SANG MAFIA PEMILIK HATIKU

SANG MAFIA PEMILIK HATIKU
kamu lapar


__ADS_3

"Sakit? tahan sebentar." ucap Alfonso tenang.


Tannganna masih terus membersihkan pecahan beling dan darah yang terus menetes.Perihnya Alkohol membuat Leticia terus meringis.


"Pelan apa kau ingin membunuh aku?" tanya Leticia kesal.


Alfonso yang sejak tadi fokus mengobati tangan Leticia segera mengangkat kepala dan menatap dalam Leticia.


"Jika ingin membunuh mu, ngapain aku harus menikahi kamu?" sahut Alfonso kesal.


Mendengar Omelan Alfonso Leticia menggerakkan tangannya.


"Perih, coba aja kalau Ng percaya!" cebik Leticia.


"Tahan sebentar ini Alkohol bukan air hangat.Bawel sekali!" balas Alfonso.


Pria itu mengambil cairan Betadine dan mulai mengolesi disekitar luka yang terkna pecahan beling.Cia mengerutkan keningnya.


"Kenapa, diolesi disekitar mluka?bukannya harus di lukanya? kalau di sekitar nya mana bisa sembuh?" Leticia merasa heran dengan Alfonso.


"Sejak kapan Betadine dioles langsung diluka? Ini bukan obat penyembuh luka! Betadine obat antiseptik, mencegah bakteri dan jamur yang akan menyerang luka." jelas Alfonso tidak lupa Pria ini hari ini gampang sekali tersenyum.


Mendengar penjelasan Alfonso Leticia menganggukkan kepalanya, dengan tersenyum.


"Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu benaran jatuh cinta.Atau sudah mulai terpesona dengan kegantengan ku?" goda Alfonso, Sembari menaik turunkan alisnya. Alfonso membereskan lagi kotak P3k dan mengembalikan lagi ke dalam lemari.


Wajah Leticia merona dengan cepat Ia berdiri dan meng!ambil remote Tivi.Letica mulai mencari saluran drama Korea. Alfonso kembali ke sofa melihat Leticia tertawa sendiri ketika menonton drama Korea Alfonso hanya menggeleng.


"Belingnya gimana? siapa yang akan membersihkan?" tanya Leticia matanya fokus menatap layar Tivi.


"Iya aku akan panggilkan cleaning servis nya." jawab Alfonso. dengan cepat pria itu berjalan ke arah ranjang dimana ada telpon customer yang diletakan diatas maka dekat ranjang.


Selesai menghubungi bagian cleaning servis, Alfonso berjalan ke arah lemari pendingin Ia mengambil dua botol minuman dingin dan 1 paper bag berisi cheese cake.


*****


Flasback.


Kemarin sebelum ke hotel Alfonso meminta Glen mencari tahu kebiasaan Leticia di Stefani.


"Sayang Alfonso tanya Leticia biasanya suka cake apa?" tanya Glen.


"Kebiasaan Leticia selain camilan rumahan dia sangat suka cheese cake." jawab Stefani.


Saat Leticia mandi Alfonso segera memesan Cheese cake berukuran sedang dan disimpannya dilemari pendingin.


*********


Alfonso meletakkan semua yang dibawa nya diatas meja dengan pelan.Ia tidak langsung duduk Pria itu kembali mengambil 1 botol wine dan Tufle. Yeah, Alfonso tidak kehabisan ide untuk memancing Leticia jujur Soal sakit yang diderita nya.


"Ini dia cheese cake." ucap Alfonso, Ia mengambil garpu dan menusuk sepotong cheese cake lalu menyuap Leticia.Nqmun saat Leticia hendak membuka mulutnya tiba-tiba terdengar bunyi bel kamar.


"Sh**ift." Umpat Alfonso.

__ADS_1


Dengan kesal Ia meletakkan lagi Garpu itu dan berjalan ke depan untuk membukakan pintu kamar. Leticia tersenyum ketika melihat kekesalan diwajah Alfonso.


Ceklek...


Pintu kamar sudah dibuka oleh Alfonso.


"Maaf'kan saya, Tuan. saya diperintahkan untuk membersihkan kamar, Tuan."ucap cleaning servis tadi sebelum masuk ke dalam kamar.


Alfonso, tidak menjawab Ia hanya berdehem.


"Hmmmm."


cleaning servis itu tidak langsung masuk, Di masih berdiri menunggu perintah dari Alfonso.


"Ya sudah masuk sana." perintah Alfonso.


"Permisi, Tuan." jawab cleaning servis itu dengan sopan.


Ketakutan cleaning servis itu sudah tidak terkontrol lagi.Ketika menatap wajah Alfonso yang seakan ingin menerkam dia hidup-hidup.


Tidak pake waktu lama, Cleaning servis itu sudah selesai membersihkan kamar Alfonso. Ia pun segera pamit keluar.


"Permisi Tuan, Nona." ucapnya dengan membungkukkan badannya.


"Namun, saat tangannya membuka pintu. Alfonso kembali memanggil cleaning servis itu.


"Kembali ke sini."ucap Alfonso dengan suara yang menakutkan.


"Semoga Nyonya ini tidak melaporkan kejadian di toilet tadi pada Tuan Alfonso. kalau iya bisa tamat riwayat saya."batin cleaning servis.


Leticia tersenyum ketika melihat ketakutan diwajah pria itu.


"Kemari, jangan takut.Tuan ini tidak makan manusia." goda Leticia, dengan tersenyum pada cleaning servis itu.


"Hmmm...aku cuma makan kamu." bisik Alfonso, ditelinga Leticia.


Cleaning servis itu tidak menjawab Dia hanya menunduk menunggu apalagi yang akan terjadi. Alfonso mengambil dompet dari kantong celananya. Ia mengeluarkan beberapa lembar dollar lalu diberikan pada cleaning servis itu.


"Ini Tip untuk mu.kerja lebih rajin lagi." ucap Alfonso.


"Terima kasih banyak, Tuan." jawab cleaning servis itu. Tangannya gemetar ketika menrima uang dari tangan Alfonso.Lalu, Ia pun segera pergi dari kamar Alfonso.


Alfonso dan Leticia Kembali menikmati cheese cake yang tadi tertunda. Satu Potong perpotongan disuap Alfonso.


"Ayo,buka mulutnya." ucap Alfonso.


Leticia pun menurut dengan tersenyum Ia membuka mulut dan siap menerima potongan chees cake dari tangan Alfonso.


"Tau dari mana kalau aku suka cheese cake?" tanya Leticia menelisik bola mata Alfonso.


"Aku bisa menebak." Jawab Alfonso santai.


Leticia mencebik."nggak percaya, pasti tau dari Nabila dan Stefani.Karena hanya mereka berdua yang tau kebiasaan saya." jawab Leticia, dengan melirik Alfonso.

__ADS_1


"Hmmm..minum?" tawar Alfonso. dengan memberikan secangkir wine pada Leticia.


Leticia menggelengkan kepala." Aku tidak minum dengan tangan meletakkan lagi wine diatas meja." tolak Leticia.


Alfonso tersenyum." kenapa?" tanya Alfonso.


"Aku habis minum tadi.Bukannya kamu sendiri yang menolong aku?" ujar Leticia.


Membicarakan obat Leticia baru menyadari botol obat miliknya. matanya mencari keberadaan obat itu. "Jangan bilang obat itu juga dibersihkan oleh cleaning servis itu.gimana kalau besok aku tidak minum obatnya?" batin Leticia.


"Kenapa? kamu sakit? kenapa bingung seperti itu?" tanya Alfonso dengan mnggerakan tanganya didepan wajah Leticia.


"Iya, kepalaku sering sakit." jawab singkat Leticia.


"sakit kepala, pembohong." batin Alfonso.


Mengetahui apa yang dikatakan oleh Leticia itu bohong.Alfonso segera berdiri dari sofa dan berjalan menuju ranjang. Leticia bingung dengan sikap Alfonso yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


" kamu juga nggak minum?" tanya Leticia.


"Buang saja, aku Uda nggak mood untuk minum." sahut Alfonso. Pria itu membaringkan tubuhnya diatas ranjang


"Dasar pria aneh!" ucap Cia kesal.


" Biarin, Aku nggak suka dipermainkan."ucapan Alfonso keluar begitu saja.


Leticia sangat kesal ketika mendengar sindiran Alfonso.


"Mempermainkan kamu? siapa yang mempermainkan kamu? aku? Bukannya aku korban dari permainan mu? aku dipaksa menikahi kamu tanpa ada rasa cinta. Apa itu bukan permainan?" sahut Leticia.


Ia pun berdiri dari sofa dan pergi kearah ranjang satunya.Wanita itu menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas ranjang.tangannya menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


******


Flashback.


Al memang meminta dua ranjang di kamarnya. itu sudah kebiasaan Al. di kamar Mansionpun sama selalu ada dua ranjang.sejak ditinggal mati kedua orang tua. karena Alfonso merasa kedua orang tuanya selalu berada disampingnya.jadi, saat mau tidur Alfonso selalu mengucapkan selamat tidur ke arah ranjang kosong itu.


**********


"Ingat tidak ada pembohong yang baik didunia ini." jawab Alfonso.


Kesal dengan tuduhan Alfonso akhirnya Leticia pun menangis hingga mengeluarkan suaranya.


Hikzz..,hikz...,


"Aku paling benci dituduh seperti ini." gumam Leticia dengan sesunggukan.


Mendengar suara tangis Leticia. Alfonso bergegas turun dari ranjang Ia berjalan menuju lemari tangannya meriah gagang kemari dengan perlahan dan meletakkan obat Leticia ke dalam laci kecil.


Selesai menyimpan Obat Leticia Alfonso membawa ponselnya ke arah balkon.Mafia berbicara lewat sambungan telpon begitu lama. Panggilan telpon pun diakhiri oleh Alfonso. Pria itu kembali masuk dan membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya lagi.


(Revisi)

__ADS_1


__ADS_2