
Karna sedang sibuk memasak Alfonso tidak menyadari Kalo Leticia sudah berada disampingnya. yang terus memperhatikan dirinya masak.
"Telyata daddy lagi masak baby, tadi kita cali daddy di kamal ng ada ya.?" ucap Leticia sambil mengelus perutnya.
Alfonso, yang baru menyadari kalau istrinya sudah disampingnya, membalikkan tubuhnya dan tersenyum
"lho ko sudah bangun? uda ng cape hmmm." jawab Alfonso, dan mendaratkan satu kecupan di kening Leticia.
Dan..,
"Good morning baby." mendaratkan satu kecupan lagi untuk si janin.
"baby sepeltinya kita halus mencoba masakan daddy...hmmm." sambung Leticia sambil menghirup aroma masakan dalam dalam.lalu memeluk Alfonso dari belakang.
"Hmmm, tadi pagi aku baca nutrisi yang bagus untuk ibu hamil.di artikel nya mengatakan kalau, soup salmon sangat bagus untuk janin dan ibu hamil, apalagi kamu sayang." sambung Alfonso sambil terus mengaduk masakannya.
"Menunjang perkembangan otak bayi, karna dalam kandungan salmon ada,lemak omega tiga salmonnya mengandung nutri yang bagus untuk mencegah bayi prematur, dan didalam kandungan salmon ada vitamin D untuk berfungsi mencegah osteoporosis dan vitamin E untuk menjaga kesehatan kulit ibu. vitamin A nya untuk meningkatkan kesehatan mata."
"Kandungan asam aminonya berfungsi untuk sebagai penangkal berbagai penyakit seperti kardiovaskur, radang sendi hingga diabetes. Salmon juga membantu membentuk sel sel darah merah didalam tubuh karna mengandung DHA dan EPA. kandungan ini membantu meningkatkan kekuatan otak pada janin dan mengurangi resiko ke guguran sedangkan EPA berfungsi untuk pembentukan sel sel darah merah dan jantung. jadi, aku akan masak dua minggu sekali. dan mulai hari ini aku sendiri yang akan memasaaknya buat kamu." Alfonso menjelaskan panjang lebar.
Membuat Leticia yang mendengar penjelasannya sangat bangga.Leticia bangga karna suami seperti Alfonso susah didapat, karna itu dia patut bersyukur memiliki Alfonso.(authornya juga mau)
"Aku harus bilang apa ke kamu? rasa terima kasih ku tidak cukup, untuk semua yang kamu lakukan untukku" jawab Leticia dengan mata berkaca kaca.
"Kenapa, mengatakan hal itu, wajar aku melakukan ini semua karna kamu orang terpenting dihidupku, kamu dan anak anak kita bagian dari nafasku, aku tidak butuh yang lainnya, cukup kamu dan anak anak berada disampingku menemani aku. mari kita bersama melalui perjalanan kisah yang penuh kasih hingga usia kita menua ." jawab Alfonso sambil membawa masakannya ke meja di mana Leticia sedang duduk dan menunggu.dan mendaratkan satu kecupan diujung kepala sang istri.
"hmmm."
"Setelah ini, kita ke rumah sakit dokter Louis. dan sekalian, kita ke dokter Catlyn aku mau berkonsultasi soal kehamilan ku."jawab Leticia sambil menatap Alfonso.
Alfonso yang mendengar mereka akan ke dokter Louis, mengerutkan dahinya.
"Kenapa harus ke dokter Louis, kita hanya boleh ke dokter Catlyn untk konsultasi.emang kamu ada urusan sama dokter Louis?" tanya Alfonso, yang bingung dengan ucapan Leticia tadi.
"Iya, sayang. kita ke dokter Louis untuk melakukan usg pertama lagian selama mengetahui aku hamil, aku sama sekali belum usg." jawab Leticia sambil tersenyum.
Alfonso yang tidak mengerti apa itu usg mengerutkan dahinya dan mengambil piring meletakkan didepan Leticia dan mulai mengambil soup salmon masakanya.dan menaruhnya di piring Leticia lagi.
"Usg itu pemeriksaan diperut dengan mngoleskan gel diperut?berarti kamu harus mengangkat bajumu. seperti ini, apakah itu suatu keharusan bagi ibu hamil." sambung Alfonso.pikirannya mulai ke mana mana.
__ADS_1
Karna penasaran apa itu usg bagi ibu hamil, Alfonso mengambil ponselnya yng tadi di letakkan diatas meja makan, Alfonso mulai membaca dan memperhatikkan gambar bagaimana melakukan usg.
"Oh, Tuhan. aku akan mencarikan dokter kandungan wanita saja. aku tidak rela kalau dokter pria yang melakukanya, aku tidak mau tubuhmu dilihat dokter pria. baiklah setelah ini kita ke dokter Catlyn dan aku akan mencarikan dokter kandungan wanita di rumah sakit tempat dokter Calthlyn. jadi, tidak perlu ke dokter Louis." jawab Alfonso dan meletakkan lagi ponselnya.
kemudian mengambil sendok untuk menyuapi Leticia.
Leticia, tersenyum dan menggeleng kepalanya. hanya karna Usg saja dia harus mencari dokter wanita.
"Cemburu? jadi, harus mencari dokter wanita." tanya Leticia.
"Hmmmm."
"Apa tidak boleh? dan aku tidak ingin pria siapa saja menyentuh tubuh mu entah alasana periksa ini dan itu. dan aku akan mencari dokter pribadi khusus untuk kamu.tapi, syaratnya dia harus wanita." Alfonso menjawab dengan menekan perkataannya.
Leticia hanya tersenyum.
"Kalau, terus berbicara kapan aku makan dan kapan kita berangkatnya?" Tanya Leticia.
Leticia, yang melihat masakan Alfonso, begitu menggiurkan untuk di makan segera menyendok satu suapan dan mulai memasukkan ke dalam mulutnya.
Tapi, makanannya belum masuk ke dalam mulutnya, leticia mulai mual dengan cepat leticia berlari ke wastafel dan mengeluarkan isi perutnya.
Alfonso yang mendengar Leticia muntah segera menutup pintu kulkas dan meletakkan buah diatas meja kemudian berlari kecil ke istrinya yang sudah lemas didepan Wastafel.
"kenapa sayang, masakan aku ng enak?" tanya Alfonso.
Leticia hanya melambaikan tangan dan menggelengkan kepalanya saja, belum bisa menjawab suaminya.karna masih mengumpulkan tenaganya.
"Semalam kamu ng muntah waktu aku suapin buah.apa perlu aku masak yang lain lagi?"tanganya memijit punggung belakang istrinya kemudian mengambil air membersihkan mulut istrinya.
" Bisa berjalan."tanya Alfonso.
"minta bibik Yati bikin kan teh herbal saja."jawab Leticia sambil memegang perutnya.
" bi tolong bikin kan teh herbal." ucap Alfonso.
Karna bibi Yati sedang berada di dapur, dengan cepat bibi Yati menyeduh teh herbal dan meletakkan dimeja.
"Nak, tehnya sudah bibi bikinkan." jawab bibi Yati.
"iya bi, terima kasih."jawab Alfonso sambil menggendong Leticia ke arah meja makan.
__ADS_1
Alfonso, mendudukkan leticia di kursi. lalu, menarik kursi lagi untuk dirinya duduk disamping Leticia.
Setelah teh herbalnya diminum. Perut leticia terasa lebih enakan.
"Udah, aku yang suapin saja." ucap Alfonso sambil menyendokkan soupnya.
"Tapi, yank. aku takut muntah lagi." jawab Leticia.
" Tidak lagi, semalam aku yang suapin buah kamu ng muntahkan? ya uda mungkin soup ini juga. kalau aku yang suapin ng akan muntah." sambung Alfonso meyakinkan Leticia.
.
Karna tidak ada alasan menolak ucapan Alfonso leticia akhirnya menyerah.
dan ternyata benar ucapan Alfonso.
Leticia menghabiskan soup salmonnya semangko dan sama sekali tidak muntah
"Benar, kataku, baby maunya sama daddy." ucap Alfonso sambil mengelus perutnya.
"Hmmm, anak kesayangan daddy. " jawab Leticia sambil tersenyum.
Karna, benar dari semalam makan buah leticia tidak muntah, tadi dirinya mau makan sendiri langsung muntah. tapi, giliran disuap Alfonso sama sekali tidak muntah.
Leticia tersenyum menatap ke arah Alfonso.
"you're perfect daddy." ucap Leticia.
"Not only perfect dady, and perfect husband,are you agree ?" jawab Alfonso sambil mengedipkan matanya.
"Hmmm,,,ok...i'm agree with you.and that true." jawab Leticia dan beranjak pergi dari ruang makan dengan perut yang sudah terisi.lalu diikuti leticia dari belakang.
Alfonso, menggandeng Leticia. berjalan ke arah kamar mereka, menaiki tangga satu persatu satu.
'' hati hati sayang, jangan tergesa gesa.''
''iya.'' jawab leticia.
tangan Alfonso, meraih handle pintu.
ceklekk..,
pintu, terbukaAlfonso dan leticia berjalan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
...****************...