengan lampu remang remang.


"Ouchh..No! sayang. coming on baby!"ucap Leticia.


" yeah..., do you like baby?" jawab Alfonso. namun, bibirnya dan salivanya terus bermain didalam sana.


Setelah, hampir dua puluh menit sesapan nikmat dibawah sana. akhirnya, menghantar Leticia diujung pelepasan sempurna.


"Coming on baby!" ucap Leticia.


Leticia, menarik lembut ujung bantal hamilnya. dan benar. pelepasan kepuasan itu tepat dimulut sang suami.


Leticia, terkulai lemas diatas bantal hamilnya. napasnya tersenggal senggal. kedua tangannya direntangkan.


Setelah memastikan sang istri sudah selesai. Alfonso mengangkat kepalanya. sembari tersenyum, matanya menatap sang istri yang tak berdaya diatas bantal hamilnya. sambil mengedipkan mata nakal.


Kemudian, Tangannya meraih tisu yang terletak diunjung ranjang. Alfonso, membersihkan milik sang istri juga mulutnya, kemudian tissunya dilempar ke dalam kotak sampah yang tersedia dikamar mereka.


"Terima kasih. aku ke kamar mandi tuntaskan ini dulu." ucap Alfonso sambil melihat ke miliknya yang sudah mirip tongkat satpam. kemudian mengecup ujung kepala sang istri.


Leticia, tersenyum saat matanya melirik milik sang suami.sembari menganggukkan kepalanya.


Kemudian, Alfonso dengan tubuh polosnya berjalan ke arah kamar mandi ,Alfonso berdiri dibawah shower. tangannya mulai menuntaskan hasratnya dengan bersolo karier sendiri.


Tangan Alfonso terus menggesek. dan hampir setengah jam akhirnya Alfonso, menge..,rang.


''achh.'' dan tepat semburan vanila putih menyembur keluar.


Alfonso, mendengakkan kepalanya keatas sembari menarik ujungnya agar vanilanya benar benar keluar dengan tuntas.


Setelah itu Alfonso membersihkan miliknya yang penuh busa sabun dan membersihkan tangannya.


Dengan, perasan lega Alfonso membuka pintu kamar mandi dan melangkah keluar dari kamar mandi menuju arah ranjang dengan tubuh polosnya.


Leticia, yang melihat tubuh polos Alfonso tersipu malu.


''Sudah, lega?" Tanya Leticia.Namun matanya tetap fokus dibawah sana.


Alfonso, mengangguk dengan nafas yang belum beraturan. kemudian, Alfonso mengenakan boxernya lagi dan kembali membaringkan tubuhnya disamping sang istri.


Alfonso mencium ujung kepala sang istri,. sembari tersenyum.

__ADS_1


''Masih sebulan lagi aku seperti ini.'' ucap Alfonso sambil tersenyum.


Leticia, mengangukkan kepalanya." anggap aja reuni masalalu dengan sabun." ledek Leticia.


Alfonso, terkekeh." itu wajar sayang karna waktu itu hidupku masih gelap." jawab Alfonso santai.


''Tapi, bukannya kata dokter enggak masalaha asal lembut dan pelan.'' jawab Leticia lagi. yang merasa kasihan dengan sang suami yang harus bersolo dikamar mandi.


''Iya, boleh kata dokter. tapi, setelah tadi lihat hasil usg kepala anak anak sudah turun kebawah aku enggak tega melakukan itu.kasihan anak anakku.'' jawab Alfonso. kemudian mengecup bibir sang istri lagi.


Leticia, mengangguk mengerti.


''Ayo, tidur.'' ucap Alfonso.tangannya mengelus perut sang istri.


Karna, kelelahan setelah pelepasan tadi. Leticia yang sebelumnya tidak bisa tidur. akhirnya dengan perlahan memejamkan matanya. begitu juga, dengan Alfonso menyusul sang istri ke dunia mimpi mereka.


******


Dikamar, sebelah Nabila masih terus menangis dalam pelukan Felisia.kepalanya terus menggeleng ke kiri dan kanan.


"Jujur sama mommy. ada apa sebenarnya? tanya Felisia. dengan suara selembut mungkin. karna dia tau anak jaman sekarang tidak bisa dikerasin.Nabila saat ini benar benar butuh perhatian lebih dari orang terdekatnya


*****


Reno, yang sudah tiba di Apartemen, melemparkan tubuhnya diatas sofa panjang depan tivi.tangannya melonggarkan dasi dilehernya. kemudian melepaskan sepatu miliknya dan melempar kesembarang arah.


"Archhh..," teriak Reno. saat ini Reno benar benar butuh penenang. dengan cepat Reno bangun dari sofa. dan berjalan ke arah lemari dimana tersimpan koleksi minuman Alkohol miliknya.


Tangannya meraih. satu botol Wine dan mulai meneguk langsung dibotolnya tanpa menggunakan cangkir.


Reno, mendudukkan tubuhnya disofa. tangannya meraih remote tivi dan menyetelnya dengan volume yang tinggi.


Dengan, berjoget sembari meneguk Wine.


"Uhuh..." Teriak Reno karna sudah terpengaruh Alkohol.


"Apa benar, apa betul. kenapa!!! aku belum siap!!!!!" Teriak Reno. sembari terus bergoyang.


Pelayannya, yang mengintip dari batas tembok ruang tivi hanya menggelengkan kepalanya. karna beberapa hari ini Reno setiap kali pulang dari Kantor kelakuannya seperti saat ini.berteriak tidak karuan. berjoget hingga dirinya merasa lelah dan terlelap diata sofa. hingga pagi menjemput.


*****


Kevin, yang berbaring diatas ranjang. terus memikirkan Nabila.


"Ada apa dengan dia? kenapa berlari ke arah kamar mandi dan kenapa Reno menyusul Nabila ke toilet?" tangannya diletakkan diatas kepalanya.

__ADS_1


"Nabilaku? aku siap untuk mengobati luka hatimu." akhirnya Setelah berpikir panjang Kevin memberanikan diri mengirim chat pada Nabila lagi.


__ADS_2